FOKUS

Pembobolan Bank Kian Marak

Penyelewengan pegawai bank bukan untuk kebutuhan hidup, melainkan karena keserakahan.
Jum'at, 1 April 2011 | 00:09 WIB
Oleh : Hadi Suprapto
Pembobolan Bank Kian Marak
Ilustrasi rupiah (Antara)

VIVAnews - Pembobolan bank kini ramai lagi. Setelah mengungkap pembobolan Citibank yang dilakukan Melinda Dee alias Inong Melinda, kini polisi juga meringkus sekelompok orang yang diduga akan membobol Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Melinda saat bekerja di Citibank diduga membobol dana nasabah sejak tiga tahun lalu. Hitung-hitungan polisi, Melinda telah menggasak lebih dari Rp17 miliar.

Melinda melakukan perampokan dengan memindahkan uang nasabah ke rekening bank lain. Kemudian, uang itu berujung ke rekening perusahaan milik Melinda yang diatasnamakan orang lain.

Sementara itu, Bank Negara Indonesia juga nyaris dibobol karyawannya sendiri. Sekretaris Perusahaan BNI, Putu B Kresna. mengatakan, pada 20 Desember 2010 sistem internal BNI mendeteksi transaksi mencurigakan senilai Rp4,5 miliar di Cabang Gambir.

Transaksi tersebut setelah diverifikasi petugas BNI ternyata palsu. "BNI lalu melapor ke kepolisian pada 23 Februari 2011," katanya, di Jakarta, Rabu 30 Maret 2011.

Atas laporan itu, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membekuk komplotan. Salah satu pelakunya adalah wakil kepala cabang BNI Margonda, Depok, Jawa Barat, berinisial JKD. Penangkapan JKD juga dilakukan bersama tiga teman yang lain, UK, SHP, dan AF.

Setelah ditelusuri, AF ternyata buron lama yang pernah membobol dana PT Taspen yang disimpan di Bank Mandiri, senilai Rp110 miliar. "Saat itu penyidik menetapkan AF dalam daftar pencarian orang," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Baharudin Djafar, Kamis 31 Maret 2011.

Kasus pembobolan dana Taspen dilaporkan Bank Mandiri pada April 2007. Dalam pengungkapan kasus itu, polisi menyelamatkan uang tunai Rp50 miliar. Polisi lalu menyita sejumlah aset. Total dana yang diselamatkan polisi Rp90 miliar, termasuk aset.

Djafar mengungkap, AF merupakan mantan kepala cabang Mandiri. Mereka melakukan kejahatan dengan mendepositokan ulang dana milik Taspen dan ditarik kembali ke cabang tertentu dengan nomor rekening penampung. "Dana dari rekening penampungan itu yang mereka ambil," katanya.

Operasi AF di Mandiri dilakukan bersama empat komplotan yang lain. Semuanya, kecuali AF, telah berhasil ditangkap polisi pada 2007. Mereka sudah divonis dan menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.

KOMENTARI ARTIKEL INI
    TERKAIT
    TERPOPULER