FOKUS

Pemilu Presiden, Timor Leste Memanas

Ada 13 kandidat bersaing. Calon unggulan Ramos Horta, Taur M Ruak, dan Francisco Guterres.
Minggu, 4 Maret 2012
Oleh : Bayu GalihAlexandre Assis Pangma
Kampanye calon presiden Timor Leste

VIVAnews - Pemilu Presiden di Timor Leste kurang dari dua pekan lagi. Tapi kampanye yang dilakukan sejumlah calon presiden mulai memanas. Aksi protes dan saling tuding mulai dilancarkan oleh tim dari masing-masing kandidat.

Ketua Umum Penyelenggara Pemilu Timor Leste atau Commisaun Nacional de Eleiçoens (CNE), Faustino Gomes, mengatakan telah terjadi pelanggaran, sejak kampanye pemilu presiden dimulai pekan lalu. Pelanggaran yang dilakukan para pendukung capres itu pula yang menjadikan pemilu memanas.

Faustino Gomes mencontohkan, pada hari pertama kampanye Capres Taur Matan Ruak, terjadi pelanggaran. "Ada di antara pendukung Taur Matan Ruak, yang membawa serta atribut keagamaan seperti salib dan patung simbol keagaamaan, selama berlangsungnya kampanye. Ini sama sekali tidak diperbolehkan. Kami akan menegur tim sukses Capres Taur Matan Ruak," kata Gomes di Dili.

Tapi tudingan pelanggaran itu dibantah oleh tim kampanye Taur Matan Ruak. José Antonio Belo, salah seorang koordinator tim sukses Taur Matan Ruak kemudian meminta tuduhan pelanggaran itu dibuktikan, dan ditunjukkan kepada publik.

Belo kemudian malah menyerang balik dan mempertanyakan netralitas KPU-nya Timor Leste itu. Karena di hari pembukaan kampanye, bukan hanya pendukung Taur Matan Ruak yang memenuhi jalanan di kota Dili, tapi juga pendukung capres lain.

"Saat ini, masa pra-Paskah bagi umat Katholik di Timor-Leste. Bisa jadi, secara bersamaan ada sekelompok orang yang tengah membawa sejumlah atribut atau simbol agama Katolik itu di jalanan," bela Belo.

Protes terhadap Taur Matan Ruak tidak hanya disampaikan penyelenggara pemilu. Sekretaris Jenderal Partai Fretilin, Mari Alkatiri, mempermasalahkan atribut militer yang dikenakan Taur Matan Ruak.

Namun, Belo tak terlalu pusing menanggapi protes Alkatiri. "Yang jelas, baju loreng dikenakan Taur Matan Ruak dalam poster itu, bukan seragam dinas resmi F-FDTL (angkatan bersenjata Timor Leste, red.) saat ini. Baju loreng dalam poster itu, yang dulu dipakainya selama bergerilya di belantara hutan Timor-Leste," jelas Belo.

Sempat terancam batal


Tapi masalah di Timor Leste bukan hanya disebabkan oleh aksi saling tuding para pendukung capres. Akibat kondisi kesehatan salah satu capres yang semakin kritis, Pemilu di Timor Leste pun terancam batal.

Adalah Francisco Xavier do Amaral, capres dari Timorese Social Democratic Association, yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares, Dili, yang membuat sibuk semua orang.

Berdasarkan pasal 26 UU Pemilu, jika seorang capres meninggal atau tidak dapat melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik, proses Pemilu harus dibatalkan dan mulai dari awal.

Presiden Jose Ramos Horta telah mendesak pemerintah dan Parlemen Nasional segera mengamandemen UU itu. Parlemen Nasional pun bertindak cepat, dan sejak Kamis kemarin mulai membahas soal amandemen.

Tiga calon kuat

Ada 13 kandidat bersaing untuk menjadi presiden di bekas propinsi ke-27 RI itu. Dari 13 kandidat, ada sejumlah nama yang diunggulkan. Capres unggulan itu adalah Presiden incumbent José Ramos Horta, mantan Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste Taur Matan Ruak, serta capres dari Partai Fretilin Francisco Guterres Lu-Olo.

Presiden Ramos Horta diprediksi masih sebagai kandidat kuat. Sebagai perbandingan, di Pemilu tahun 2007 silam, Ramos Horta meraih 69,18 persen.

Ramos Horta sendiri sempat bimbang dan terkesan enggan mencalonkan diri. Tapi penerima Nobel Perdamaian 1996 ini akhirnya berubah pikiran setelah menerima petisi lebih dari 100 ribu orang yang memintanya kembali memimpin.

Calon dari Fretilin, Francisco Guterres diperkirakan akan jadi pesaing ketat Horta. Selama ini, Gutteres memang oposisi pemerintahan Horta. Di pemilu 2007 lalu, Guterres sempat menang di putaran pertama saat meraih 27,89 persen. Tapi di putaran kedua Guterres kalah dari Horta, dan hanya meraih 30,82 persen suara.

Tapi, mengutip ABC News, sebuah sumber yang dekat Horta menyebutkan saat Ramos Horta memutuskan ikut pencalonan, suara Fretilin akan terpecah, terbagi untuk Horta dan Guterres.

Calon lain yang diunggulkan adalah Taur Matan Ruak. Mayor Jenderal yang memiliki nama asli Jose Maria Vanconcelos ini adalah panglima Angkatan Bersenjata (F-FDTL) selama lebih dari sepuluh tahun.

Sebelum terbentuk negara Timor Leste, Taur Matan Ruak adalah panglima FALINTIL, angkatan bersenjata yang berusaha melepaskan diri dari Indonesia. Sebagai mantan pejuang FALINTIL, tak heran jika Perdana Menteri Xanana Gusmao memberikan dukungan kepada Taur Matan Ruak.

Partai pimpinan Xanana, Congresu Nacional de Reconstrusaun Timorense (CNRT), kemudian memberikan dukungan kepada Taur Matan Ruak. Alasan dukungan diberikan karena Taur Matan Ruak telah lebih dari 24 tahun bersama rakyat Timor-Leste menjaga stabilitas keamanan.(np)

TERKAIT
File Not Found
TERPOPULER
File Not Found