FOKUS

Ayu Ting Ting: "Saya Sedih Dibilang Instan"

Setengah jam pentas, kini dia dibayar Rp30 juta.
Jum'at, 7 Oktober 2011
Oleh : Pipiet Tri Noorastuti, Beno Junianto
Ayu Ting Ting

VIVAnews - Ayu Rosmalina. Tak banyak yang kenal nama itu. Jika Anda mencari di Google, cuma 14 ribu data tersedia. Tapi masuklah dengan nama Ayu Ting Ting, sejuta lebih data ada di sana. Dua nama satu gadis. Yang pertama pemberian orang tua. Yang kedua lahir di panggung.

Ayu Ting Ting melambung, ketika ruang publik negeri ini penuh dengan berita yang bikin ngilu. Di tengah kasus korupsi para politisi, perang kata-kata KPK dengan pimpinan DPR, dan pasar saham yang buram, Ayu muncul menghibur.

Gadis cantik 19 tahun ini juga datang ketika musik dangdut—yang pengemarnya jutaan orang itu – nyaris terbenam oleh air bah  aliran musik baru. Lokal maupun dari negeri seberang, seperti Korean Pop, yang sohor dengan nama singkatannya K-pop dan dicuplik habis gaya dan tingkah polahnya oleh sejumlah band di tanah air.

Ayu tampil dengan dangdut asli. Tanpa irama disko, juga tanpa goyang erotis yang bisa memancing ubun-ubun kaum adam melonjak-lonjak.

Tapi ia juga sadar bahwa pasar musik banyak berubah.  Kesadaran itu adalah kekuatan Ayu Ting Ting. Ia memadukan musik dangdut asli yang pengemarnya dari generasi tua, dengan penampilan K-pop yang kini sedang mewabah itu.

Suara medok dangdut, wajah Korea habis. Jadilah Ayu digandrungi dua generasi sekaligus. Lagu “Alamat Palsu” yang diunggah ke laman Youtube ditonton ratusan ribu  orang.  Syair sederhana, musik nostalgia. Ia membawa pulang pencinta musik dangdut ke era Herlina Effendy, ketika seruling dan gambus masih mendominasi.

Kenangan, juga wajah manis  itulah yang memikat orang menonton Ayu Ting Ting. Sejumlah lagu lain yang diunggah ke laman Youtube itu juga ditonton ratusan ribu orang.

Lama menekuni dunia musik, menjadi penyanyi dan pembawa kuis, nama Ayu Ting Ting memang baru melejit sesudah mengungah lagu-lagu ke laman video itu. Geger di dunia maya itu sungguh melempangkan karirnya. Ayu laris manis.

Tapi Ayu dianggap banyak orang berbeda dengan sejumlah “bintang” bikinan Youtube, yang muncul sebelumnya.  Sebab lagu-lagu yang diunggah itu telah melewati proses panjang. Suaranya juga oke, wajah juga oke. Meminjak istilah Syahrini, Ayu Ting Ting itu “sesuatu banget.”

Itu sebabnya banyak yang meramal karir Ayu bakal panjang. Bukan bintang sesaat  Ia bahkan dikabarkan masuk dalam daftar artis pendatang baru dengan bayaran tinggi. Sekali pentas, dara 19 tahun ini bisa membawa pulang uang sebesar Rp 30 juta. Dan itu hanya 30 menit sekali pentas.

Banyak pendahulu di dunia hiburan memuji penampilan Ayu. Dengarlah pujian penyanyi seksi Julia Perez dan Dewi Perssik. “Gaya penampilan Ayu, baguslah, dia belajar dari kesalahan para seniornya. Seseorang menjadi mahal itu karena dia jadi dirinya sendiri,” kata Julia Perez.

Di tengah kesibukan yang mengepungnya, Ayu menerima VIVAnews untuk sebuah wawancara, Senin 3 Oktober 2011. Wawancara berlangsung di kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur. "Saya sedih kalau dibilang instan. Karena untuk semua ini, saya kerja keras, lewat perjalanan yang panjang," katanya. Berikut petikannya.

Bisa diceritakan mengapa kamu suka dengan musik dangdut?

Dari kecil saya sudah dicekokin dengan musik dangdut itu. Disetelin lagu dangdut. Jadi secara spontan semenjak kecil saya sering nyanyi dangdut.

Sejak kelas 3 SMP saya sudah mulai intens dengan musik dangdut. Saya sudah aktif ikut  lomba nyanyi. Lagu yang sering saya nyanyikan adalah 'Kumbang-kumbang' dan 'Terlena'.

