File Not Found
FOKUS

Tragedi Pemalang, Musibah KA Terburuk 2010

Tak kurang dari 36 nyawa melayang akibat kecelakaan ini.
Senin, 4 Oktober 2010 | 00:19 WIB
Oleh : Maryadie
Tragedi Pemalang, Musibah KA Terburuk 2010
Tabrakan kereta di Pemalang (ANTARA/Oky Lukmansyah)

VIVAnews - Tragedi kecelakaan kereta api (KA) kembali terulang. KA Argo Bromo Anggrek menabrak KA Senja Utama di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu, 2 Oktober 2010 pukul 03.05 WIB.

Insiden ini adalah kecelakaan kereta yang terbesar selama tahun 2010. Korbannya tak sedikit. Data menyebutkan 36 orang tewas saat KA Argo Bromo Anggrek tabrakan dengan KA Senja Utama yang tengah langsir atau berhenti.

Lantas, bagaimana sesungguhnya peristiwa maut ini bisa terjadi?

Kepala Humas Daops IV Semarang, Sapto Hartoyo, menceritakan kronologinya. Menurut dia, menjelang pukul 03.05 WIB, KA Senja Utama, berhenti di Petarukan. Kereta ini sedianya menunggu KA Argo Anggrek yang datang dari arah sama melintas.

Seperti biasanya, Argo Bromo Anggrek yang merupakan kereta eksekutif memang mendapat prioritas jalur dibandingkan Senja Utama yang kelas bisnis. "Jadi, rencananya kereta Senja Utama akan disusul dan didahului oleh Argo Bromo Anggrek di Petarukan," ujarnya.

Saat hendak mendahului Senja Utama di Petarukan, Argo Bromo Anggrek seharusnya berada di lintasan rel yang berbeda. Tapi, saat itu Argo Bromo yang melaju dalam kecepatan tinggi berada di jalur yang sama sehingga tabrakan tak terelakkan.

"Belum diketahui pasti kenapa dua kereta itu bisa berada di jalur yang sama," ujar Sapto.

Atas kejadian ini, Polda Jawa Tengah sudah memeriksa sejumlah orang. Mereka yang diperiksa adalah Kepala Stasiun Petarukan, dua masinis, operator dan petugas yang piket saat kejadian tersebut.

Namun polisi belum dapat menyebutkan siapa yang akan menjadi tersangka atas kecelakaan ini. Meski belum menemukan tersangka, tapi Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Iskandar Hasan memastikan penyebab tabrakan maut ini akibat kesalahan manusia atau human error.

KA Argo Bromo Anggrek menghantam KA Senja Utama yang tengah berhenti di jalur 3. Semestinya, Argo Bromo menyalip KA Senja Utama melalui jalur 2. "Yang menabrak harusnya melintas di jalur 2 tapi malah masuk ke jalur 3, makanya terjadi tabrakan," ujar Iskandar.

Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) juga ikut menyelidiki kejadian ini. Namun penyelidikan oleh lembaga di bawah Kementerian Perhubungan ini tidak bisa cepat. "Ini bisa rampung 3-6 bulan lagi. Kecelakaan ini sangat kompleks," kata Juru Bicara KNKT JA Barata kepada VIVAnews.

Kesimpulan atas penyebab kecelakaan, kata Barata, memang tidak bisa secepat kilat. Ada proses yang harus dilakukan KNKT sehingga didapat kesimpulan yang tepat.

"Penyelidikan KNKT itu tidak untuk mencari tahu siapa yang salah. Tapi apa penyebabnya, disimpulkan, kemudian direkomendasikan. Nah rekomendasi ini nantinya harus dilaksanakan supaya tidak terulang lagi kecelakaan serupa," kata Barata.

KNKT menerjunkan enam orang untuk melakukan penyelidikan kecelakaan tersebut. Barata menjamin hasil penyelidikan akan proporsional karena KNKT terdiri dari orang-orang independen yang hasil rekomendasinya tidak bisa dipaksakan pemerintah atau dipatahkan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA