FOKUS

Esemka Teruji, Bukan Mobil Odong-odong

Selama test drive, mobil diklaim nyaman dan aman untuk dikendarai.

ddd
Rabu, 29 Februari 2012, 22:14
Selama uji coba, mobil Esemka diklaim nyaman dan aman dikendarai.
Selama uji coba, mobil Esemka diklaim nyaman dan aman dikendarai. (VIVAnews/Fajar Shodiq)

VIVAnews - Satu tahapan uji coba sudah dijalani mobil karya anak bangsa, Esemka Rajawali. Menempuh perjalanan Solo-Jakarta pulang pergi, mobil karya siswa sekolah menengah kejuruan di Solo itu "sukses" diuji ketangguhan mesinnya.

Setidaknya, selama test drive, mobil diklaim nyaman dan aman untuk dikendarai. "Tidak ada hambatan maupun masalah, baik rem, kopling, persneling, ban, dan lainnya. Mengisi angin ban saja tidak," kata Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo yang duduk di balik kemudi mobil Esemka selama uji coba.

Hasilnya, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, mengungkapkan bahwa Esemka telah memenuhi standar umum uji emisi.

"Standar biasa sudah mereka penuhi. Untuk standar yang lebih, yaitu Euro 2, akan terus kami dorong," kata Menristek usai pembukaan seminar Ekspose Hasil Riset Industri di Kantor BPPT, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

Apa yang dilakukan pembuat Esemka merupakan bentuk kemandirian teknologi. Kementerian Ristek juga sudah mengirim tim untuk mengembangkan mobil buatan siswa SMK 2 Solo tersebut.

Bahkan, mobil Esemka Rajawali bisa menjadi produk industri dengan kapasitas produksi lebih besar dari jumlahnya saat ini. Kementerian Ristek akan melihat kelebihan dan kekurangan produk anak bangsa tersebut. "Tapi. kekurangannya itu yang penting, karena untuk pengembangan," ujar Hatta.

Mobil Esemka tersebut nantinya akan didekatkan dengan kalangan industri. Hatta berharap ada perusahaan lain yang mendukung pengembangan mobil Esemka itu. 

Meski bukan kategori industri besar, karena kapasitas produksinya baru ratusan unit, Hatta tetap mendukung pengembangan mobil itu. "Ristek mulai kembangkan SDM-nya," katanya.

Selama mengikuti uji emisi di Balai Termodinamika Motor dan Sistem Propulsi (BTMP) Puspiptek, Serpong, Tangerang, mobil karya pelajar SMK 2 Solo itu mengikuti proses prakondisi atau normalisasi. Uji emisi meliputi tiga hal yaitu mengukur angka CO2, CO, dan NOX, yang dihasilkan mobil berkapasitas mesin 1.500 cc itu.

"Kami lakukan uji emisi dengan standar Euro 2. Ini sesuai standar di Indonesia. Kalau di negara barat standarnya sudah Euro 3 dan 4," ucap Anis Supono, penguji mobil Esemka Rajawali.

Uji emisi tersebut dibagi dalam dua kategori, yakni saat kendaraan di dalam kota dan luar kota. Untuk keadaan di dalam kota, diukur dengan kecepatan 15, 30, dan 50 kilometer. Sementara itu, untuk di luar kota, emisi diukur dengan kecepatan 50, 70, 100, dan 120 kilometer.

"Dari situ kami baru menentukan, apakah mobil ini memenuhi ambang batas atau tidak," ujarnya.

Seakan tak mau sejengkal pun mundur, Walikota Solo, Joko Widodo, justru makin bersemangat. "Tak ada langkah mundur bagi mobil Esemka," ujar dia.

Kemampuan Esemka menempuh perjalanan darat antarkota dan antarprovinsi diklaimnya sebuah bukti. Dia pun sengaja tak mengangkut Esemka dengan trailer selama menjalani uji emisi di Serpong, Tangerang. "Kami ingin menunjukkan, mobil ini memang bukan mobil odong-odong," tuturnya.

Jokowi, sapaan Joko Widodo, berharap surat dari Ditjen Perhubungan Darat segera diterima agar mobil Esemka bisa cepat berproduksi. Dia berdalih, makin cepat surat hasil uji emisi keluar, makin cepat pula membangun merek dan industri otomotif nasional.

Sebelumnya, Juliaman P, Kepala Pengujian Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, mengatakan pihaknya tidak bisa mempublikasikan hasil uji emisi itu sebelum melakukan analisis mendalam mengenai seluruh persyaratan yang harus dipenuhi mobil tersebut. "Tunggu saja. Belum bisa kami sampaikan," ujarnya, Senin lalu.

Direktur Transportasi BTMP, Prawoto, mengatakan, pihaknya tidak berhak menyatakan lulus atau tidak atas sebuah mobil yang diuji. Sebab, hasil uji emisi itu diserahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk dipertimbangkan. "Tergantung dari permintaan customer, jika diperbolehkan dipublikasikan, ya kami buka," ujarnya.

Mengenai hasil uji emisi, Prawoto melanjutkan, tidak lama. "Setelah tes, hasilnya sudah bisa dilihat. Hanya saja, hasil harus diserahkan dulu kepada Kementerian Perhubungan," ujarnya.

Irit bahan bakar
Acungan jempol banyak dialamatkan untuk mobil Esemka yang melaju selama uji coba perjalanan darat Solo-Jakarta pulang pergi. Sambutan masyarakat itu makin membesarkan hati Jokowi dan pembuatnya, siswa SMK.

