FOKUS

Polisi Penerima "Uang Damai" Dibebastugaskan

Saat membayar denda, direkam dengan kamera tersembunyi.

ddd
Jum'at, 5 April 2013, 23:09
Anggota Polantas Bali kedapatan menerima
Anggota Polantas Bali kedapatan menerima (Youtube)
VIVAnews - Kepolisian Daerah Bali membebastugaskan anggota polisi penerima "uang damai". Ini menyusul beredarnya video di Youtube yang menayangkan anggota Polantas Bali tengah menerima "uang damai" saat menilang turis asal Belanda yang tak menggunakan helm.

Tak hanya menilang, anggota itu juga sempat menraktir si turis bernama Van Der Spek itu dengan uang hasil tilangnya. "Kami sangat menyesalkan peristiwa itu," kata Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Hariadi kepada VIVAnews.

Hariadi mengatakan, institusinya memberi sanksi tegas atas tindakan tak terpuji anggotanya.

Apa sanksi buat petugas nakal itu? Hadiadi berjanji akan memberi sanksi sesuai kententuan yang berlaku. Sekarang polisi itu sedang diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan. "Kami lihat sejauh mana nanti hasil penyelidikan."

Tilang Rp200 Ribu
Dalam video yang diunggah pada 1 April itu, si polisi itu fasih berbahasa Inggris. Dia kemudian menjelaskan jika pelanggaran itu diurus ke pengadilan, maka turis ini harus membayar denda Rp1,25 juta. Namun jika bayar di pos polisi hanya Rp200 ribu.

Dalam video ini, Van Der Spek mengatakan tidak mau berurusan dengan pengadilan. Dia bersedia membayar denda Rp200 ribu. Tentu saja saat membayar semua direkam dengan menggunakan kamera tersembunyi.

Usai membayar, Polisi ini kemudian menawarkan keramahannya dengan membelikan turis Belanda ini bir dari uang hasil tilang itu. "Saya akan membelikan kamu bir. Rp100 ribu ini untuk bir, Rp100 ribu untuk pemerintah saya," ujar polisi itu dalam bahasa Inggris.

Akhirnya oknum polisi bersama seorang temannya dan turis Belanda minum bir bersama di pos polisi.

Siapa mereka?
Kepala Sub Bagian Humas Polres Badung, Bali, Ajun Komisaris Made Dina mengkonfirmasi bahwa polisi  itu adalah Aipda Komang Sarjana. "Ya, dia memang bertugas di Polres Badung," kata Dina.

Dina enggan berkomentar lebih jauh tentang perilaku Aipda KS. Sebab, petugas yang mencoreng citra Polri itu tengah menjalani pemeriksaan.

Sedangkan turis itu, dari data yang dihimpun VIVAnews, bernama lengkap Kees Van Der Spek. Dia seorang jurnalis televisi Belanda yang khusus membuat liputan investigasi kriminal.

Pria kelahiran 1964 itu menjadi jurnalis pada program bertajuk "Peter R. de Vries." Program ini menayangkan berita investigasi rahasia.

Soal riwayat pendidikannya, Van Der Spek adalah lulusan NHTV Breda, European School of Bergen New York, CSG Oude Hoven Gorinchem, Moderne Humaniora Bujumbura, dan Vrije Atheneum Paramaribo.

Meski demikian, Polda Bali belum bisa memastikan profesi Van Der Spek sesungguhnya. "Kami belum dapat datanya," kata Hariadi.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
malikpoi
07/04/2013
Seharusnya Kees van Der Spek dg kemampuanya dapat menjebak sekelas Kombes, kasian Komang orang yg lugu,padahal dia menjalankan sistem yg sdh ada sejak lama.benar kasian si Komang.
Balas   • Laporkan
diana69
07/04/2013
Ini bkn sesuatu yg br krn memang spt itulah oknum2 yg ada dikepolisian mrk para oknum hanya bs memikirkan kepentingan pribadi dg cara memeras, mrk sdh tdk bs berfikir lg bahwa mrk itu adalah pengayom masyarakat bkn pemalak
Balas   • Laporkan
hoheeh
07/04/2013
ah saking apes aja tu orang, pdhl semua temen2nya juga gitu semua...
Balas   • Laporkan
bodoamat
06/04/2013
polisi kaya gini mah banyak..makanya sering disumpahin masyarakat..
Balas   • Laporkan
belakebenaran
06/04/2013
msh banyak polisi dijalan yg kayak gituan di NKRI ini
Balas   • Laporkan
rizal.aprianzah
06/04/2013
kapok kowe....polisi lagi..polisi lagi...dari korupsi cere sampai korupsi model paus...
Balas   • Laporkan
jadul
06/04/2013
sebenarnya tidak hanya di BALI pak? di daerah lain juga ada
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com