Saat itu saya sering  nyanyi di acara-acara hajatan kawinan di kampung-kampung.  Belakangan saya dikenalkan dengan produser Akurama  Record. Yang mengenalkan adalah ayah Dadan. Dia yang menciptakan lagu 'Alamat Palsu'. Saya dites ambil nada dengan gitar, dikasih contoh lagu, nggak sampai sebulan, langsung rekaman. Proses album hanya 6 bulan.

Kenapa gunakan nama Ting Ting?

Karena lagu pertama saya itu judulnya 'Ting Ting.' Liriknya begini, “Karena aku masih ting ting, karena aku masih ting ting”. Dari situ akhirnya produser saya bilang, saya pakai nama Ayu Ting Ting saja.

Alhamdulillah, ayah dan ibu saya  tidak keberatan dengan nama itu.  Selama membawa rezeki dan tidak merugikan, orangtua tidak masalah. Jadi pas manggung, saya sudah pakai nama itu. Biar lebih mudah diingat saja. Setelah memakai nama ini, rejeki saya mengalir banyak.

Kabarnya, tarif Ayu di atas panggung Rp 30 juta?

Alhamdulillah, kalau ada yang bilang seperti itu, saya syukuri. Sekarang saya terima saja kalau ada tawaran manggung di mana saja. Saya ambil saja tanpa pikir panjang. Tapi karena saya keteteran juga kalau manggung sendiri atau dengan ibu, makanya, sekarang sudah ada manajer.  Jadwal manggung pasti rapi dan bayaran bisa lancar.

Cita-cita kamu yang belum kesampaian apa?

Cita-cita saya harus beli mobil. Berangkatin ayah ibu naik haji, beli rumah untuk mereka, dan ajak mereka keliling dunia, Singapura, Australia,  waaaah mau semuanya.

Kalau cita-cita profesi sih ada. Dari kecil ingin jadi pramugari. Tapi sudah nggak mungkin lagi, karena postur tubuhku mungil. Nggak mungkin lagi jadi pramugari. Aku sadar diri.  Kalau  sudah nggak di hiburan, dan aku selesai kuliah,  aku mau jadi PNS, seperti ayahku.

Sebelum tenar seperti sekarang, Ayu sering nggak masuk televisi?

Ayu dulu pernah mengisi acara kuis di ANTV. Dulu saat bulan puasa. Ayu  ngisi acara kuis pukul 00.00 WIB. Ayu selesai acara itu pukul dua dini hari. Terus Ayu pulang sampai Depok pukul tiga pagi. Kemudian tidur dan pukul enam pagi berangkat kuliah lagi. Semua  itu Ayu jalani saja, padahal Ayu juga capek, tapi dinikimati, karena kan dapat uang.

Ayu termasuk artis  yang terinspirasi dari penampilan gadis-gadis Korea. Benarkah?

Iya. Rambut saya dari salon Korea. Saya ikuti fashion dan model rambutnya, juga make up nya. Saya suka K-pop dan drama Korea sejak masih sekolah, masih SMA.

Ayu bahkan koleksi DVD Korea, lagu-lagu K-pop, tapi Ayu nggak mau ikut-ikutan operasi plastik ya.  Hidung saya asli, pesek, nggak diapa-apain. Saya nggak mau menjalani operasi plastik, mau apa adanya saja.

Selama ini pedangdut-kan identik dengan goyangan. Bahkan goyangannya saja punya nama. Kalau kamu bagaimana?

Tidak. Saya tidak suka pamer goyangan. Goyang inilah, goyang itulah. Saya juga kurang suka sama goyangan yang terlalu ekstrim. Justru itu yang membuat dangdut rusak. 

Jadi  Ayu ya, Ayu saja. Kita kan punya adat sendiri adat ketimuran. Harus sopan. Tapi itu menurut saya. Saya percaya bahwa tanpa goyang yang aneh-aneh, ada juga penontonnya. Banyak juga yang senang.

Pernah punya pengalaman buruk saat manggung?

Pernah. Saat itu saya sedang manggung di luar kota. Tapi saya tidak mau sebut nama kotanya.  Semula saya manggung dengan nyaman. Tapi tiba-tiba di tengah acara saya dilempar dengan segumpal tanah. Baju lengan kiri kena. Bahwa ada suka dan ada juga yang tidak suka itu, wajar dalam dunia musik. Itu kan soal selera.

