FOKUS

Perang Mobil Murah Malaysia Vs Indonesia

Ada kabar mobil itu akan dapat "donor" dari Daihatsu Ayla dan Mira ES.
Rabu, 28 Agustus 2013
Oleh : Sandy Adam Mahaputra
Daihatsu Ayla
VIVAnews - Gonjang-ganjing kehadiran mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia rupanya terdengar sampai negeri jiran, Malaysia.

Sadar bakal jadi ceruk menggiurkan untuk pasar lokal di tengah melemahnya perekenomian global, Malaysia pun mengumumkan akan membuat mobil murah melalui produsen dalam negeri, Otomobil Kedua Sdn Bhd (Perodua).

Pengumuman itu diungkapkan langsung oleh orang nomor satu di negeri melayu, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak. "Perodua akan meluncurkan model terbaru tahun depan. Mobil itu akan menjadi mobil termurah pasar lokal Malaysia," kata Najib Razak dilansir Bernama, Selasa 27 Agustus 2013.

Langkah ambisius itu tidaklah main-main, sebab perusahaan mobil nasional kedua itu telah menginvestasikan RM 1.3 miliar (Rp4 triliun) untuk membangun pabrik baru yang akan memproduksi model dengan harga terjangkau.

Pabrik yang berada di Sungai Choh, utara dari Rawang mulai beroperasi pada Oktober mendatang. Perodua saat ini mengekspor 10.000 unit mobil per tahun, dengan adanya pabrik baru diharapkan jumlah meningkatkan dua kali lipat.

"Saya berharap pabrik baru itu akan membantu Perodua mengekspor lebih banyak mobil, terutama ke negara-negara tetangga," ujarnya.

Meski mobil murah Perodua itu baru akan dilempar ke pasar awal tahun depan, mereka berharap persiapan yang cukup matang itu bisa menyalip "booming" mobil murah di Indonesia, di mana diketahui regulasi pemerintah soal LCGC sampai saat ini belum juga jelas. Sehingga mobil murah yang sudah digembar gemborkan ke publik tetap saja tidak bisa dijual.

Najib mengungkapkan kalau strategi Perodua selama ini telah fokus pada pasar 'niche', sehingga sudah saatnya bersiap memproduksi mobil kompak berkualitas, serta menemukan cara untuk mengurangi biaya produksi.

Perodua telah bekerja sama dengan 130.000 pihak yang terdiri dari vendor dan dealer. Artinya dengan amunisi baru, mobil murah diharapkan bisa mengeruk keuntungan lebih banyak lagi serta menyuburkan industri otomotif Malaysia.

Yang perlu dilakukan Perodua sekarang, kata dia, mempelajari struktur biaya dan model bisnis sehingga bisa lebih efisien untuk bersaing di pasar yang telah menjadi kompetitif dan lebih liberal.

Dia menambahkan, kementerian Perdagangan Internasional dan Industri juga telah mendorong para produsen mobil untuk secara sukarela mengurangi harga. "Kita dapat menawarkan harga mobil kompetitif dan biaya yang lebih rendah untuk dapat diteruskan kepada rakyat," katanya.

Rupa mobil murah Malaysia

Meski begitu belum diketahui secara pasti spesifikasi mobil murah Perodua yang dimaksud Najib Razak. Tapi kemungkinan besar jenis A-segmen, hatchback lima penumpang.

Dilaporkan Paultan, mobil murah itu bakal menjadi suksesor Perodua Viva. Sebelumnya, city car ini memiliki nama "Mini Myvi" atau dikenal dengan sebutan Kancil atau Kelisa.

Memiliki bodi yang sempit serta fitur pas-pasan membuat Kancil mulai ditinggalkan pasar lokal, meski dari segi harga sangat terjangkau di bawah Rp100 juta. Konsumen di sana rupanya setuju dengan istilah ada uang maka ada barang, artinya harga murah sudah pasti mobil itu ala kadarnya.

Tren penjualan Kancil terus menurun, tercatat di 2003 hanya 100.000 per tahun menjadi 60.000 per tahun di 2006. Sadar mulai ditinggalkan, perusahaan akhirnya merombak total dengan menyodorkan Perodua Viva pada 2007.

Kini di tengah kebutuhan pasar yang besar terhadap mobil harga terjangkau dan irit BBM terutama negara berkembang, Perodua ingin merombak lagi Viva agar lebih punya "taring" merebut ceruk mobil kompak (perkotaan).

Spekulasi berkembang, mobil itu bakal mendapatkan "donor" dari Daihatsu Mira ES, dan Ayla. Daihatsu memang bermitra dengan Perodua untuk bermain di pasar Malaysia, di mana Daihatsu Sirion yang dijual di sana berganti nama menjadi Myvi.  

Ayla merupakan mobil murah Daihatsu di Indonesia yang menggunakan mesin 3 silinder 1.000 cc 1KR-DE  bertenaga hingga 65 Ps pada 6.000 rpm, dengan torsi maksimum 8,7 kgm pada 3.600 rpm. Dapur pacu itu dikawinkan dengan pilihan lima percepatan manual serta empat percepatan otomatis.

Jika spekulasi itu tetap, tentu dari segi model tidak jauh berbeda dengan Ayla dan harga yang ditawarkan bisa di bawah Rp100 juta. Saat dikonfimasi mengenai hal itu, Perodua belum mau berkomentar, mereka memilih menutup rapat-rapat wujud mobil murah tersebut.

Ambisi Malaysia membuat mobil murah tentu membuat persaingan industri otomotif kedua negara serumpun menjadi sengit. Adapun perkembangan terakhir kapan LCGC bisa mulai dijual, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mengaku telah mengundang para Agen Pemegang Merek (APM) untuk mengikuti program LCGC. Mereka yang berpartisipasi akan mendapat insentif pajak dengan persyaratan tertentu.

"Saat ini sedang dilaksanakan verifikasi (audit) untuk Agya dan Ayla. Mulai dari komitmen investasi APM, kandungan komponen lokal serta persyaratan teknis mobil seperti konsumsi BBM minimal 20 km/liter," kata Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin.

Sedangkan Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor, Sudirman Maman Rusdi mengakui dua mobil tersebut sedang dalam tahap verifikasi. "Sepertinya prosesnya sudah lebih 50 persen, mudah-mudahan bulan depan (September 2013) bisa mulai dijual," kata dia.

Untuk APM lain yang berminat dengan program mobil murah seperti Honda, Suzuki dan Datsun sedang dalam proses pembangunan pabrik baru sebagai salah satu syarat komitmen investasi. Jika pabrik selesai, dan mobilnya sudah didaftarkan, Kementerian akan melakukan verifikasi.(np)
TERKAIT
File Not Found
TERPOPULER
File Not Found