FOKUS

Pohon Kurma Tumbuh di Tempat Cucu Sunan

Biasanya pohon kurma bisa berbuah setelah dilakukan perkawinan silang.
Kamis, 25 Agustus 2011
Oleh : Arry Anggadha
Pohon Kurma berbuah

VIVAnews - Aneh tapi nyata, pohon kurma yang tingginya 2,5 meter, ditanam pada tahun 2004 di halaman Masjid Baitul Akhiroh Jalan Nginden II Surabaya ini diketahui berbuah di malam ganjil bulan Ramadan tahun 2011.

Muncul tanda tanya, apakah tempat tumbuhnya pohon kurma yang berada di bekas tempat tirakatan almarhum KH Mas Abdul Muhit tersebut juga berpengaruh?

"Saya mengetahui itu saat bersih-bersih rumput yang mulai tinggi. Terlihat satu tangkai berbuah sebesar kelereng jumlahnya sekitar 125 biji dan rasanya manis, kalau dikunyah seperti ada tepungnya," kata Ustadz Sanan Hazilin, saat ditemui VIVAnews.com.

Ustad Sanan menceritakan, masjid tempat tumbuh pohon khas Timur Tengah itu dibangun di jaman almarhum KH Mas Abdul Muhit tepatnya tahun 1712. Yang membuat ia heran, biasanya pohon kurma bisa berbuah setelah dilakukan perkawinan silang. "Pohon ini kan berdiri sendiri, jadi bagaimana kawin silangnya," tukasnya dengan nada heran.

Sekitar pohon yang berumur 7 tahun itu juga tumbuh pohon pinang. Uniknya, saat pinang berbunga ternyata juga diikuti munculnya bunga di pohon kurma. "Allahua'alam ini benar atau tidak, munculnya buah kurma karena pengaruh berbuahnya pohon pinang," lanjutnya.

Ia memastikan buah kurma akan masak tiga bulan lagi. Karena telah berbuah dan masak beberapa kali. Kejadian itu terus ramai dibicakan orang. Ditanya siapa yang menanam pohon kurma itu? H Son Haji mengaku tidak ada yang menanam alias tumbuh sendiri.

Namun, dijelaskan, semasa hidup KH Mas Abdul Muhid yang tokoh Masyumi seangkatan dengan M Nasir itu gemar sekali makan kurma. "Mungkin biji kurma yang dibuang sembarangan di kebun ini yang kemudian tumbuh dan sampai sekarang ini," tegasnya.

Ada catatan, KH Mas Abdul Muhit murid Sunan Ampel ini wafat di tahun 2002 di usia 102 tahun. Makamnya berjarak sekitar 100 meter dari bangunan masjid. Dalam silsilahnya, kiai itu adalah generasi ke-5 dari Mbah Astro Rembulan yang konon merupakan keturunan (cucu) dari Sunan Kalijaga. Laporan: Tudji Martudji | Surabaya ) (adi)

TERKAIT