Tapi baju saya jadi kotor sekali. Awalnya saya marah sekali. Tapi kemudian saya menganggap bahwa mungkin saja mereka sekedar jahil saja. Terus belakangan, ada yang bilan bahwa saya sohor karena instan.

Astagfirullah saya mengelus dada mendengar omongan itu karena mereka tidak tahu perjalanan saya dari kecil. Tapi saya kemudian sadar  bahwa harus dibiasakan saja kalau ada yang memang tidak suka. Mau bagaimana lagi.

Siapa penyanyi dangdut yang kamu kagumi?

Saya pengagum Dewi Perssik. Cara dia bergoyang di atas panggung itu butuh keahlian khusus. Tidak mudah membuat banyak penonton terpana. Tapi, Ayu tidak berani untuk bergoyang seperti Dewi Perssik itu. Saya tidak punya percaya diri yang cukup untuk meniru Mbak Dewi. Ayu hanya kagum saja. Lagu dia yang saya suka adalah 'Hikayat Cinta'. Ayu juga suka bawakan.

Apa kamu siap kalau nanti menjadi bahan gosip?

Siap. Itu kan memang resiko. Ketika  saya memilih bekerja di dunia hiburan, ya harus tahu baik dan buruknya dari awal. Asal saya tidak aneh-aneh saja. Lebih hati-hati. Apa saja bisa terjadi. Tergantung niatnya dulu, kita mau ngapain. Ayu selalu ditekanin oleh orangtua  agar tidak boleh sombong,

Apa benar kamu dulu orangnya tomboy?

Hehehe… iya benar, tahu dari mana? Semenjak SMA, saya  bukan tipe cewek yang suka ke salon. Bisa dua bulan sekali ke salon. Paling hanya  dandan apa adanya. Biasanya ibu yang ribet ngurusin saya harus ke salon, untuk perawatan rambut atau perawatan badan Ayu.

Kalau tampil dalam aksi show,  aksesoris juga  nggak banyak. Cuma kalung gelang, anting, cincin tapi enggak terlalu banyak.  Sepatu juga Ayu beli sendiri. Dan beli yang murah biasanya.

Sudah punya pacar belum?

Ayu masih ting-ting, alias jomblo. Saya masih muda. Kalau saya berpikiran cari pacar nanti malah saya yang ribet. Saya masih jomblo saja sampai saat ini. Kalau  nanti saya pacaran saya takut tidak  bisa atur waktu. Nanti malah maunya pacaran terus. Saya kalau sudah punya pacar maunya berdua terus, maunya jalan terus. Nah nanti kerjaan saya gimana? Jadi sebaiknya saya tahan dulu.

Siapa yang paling berperan dibalik kesuksesan Ayu?

Kak Olga (Olga Syahputra). Dia yang suport saya habis-habisan. Dia yang bisa masukin saya ke Dahsyat. Bisa on air, dan Ayu bisa masuk ke acara-acara show. Olga bantu promosikan saya. Olga kenalkan saya dengan banyak orang yang punya acara. Belum  tentu saya bisa masuk  Dahsyat  tanpa Kak Olga.  Saya  sangat dibantu. Saya senang dan berterima kasih.

Kuliah kamu sekarang bagaimana?

Saya mahasiswi semester 3, Manajeman Ekonomi Universitas Gunadarma. Awalnya  saya tidak berniat ambil cuti. Tapi saya bingung karena  saya lihat jadwal padat banget. Kalau tidak masuk kuliah, percuma juga. Jadi saya cuti dulu. Saya  fokus dengan karir saya. Tapi saya tetap mengutamakan pendidikan. Karena saya yakin pendidikan sampai mati akan dibawa. Tapi sekarang,  saya konsen untuk karir saya dulu.

Kabarnya mau terjun juga ke dunia akting?

Saya dibantu tim manajemn saya. Saya akan jadi host, main komedi, main film juga. Tidak hanya jadi penyanyi saja, tapi jadi pemain sinetron. Saya niatkan apalagi nama saya sudah banyak dikenal.

Tapi saya  tetap butuh doa orangtua. Saya  nggak mau dikenal hanya sebentar. Saya mau perlihatkan bakat Ayu yang bukan cuma menyanyi.
Tapi saya harus menjalani semuanya dengan ikhlas. Menyanyi dari panggung ke panggung, Alhamdulillah sudah on air, off air lancar, perjalanan saya sudah panjang dan masih jauh. Jadi bukan secara instan.

TERKAIT
File Not Found
TERPOPULER
File Not Found