FOKUS

Karawang, Bandara Baru Jakarta

Lebih besar dari Soekarno-Hatta, dan akan beroperasi pada 2018.

ddd
Rabu, 16 November 2011, 00:27
Terminal II Bandara Internasional Soekarno Hatta, di Tangerang, Banten
Terminal II Bandara Internasional Soekarno Hatta, di Tangerang, Banten (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Kementerian Perhubungan berencana membangun bandara internasional di wilayah Karawang, Jawa Barat, dalam waktu dekat. Pembangunan bandara baru bertujuan mendistribusikan kepadatan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, yang setiap tahun meningkat secara signifikan.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, pemerintah memperkirakan kapasitas tampung penumpang di Bandara Soekarno-Hatta hanya bertahan hingga 2014-2005. Bahkan setelah 2018, Bandara yang telah beroperasi sejak 1985 ini tak lagi bisa menampung penumpang.

Bambang mengatakan pemerintah sedang mengkaji tiga lokasi di Karawang. Tak hanya lokasi yang dikaji, tetapi juga menguji daya dukung lingkungan, tata ruang udara, tata ruang darat, dan kesesuaian area setempat. "Sekarang semua masih dikaji," kata Bambang.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan mengatakan, pembangunan bandara dengan kapasitas lebih besar dari Bandara Soekarno-Hatta ini ini akan dilakukan paling tidak pada 2013. Sebelum 2018, diharapkan bandara baru sudah bisa beroperasi.

Selain mengkaji lokasi, tim pengkaji bentukan pemerintah juga tengah membahas model pengerjaan proyek. "Akan diputuskan apakah melalui tender, atau penunjukkan langsung," katanya kepada VIVAnews.com, Selasa 15 November 2011. Tim juga akan mengkaji apakah pengerjaan proyek ini bisa dilakukan kerja sama antara pemerintah dengan swasta (PPP), atau cukup perusahaan pemerintah saja.

Setelah dibangun, Bandara Karawang nantinya akan diperuntukkan bagi seluruh segmen penerbangan, termasuk penerbangan domestik dan internasional, seperti halnya pada Bandara Soekarno-Hatta.  "Jakarta akan menjadi kota multibandara. Maskapai tinggal pilih mau menggunakan bandara yang mana," ujarnya.

Mengurai kemacetan

Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna mengatakan, pembangunan Bandara Karawang mendesak direalisasikan. Banyak keuntungan dari proyek itu. Secara geografis, Bandara Karawang akan lebih bagus dibandingkan yang ada saat ini. Bandara Karawang bisa terintegrasi dengan jalan tol Trans Jawa, jalur kereta api lintas utara Jawa, dan pelabuhan. Bahkan dengan jalur kereta api, bandara itu sangat mudah terhubung dengan Jakarta dan Cirebon di Jawa Barat.

Yayat menambahkan, yang lebih penting pemerintah bisa memecah mobilitas dan volume kendaraan. Selama ini warga wilayah timur Jakarta yang hendak ke Bandara Internasional Soekarno Hatta harus melewati Jakarta.  Diharapkan, setelah Bandara Karawang jadi, kendaraan terpecah. "Arus kendaraan tak semuanya ke Jakarta,"  katanya.  "Dampaknya kemacetan menjadi terurai."

Keuntungan lain dibangunnya bandara itu, yaitu semakin tumbuhnya kawasan industri di kawasan Karawang, Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, dan sekitarnya. "Tentunya, tumbuh kembangnya industri kreatif yang menjadi program pemerintah turut terpacu," ujar Yayat.

Yayat menegaskan, dengan dibangunnya bandara itu, pastinya akan terjadi pengembangan wilayah baru, yang akan ikut memangkas angka pengangguran.(np)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
phantom
16/02/2012
gs mulai di bangun bandaranya,,kiduleun suryacipta
Balas   • Laporkan
putrahakka
04/01/2012
aku dengar warga kosambi menyatakan lahan yg digunakan untuk pembangunan bandar karawang adalah hutan. bukan sawah.
Balas   • Laporkan
tommykurnia
21/12/2011
Kita sebagai warga negara ga bisa selamanya skeptis soal segala bentuk pembangunan, jika selamanya memiliki pandangan yang skeptis, niscaya bangsa kita tidak akan pernah bisa maju.. Jadi lebih baik kita kawal perjalanan pembangunan bandara ini, setuju?
Balas   • Laporkan
phantom
22/11/2011
moal di jual sawah nage,,leuweung aya kneh
Balas   • Laporkan
tommykurnia | 21/12/2011 | Laporkan
ah, kamari2 oge, samemeh aya rencana pembangunan bandara, sawah mah loba nu geus di jarualan....
demarda
20/11/2011
saya dukung aja, semoga dengan adanya bandara karawang itu, nantinya ada hal baik yang bisa diambil warga karawang.
Balas   • Laporkan
dayut
17/11/2011
akur bro, asal jgn areal sawah diwilayah utara krawang yg dijadikan bandara
Balas   • Laporkan
pilot_cupu
16/11/2011
Bangun bandara lagi!?Inisih akal-akalan nyari proyek! Soetta aja dimaksimalkan dulu... banyak area yg bisa dimaksimalkan kalau mau! mengatasi kemacetan? Bangun sistem transportasi massal yg cepat, nyaman, dan murah!
Balas   • Laporkan
plungkie | 16/11/2011 | Laporkan
Setuju. Ini akal2an proyek. Cengkareng masih bisa dikembangkan dengan perluasan lahan dan yang paling penting, bangun kereta api/MRT ke sana. Jauh lebih murah daripada bikin bandara baru.
samiaji.bambang
16/11/2011
Pemerintah tentu tidak bodoh. Saya yakin lahan yang akan digunakan untuk bandara pasti bukan lahan sawah produktif. Walaupun secara tidak langsung akan berimbas ke luas lahan produktif, karena orang akan masuk lebih luas ke karawang. Semoga cepat berjal
Balas   • Laporkan
plungkie | 16/11/2011 | Laporkan
Itu meragukan, mengingat pemerintah selama ini membiarkan konversi lahan pertanian menjadi perumahan/industri.
Yusuf Aminnurdin
16/11/2011
Perencanaannya hendaknya untuk 100 tahun kedepan bukan 30 tahun seperti Soetta
Balas   • Laporkan
nananhermawan
16/11/2011
sebagai warga karawang sangat setuju dengan rencana pembangunan bandara di karawang tetapi harus di barengi dengan pembangunan insprastruktur yang lainnya......
Balas   • Laporkan
baronnikko | 03/03/2012 | Laporkan
akur bro, asal bupatinya jangan yg doyan tidur, prasarana jln dikota krw aja amburadul, mungkin nunggu korban jiwa dulu baru dia bangun.


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id