Di semua jalur yang dilalui, banyak masyarakat yang memberikan dukungan moril. Mereka juga memotret melalui kamera telepon seluler. Sambutan luar biasa juga terlihat ketika mobil Esemka kembali ke Solo. Di gerbang masuk kota, prosesi penyambutan meriah pun digelar.

Wujud kebanggaan terhadap mobil Esemka terlihat dari sambutan pelajar dan masyarakat yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Mereka berdiri di pinggir jalan yang dilalui iring-iringan mobil Esemka, mulai dari Kleco hingga Solo Techno Park.

"Saya terharu dengan sambutan warga Solo. Ini sebagai bentuk penghargaan terhadap mobil karya siswa SMK,” kata Rudy, sapaan Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Roy Suryo, yang bergantian mengemudikan mobil Esemka dengan Rudyatmo dari Solo-Jakarta dan sebaliknya, juga mempunyai pengalaman tersendiri. Selama mengemudikan mobil Esemka, konsumsi bahan bakar diklaim irit.

Roy Suryo pun mengaku puas dengan performa mesin mobil Esemka. "Selama perjalanan tak ada masalah, temperatur, rem, dan handling semuanya lancar," kata Roy.

Performa mesin dan suspensi mobil Esemka dengan kapasitas 1500 cc itu, lanjut Roy, cukup nyaman dan cocok untuk perjalanan dalam kota. Konsumsi bahan bakar bisa mencapai 8 kilometer untuk setiap liternya.

Bahkan, beberapa kali sempat mencapai 1 liter untuk 12 kilometer. "Secara objektif, kapasitas 1500 cc bisa sampai 1:11," ujarnya.

Rudy pun berharap pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Darat segera mengeluarkan sertifikat uji tipe. Harapannya agar mobil tersebut bisa segera diproduksi secara massal. "Saya sih optimis lulus uji emisi,” kata dia.

Jika lolos uji emisi secara keseluruhan, paling lambat Juni semua perlengkapan infrastruktur pembuatan mobil Esemka sudah rampung. Pada bulan itu pun, kegiatan produksi mobil sudah bisa dilakukan. 

Harapannya, Rudy melanjutkan, mobil Esemka sudah bisa diluncurkan pada perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, Agustus nanti. "Ini sesuai target Pak Jokowi," ucapnya. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
mimemute
02/03/2012
malay mmg tdk nyolong tapi maksa mitsubishi utk bikin mobnas malay.. proton saga 1997 itu fotocopy abis mitsu lancer.. tiap tahun dirubah sedikit demi sedikit sekarang proton sdh bentuk ori proton.. sby brani maksa pk jhony sm pk subronto gak ?
Balas   • Laporkan
sammi
01/03/2012
Stlh diuji, MEMANG mobil esemka adlh mobil odong2. Kadar emisi jauh dari batas. spareparts & body, semua dari China. Kalau benar buatan Indo, mana mold (mal) & tempat pencetakannya, pabrik sparepartnya mana? Begini masih berani nyalahin Malaysia nyolong!
Balas   • Laporkan
hs1606 | 02/03/2012 | Laporkan
mobil rakitan ya rakitan, harus jujur dari awal dong, jgn ngaku-ngaku produksi dalem negri, mending ngurusin proyek lain yg lebih bermanfaat bagi orang banyak
adhie_japannez | 01/03/2012 | Laporkan
dasar tambi sammi kurang pengetahuan, malaysia mah emang raja nyolong... toh itu juga awal mula dari esemka... toh jg sparepart na di beli semua bukan di nyolong kayak malaysia... proton ajha jd taksi di indonesia... lool
kapolsek
01/03/2012
Masyarakat uda gemas sama Pemerintah yg tidak peduli dg mobnas. Perbandingan PROTON lahir 7 Mei 1983 dari gagasan Dr. Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia berdasarkan ide beliau kepada presiden Mitsubishi saat itu. Presiden RI bgmn nih??
Balas   • Laporkan
mimemute | 02/03/2012 | Laporkan
setuju.. hanya jerman yg mulai bikin mobil dari nol.. jepang cina malay bikin mobil copy paste dulu baru dimodif..
datuk99
01/03/2012
Ya dicoba dulum selama 2-3 tahun, baru berani berbangga.. sekarang masih terlalu dini untuk berbangga... terbukti mobil nasional yang dulu-dulu tidak berkualitas...
Balas   • Laporkan
yongky.bachtiar
01/03/2012
tolong donk buatin mobil yg hargana 20 jutaan, kayak di India Tata Nano, biar gua bisa beli
Balas   • Laporkan
brian09
01/03/2012
kang ESBEYE g pngn beli ya? atau gengsi dngn produk sndri?
Balas   • Laporkan
soeriadikoesoemah
01/03/2012
kalo udah di produksi massal, jangan lupa service nya ditingkatkan. supaya masyarakat bisa benar2 "percaya" pada mobil buatan kita
Balas   • Laporkan
rahmatti
01/03/2012
mau pesen belum ada uangnya....
Balas   • Laporkan
adzhen
01/03/2012
Sukses terus buat pak Jokowi, Mudah-mudahan harganya lebih terjangkau lagi ya pak supaya rakyat jelata juga bisa merasakan naik mobil buatan anak negeri,wkwkkwkwkkw
Balas   • Laporkan
ss1_mayda
01/03/2012
Kami di medan dah gak sabar pengen beli mobil made in Indonesia...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com