FOKUS

Harga Kian Merosot, Emas Diburu

Harga emas selama sepekan ini telah terkoreksi hampir US$50 per ounce.
Kamis, 6 Januari 2011
Oleh : Arinto Tri Wibowo, Purborini
Emas batangan

VIVAnews - Harga emas di pasar internasional pekan ini terus merosot. Kondisi itu memicu harga jual di Jakarta ikut terkoreksi. Berdasarkan data di divisi Comex New York Mercantile Exchange, Rabu 5 Januari 2011, harga emas untuk pengiriman Februari turun US$5,10, menjadi US$1.373,17 per ounce.

Harga emas tertinggi tercatat pada US$1.385,20 dan terendah US$1.364 per
ounce selama sesi perdagangan itu. Sementara itu, menurut indeks Kitco, harga spot emas anjlok US$8,20.

Di dalam negeri, berdasarkan situs logammulia.com yang dikelola PT Aneka
Tambang Tbk, harga jual logam mulia di pasar spot pada Kamis, 6 Januari 2011, mencapai Rp403 ribu per gram, sedangkan harga beli Rp387 ribu per gram.

Bila dibandingkan Selasa pekan ini, yang berada di level Rp413 ribu per gram, harga emas di logammulia.com sudah terkoreksi sebesar Rp10 ribu per gram. Berdasarkan data di situs itu, harga terendah emas pada Desember 2010 adalah Rp404 ribu per gram.

Di toko emas Lathif Chan, Blok M Square, Jakarta Selatan, pada Kamis, 6 Januari 2011, harga emas kadar 24 karat dijual Rp410 ribu per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga logam mulia itu masih di atas Rp410 ribu per gram.

"Penurunan harga terjadi sejak kemarin (Rabu)," kata Denny Defriansyah, pemilik toko emas Lathif Chan, kepada VIVAnews.com. Menurutnya, penurunan harga merupakan imbas dari fluktuasi harga emas di pasar internasional. "Saya tidak bisa prediksi hingga kapan," tuturnya.

Sementara itu, di toko emas Kaliem, kawasan Melawai, Jakarta Selatan, harga emas masih dijual dengan harga cukup tinggi, meski turun Rp2.000 dari Rp410 ribu per gram pada Rabu, menjadi Rp408 ribu per gram di hari Kamis. "Sejak Lebaran sampai sekarang harga berkisar Rp400 ribuan per gram," kata Siska, pemilik toko emas Kaliem.

Investasi emas?

Denny menjelaskan penurunan harga emas tengah direspons sejumlah konsumen dengan memborong emas untuk investasi jangka panjang. Mereka memburu jenis logam mulia (emas berkadar 24 karat) maupun perhiasan berupa kalung, gelang, atau cincin. "Mereka membeli untuk kemudian tetap menyimpannya. Ini sebagai strategi untuk penyebaran portofolio investasi," ujarnya.

Dia merokemendasikan agar konsumen terus memantau perkembangan harga emas dunia sebelum memutuskan membeli logam mulia itu. "Sebaiknya tetap wait and see dulu, karena kami juga tidak bisa memprediksi (harga) ke depan," ujarnya.

Dalam blog-nya, Denny mengaku kesulitan memprediksi harga emas yang naik turun secara signifikan. "Sangat sulit buat kami kapan menyarankan konsumen harus beli atau jual," tuturnya.

Menurut Denny, keputusan membeli atau menjual emas tergantung kepada tujuan investasi, "apakah untuk investasi jangka pendek, jangka panjang, atau sekadar sebagai perhiasan."

Berdasarkan itu, konsumen hendaknya membeli jeis produk emas sesuai kebutuhan. Bila hanya untuk perhiasan, misalnya, konsumen sebaiknya membeli perhiasan emas dengan kadar 22 karat. Karena dengan kadar tersebut, perhiasan bisa didesain menarik.

Itu berbeda jika konsumen membeli emas untuk keperluan investasi. "Kalau tujuannya untuk investasi, disarankan untuk membeli logam mulia atau perhiasan emas dengan kadar 24 karat," ujarnya.

Seperti diketahui, harga emas dunia turun lagi Rabu kemarin, setelah sehari
sebelumnya terpangkas hingga 3,1 persen. Penurunan harga emas masih dipicu penguatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Indeks dolar AS naik 1,07 persen menjadi US$80,28 pada Rabu. Sementara itu, nilai tukar euro terhadap dolar AS turun 1,12 persen menjadi US$1,31 per euro.

Chief Strategic Officer T3 Trading Group, Scott Redler, mengatakan, penurunan
harga emas ini merupakan kelanjutan koreksi harga emas di hari Selasa. Secara keseluruhan, harga emas selama sepekan ini telah terkoreksi hampir US$50 per ounce.

Penurunan itu, dia menambahkan, juga dipicu oleh dirilisnya data ekonomi
yang lebih baik dari perkiraan investor semula. "Investor ingin merealisasikan keuntungan setelah mencapai harga tertinggi," kata Redler seperti diberitakan TheStreet, Kamis, 6 Januari 2011.

Redler meyakini harga emas tahun ini akan lebih tinggi dari level sekarang. Meski demikian, dia tidak bisa menentukan berapa angkanya. Dia memprediksi harga emas masih akan diperdagangkan pada level US$1.320 per ounce.

Penurunan tajam harga emas sebenarnya telah terjadi pada awal 2010. Saat itu, tidak kurang dari sebulan, harga spot emas jatuh hampir US$100 dari level tertinggi yang pernah dicapai di bulan Januari. (kd)

TERKAIT
File Not Found
TERPOPULER
File Not Found