FOKUS

Mbah Maridjan Belum Dapat Firasat Soal Merapi

Status Gunung Merapi meningkat dari waspada ke siaga.

ddd
Kamis, 21 Oktober 2010, 23:48
Aktivitas gunung merapi dilihat dari Turgo, Sleman
Aktivitas gunung merapi dilihat dari Turgo, Sleman (Antara/ Wahyu Putro)

VIVAnews –Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat. Terhitung mulai pukul 18.00 WIB, Kamis, 21 Oktober 2010, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menaikkan status Merapi dari waspada menjadi siaga.

Peningkatan status ini akibat tingkat devormasi, gempa vulkanik dan gas vulkanik mengalami peningkatan signifikan dibanding beberapa hari sebelumnya. Ancaman terjadi letusan pun makin terbuka.

Menyikapi kenaikan aktivitas gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini, pihak Istana Kepresidenan tidak tinggal diam. Staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief mengutus asistennya, Anwar Sadat menemui juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan, Rabu, 20 Oktober 2010.

Pertemuan dibenarkan orang dekat Mbah Maridjan, Agus Wiyarto. “Anwar Sadat datangnya kemarin siang (Rabu, 20 Oktober 2010), katanya disuruh Andi Arief, menanyakan kondisi Merapi, dijawab Kang Maridjan, Merapi mboten nopo-nopo, anteng mawon, nek mbangun lan reresik niku biasa (Merapi tidak apa-apa, tenang saja, kalau membangun dan bersih-bersih itu biasa),” kata Agus menirukan jawaban Mbah Maridjan.

Menurut Agus, sampai saat ini Mbah Maridjan belum mendapat firasat apa pun tentang kondisi Gunung Merapi, meskipun pihak berwenang di sana menyatakan status Merapi saat ini siaga.

Menurut Agus Wiyarto, mengutip keterangan pihak berwenang di Gunung Merapi, potensi aktivitas Gunung Merapi meningkat ada di sisi Selatan Barat, mengarah ke Kaliboyong dan di Selatan Timur, mengarah ke Kaligendol. Meski ancaman datang, Agus mengaku tidak panik karena Mbah Maridjan juga masih terlihat tenang.

Pertemuan asisten staf khusus Presiden SBY dengan Mbah Maridjan, kata Agus bukan sesuatu yang luar biasa. Kebetulan hari itu Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta mengadakan sosialisasi tentang Gunung Merapi. Saat itu Anwar Sadat ikut dalam rombongan tersebut dan Mbah Maridjan juga hadir dalam acara tersebut. “Jadi tidak ada sesuatu yang khusus atau istimewa,” kata Agus.

Kepala BPPTK Yogyakarta, Subandrio, mengatakan perkembangan Gunung Merapi saat ini adalah erupsi. Arah erupsi diperkirakan ke selatan, barat daya dan ke utara meski hingga saat ini belum dapat dipastikan secara pasti. Demikian juga jarak erupsi belum dapat ditentukan karena sejauh ini belum terbentuk kubah. Jika sudah terjadi kubah maka dapat ditentukan seberapa jauh jarak luncur erupsi Merapi. “Erupsi merapi pada tahun 2006 yang lalu jaraknya dapat mencapai tujuh kilometer, namun tidak menutup kemungkinan untuk saat ini bisa mencapai 15 km,” paparnya.

Dengan kondisi aktivitas Merapi yang semakin meningkat, maka aktivitas mendaki gunung untuk saat ini harus ditutup. “Penutupan jalur pendakian ini untuk keamanan dari para pendaki sendiri mengingat aktivitas merapi semakin meningkat,” tukasnya
 
Triyono, Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Kaliurang, mengatakan meningkatnya aktivitas merapi ini dapat dirasakan dengan adanya dua kali guguran lava yang berlangsung pada hari ini. “Suara guguran material larva dapat dirasakan dari posko pengamatan di Kaliurang,” katanya.

Lebih lanjut Triyono menyatakan  berdasarkan data pengamatan tanggal 20 Oktober, telah terjadi gempa vulkanik dalam (VA) sebanyak 11 kali, gempa vulkanik dangkal (VB) 28 kali, gempa pase banyak(MP) 479 kali, dan guguran material lava sebanyak 85 kali.

Sedangkan pengamatan per tanggal 21 Oktober mulai dari pukul 00.00 hingga 07.00, tercatat VA sebanyak 1 kali, VB ada 69 kali, MP ada 69 kali dan guguran material lava sebanyak 32 kali.  (sj)

Laporan: KDW|Yogyakarta



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Rinno
26/10/2010
Selamat Jalan Mas Wahyu,Smoga Amal Ibadah mu di Terima di SisiNYA...Amin.
Balas   • Laporkan
Avi
26/10/2010
Mbok sudah, jangan semua-semua diperdebatkan. Apalagi untuk masalah keyakinan. Biarlah mbah MARIJAN punya keyakinan spt itu tp yang penting "beliau" berkenan membantu pemerintah agar masyarakat taat himbauan/perintah untuk segera mengungsi.
Balas   • Laporkan
oppa oki
26/10/2010
Wow mbah Marijan itu kan sama dng kita2 ini, masih sama2 makan nasi, cuma beliau punya kelebihan indra ke enam dan naluri alami, sedang yg berkompeten memiliki ilmu dan alat2 teknologi yg canggih.
Balas   • Laporkan
bynorman
23/10/2010
Seharusnya Mbah Marijan diberi posisi jadi Kepala BMKG....!
Balas   • Laporkan
Bunda
22/10/2010
Hahaha...wartawan yang menulis berita ini yang lucudan aneh. Sudah jelas2 bahwa kedatangan staf presiden adalah untuk menghadiri sosialisasi Merapi oleh BPPTK. Dan kebetulan MbahMarijan juga hadir.
Balas   • Laporkan
rendicahya
22/10/2010
ada salah ketik: guguran larva.
Balas   • Laporkan
otonk
22/10/2010
meyem-meyem ....komat-kamit utusan istana minta ajian kebatinan tentang merapi...meyem-meyem
Balas   • Laporkan
weko
22/10/2010
yang lebih pantas tanya itu ya pihak kraton jogja,kalau negara ya tanya BMKG,memang mbah Marijan itu tahu seluk beluk Merapi .jangan salah alamat donk malu2in aja
Balas   • Laporkan
weko
22/10/2010
lucu deh ,aneh tapi nyata .mosok institusi negara malah tanya sama mbah marijan.....apa nggak salah alamat? seharusnya kan tanya institusi yg berwenang......ini namanya negara maya......tanaya aja sama hantu sekalian kapan jakarta nggak banjir & macet.heh
Balas   • Laporkan
hengky_s | 22/10/2010 | Laporkan
itu bagian dari budaya adi luhung kita, akan lebih baik kita juga menghargainya teknologi belum tentu bisa mengalahkan tradisi budaya yang berasal dari nenek moyang kita apa kita nggak bangga
setiawan
22/10/2010
Mahasuci DIA yang menciptakan berpasangan setiapnva dari apa yang, ditumbuhkan Bumi dan dari dirimu sendiri dan dari apa yang tidak mereka ketahui, berdoa aja demi kebaikan umat. wong manusia jg ciptaannya jangan suka melawan kodrat. Allah punya kuasa
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com