FOKUS

Gedung DPR Rp1,2 Triliun, Pantaskah?

Direncanakan memiliki luas 161.000 meter persegi yang tersebar di 36 lantai.
Sabtu, 7 Agustus 2010
Oleh : Arfi Bambani Amri
Rancangan gedung baru DPR yang bernilai Rp1,1 triliun

VIVAnews - Ketua DPR Marzuki Alie mengungkapkan wakil rakyat akan segera memiliki gedung baru nan megah. Ia menyatakan bahwa peletakan batu pertama gedung baru DPR RI akan dilakukan pada Oktober tahun ini.

"Agustus mulai tender," kata Marzuki di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat 6 Agustus 2010.

Mengantisipasi protes publik, Marzuki buru-buru menjelaskan bahwa rencana pembangunan gedung baru DPR itu akan diuji publik terlebih dahulu. Selain itu, prosesnya pun dijamin bakal transparan. Desain gedung, filosofinya, hingga biaya yang dianggarkan, semua akan dicantumkan secara lengkap dan terperinci di situs DPR.

"Masyarakat pun dapat langsung menyampaikan kritik, saran, dan keluhannya melalui situs DPR," ujar Marzuki.

Total anggaran yang diperlukan ditaksir mencapai Rp1,16 triliun. Dananya akan diturunkan secara bertahap, tidak sekaligus dalam satu waktu. Untuk tahun pertama ini, tutur Marzuki, dana yang sudah disediakan sebesar Rp250 miliar. Anggaran itu meliputi pembangunan fisik gedung, sampai perlengkapan IT (teknologi informasi), dan instalasi listrik.

Gedung baru DPR RI direncanakan memiliki luas 161.000 meter persegi yang tersebar di 36 lantai. Setiap anggota DPR nantinya menempati ruangan seluas 120 meter persegi, untuk ditempati bersama lima staf ahli dan satu asisten pribadi mereka.

Pembangunan diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua tahun.

***

Penolakan sebenarnya sudah muncul sedari awal. Pada 5 Mei 2010 lalu, aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) telah menemui pemimpin DPR RI untuk memprotes rencana ini. Febri Hendri, peneliti ICW, menyatakan mereka ketika mempertanyakan rencana pembangunan gedung baru DPR yang saat itu disebut-sebut bakal memakan biaya Rp1,8 triliun.

"Itu sama dengan 12 ribu gedung sekolah baru," kata Febri menyebut alasan penolakan ICW. Menurut Febri, DPR seharusnya lebih memperhatikan kualitas gedung-gedung sekolah. "Banyak sekolah yang rusak dan sudah rubuh," ujarnya.

Namun rupanya penolakan ICW membentur dinding. Mayoritas anggota DPR ingin gedung baru.

Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Harry Azhar Aziz, menerangkan kondisi gedung parlemen saat ini mengenaskan. "Gedung DPR mulai lantai 12 ke atas saat ini  sudah miring 7 persen. Kondisi gedung saat ini dinilai kritis, karena tidak disesuaikan sejak lebih dari 20 tahun yang lebih lalu," ujar politisi Golkar itu. "Di beberapa tempat, bahkan sudah terlihat lantai retak."

Selain itu, daya tampung Gedung DPR RI yang sekarang ini seharusnya hanya diperuntukkan bagi 700 orang. Namun, masih kata Aziz, kini pegawai saja membludak menjadi 3.000 orang.

Senada dengan Aziz, politisi Golkar yang lain, Gandung Pardiman, meminta rekannya sesama anggota DPR untuk tidak meremehkan kondisi fisik bangunan yang mereka tempati.

"Misalnya Gedung DPR benar-benar miring dan membahayakan, maka saya tak mau mati konyol," ujar Gandung dalam interupsinya di hadapan Sidang Paripurna DPR yang membahas soal Perubahan UU APBN Tahun Anggaran 2010.

"Biarpun saya sudah berdoa, dan biarpun saya masuk surga kalau tertimpa gedung dalam tugas, tapi saya tetap tidak mau mati konyol. Bahaya kalau gedung ini roboh tenan (betulan)," kata Gandung dengan logat Jawa yang kental.

Dan rencana pembangunan pun diketok.

Terlepas dari rencana senilai trilunan rupiah ini, DPR sedang menghadapi kritik keras soal kinerjanya. Dalam urusan legislasi, mereka jelas kedodoran. Sampai akhir masa sidang III DPR pada Juni lalu, anggota Dewan baru menyelesaikan lima dari 70 RUU yang ditargetkan pada 2010.

Jika gedung mengkilat itu kelak jadi dibangun, supaya pantas, kinerja para wakil rakyat tentu harus tak kalah mengkilatnya. (kd)

TERKAIT
File Not Found
TERPOPULER
File Not Found