FOKUS

Sosok Menteri Keuangan Baru Menurut Hatta Rajasa

"Selain konsumsi yang tinggi, investasi juga diharapkan meningkat."
Selasa, 14 Mei 2013
Oleh : Mohammad Adam, Dwifantya Aquina , Arie Dwi Budiawati, Alfin Tofler, Nina Rahayu, Iwan Kurniawan
Gedung Kementerian Keuangan.

VIVAnews - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, menyatakan bahwa Menteri Keuangan definitif yang baru akan dilantik baru pada pekan ini.

Saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, senin 13 Mei 2013, Hatta menjelaskan bahwa penunjukkan Menteri Keuangan yang menggantikan Agus Martowardojo itu sudah dilakukan dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin segera melantiknya. "Presiden sudah menetapkan dalam minggu ini akan segera melantik Menkeu baru," ujar Hatta.

Hatta juga membantah bahwa pelantikan Menkeu pekan ini berkaitan dengan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RUU APBN-P) yang akan diserahkan dan dibahas bersama DPR mulai esok.
"Itu tidak berkaitan dengan RAPBN-P. Itu sudah dijadwalkan begitu," kata Hatta, Senin, 13 Mei 2013.

Namun, Hatta tidak menyebutkan siapakah yang akan dilantik menjadi Menteri Keuangan baru oleh Presiden.

Sempat beredar kabar bahwa Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad wibowo telah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Agus Martowardojo. Namun isu pemberitaan itu langsung dibantah oleh Hatta.
"Dradjad Wibowo mau jadi Menkeu, itu tidak betul," kata Hatta.

Dia menegaskan bahwa Menteri Keuangan yang baru ini akan berasal dari kalangan profesional. "Yang pasti dia tidak dari parpol," kata Hatta.

Maka segala spekulasi dan kemungkinan yang mengarah kepada Dradjad pun jadi terpatahkan. Sebab, Dradjad merupakan pejabat elit di PAN, selain itu ia kini sedang berada di luar negeri untuk keperluan tugas dan pekerjaannya.
"Menkeu dilantik besok," kata Hatta.

Memahami Peningkatan Investasi

Meski tidak mau menyebutkan siapa yang telah ditunjuk itu, Hatta memaparkan kriteria orang yang bakal dilantik oleh SBY menjadi bendahara negara tersebut.

"Orang tersebut harus memiliki integritas dan kapabilitas, serta memahami pertumbuhan perekonomian kita. Kewenangan Kementerian Keuangan dalam undang-undang sangat besar, termasuk kebijakan fiskal yang berkaitan dengan penanaman investasi," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi, Firmanzah. Menurut Firmanzah, Presiden SBY telah mengkaji dan mempertimbangkan dengan matang penunjukkan Menteri Keuangan yang baru ini bersama staf, Menko Perekonomian, dan Wakil Presiden Boediono.

"Tunggu saja, Presiden akan mengumumkannya. Saya tidak menjelaskan lebih banyak," kata Firmanzah kepada VIVAnews.

Menurut Firmanzah, syarat Menteri Keuangan sebagaimana yang ditegaskan oleh SBY dalam beberapa kesempatan adalah mampu menjaga kondisi fiskal tetap sehat dan harus bisa mendorong peningkatan investasi untuk meraih pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di Indonesia.

"Selain konsumsi yang tinggi, investasi juga diharapkan meningkat. Keduanya ini sangat potensial jadi motor utama pendorong pertumbuhan," kata Firmanzah.

Dari penjelasan Hatta maupun Firman tentang sosok Menteri Keuangan tersebut jelas disebutkan orang tersebut harus memahami berbagai upaya meningkatkan penanaman investasi.

Apakah hal ini berarti figur yang dimaksud adalah Chatib Basri, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, yang sehari-hari memang pekerjaannya berkaitan dengan penanaman investasi? 

Belum jelas, yang pasti nama Chatib sudah sejak awal, ketika Presiden memerintahkan Agus menjadi Gubernur Bank Indonesia,  disebut-sebut bakal menjadi Menteri Keuangan. Presiden SBY juga dikabarkan terkesan pada kemampuan Chatib, khususnya di bidang makro ekonomi dan ekonomi politik.

Selain Chatib, ada juga beberapa nama lain yang sempat disebut-sebut sebagai calon menkeu, antara lain Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, mantan Gubernur BI Darmin Nasution, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar. Bahkan nama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Armida Alisjahbana, juga disebut. (Baca juga: Teka-teki Menteri Keuangan Baru Pengganti Agus Marto)

Meski dikabarkan merupakan calon Menteri Keuangan yang paling kuat, Chatib tidak mau menanggapi hal tersebut. Kepada VIVAnews, Senin 13 Mei 2013, Dia menyatakan, Presiden mempunyai wewenang penuh menunjuk siapa pun untuk menjadi pembantunya di kabinet. Meski disebut-sebut sebagai sosok yang potensial menjabat Menteri Keuangan pengganti Agus Martowardojo, Chatib tak mau berkomentar soal itu.

"Nanti saja, menunggu kepastian dari Presiden. Saya tidak mau berandai-andai," ujar Chatib.

Hatta pun tak mau memberikan komentar ketika disinggung nama ini. Saat ditanya jika kriteria dan syarat untuk Menteri Keuangan yang baru itu mengarah pada Chatib, Hatta hanya tertawa.  "Kalau Presiden tidak menyebutkan, saya pun tidak akan menyebutkan," kata Hatta.

Pertemuan Mendadak

Senin sore, Chatib tiba-tiba datang ke Kementerian Koordinator Perekonomian, menemui Hatta.

Para pewarta yang sedang menunggu rapat koordinasi pangan terkejut dengan kehadirannya.  Apakah Chatib akan mengikuti rapat koordinasi tentang pangan yang diikuti sejumlah menteri yang dipimpin Hatta? "Tidak, saya ada perlu dengan Pak Hatta." 

Ketika ditanya apakah pertemuannya dengan Hatta terkait penunjukannya sebagai Menteri Keuangan yang baru, Chatib hanya menjawab "Siapa yang bilang begitu?".

Sumber VIVAnews mengungkapkan bahwa Hatta sedianya harus bertemu Ketua Badan Pemeriksa Keuangan untuk membahas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat tahun 2012 pada hari Selasa, 14 Mei 2013.

"Seharusnya yang datang adalah Hatta, karena dia PLT Menteri Keuangan. Tapi kalau besok dilantik Menteri Keuangan yang baru, maka yang datang kemungkinan bukan Hatta. Atau bisa saja Hatta bersama Menkeu baru yang akan datang."

Kemungkinan, lanjut sumber itu, dalam pertemuan tersebut Hatta juga sekalian memberikan "pembekalan" kepada Chatib tentang materi pertemuan dengan BPK.

Namun, seusai melakukan pertemuan, Hatta menjelaskan pertemuannya dengan Chatib hanya membahas Daftar Negatif Investasi. Ia enggan menjawab apakah dalam pertemuan tersebut juga membicarakan posisi Chatib sebagai Menkeu. "Tunggu saja besok ketika Presiden sendiri yang mengumumkannya." 

 

TERKAIT
File Not Found
TERPOPULER
File Not Found