FOKUS

Suriah di Titik Serang Amerika Serikat

Obama menyiapkan argumen kuat menyerang Suriah. Kongres belum setuju.

ddd
Minggu, 1 September 2013, 21:19
Bocah tentara di Suriah
Bocah tentara di Suriah (Sipa USA/ Rex Feature/ Daily Mail/ Sebastiano Tomada)
VIVAnews - Orang nomor satu di Amerika Serikat, Presiden Barack Obama rupanya sudah tak sabar untuk segera menyerang Suriah, dan menjatuhkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Upaya AS dan sekutunya membungkam Suriah memang sudah terpendam sejak lama, tapi selalu menemui kegagalan di Dewan Keamanan (DK) PBB, terutama karena dijegal Rusia dan China.

Peluang menyerang terbuka lagi, setelah ada dugaan rezim Assad menggunakan senjata kimia saat berperang dengan tentara oposisi beberapa waktu lalu. Hal tersebut seakan menjadi "tiket emas" bagi AS untuk melakukan penyerangan.

Tapi keinginan kuat itu tidak bisa direalisasikan secepatnya. Obama harus menunggu persetujuan Kongres terlebih dahulu. Stasiun berita Al Jazeera mengabarkan, Sabtu 31 Agustus 2013, Obama menyiapkan berbagai bukti yang akan dibawa menghadapi anggota Kongres. Dia berharap bukti itu dapat berbuah dukungan Kongres untuk menyerang Suriah.

Ide untuk menyerang Suriah disampaikan Obama pada Jumat kemarin, 30 Agustus 2013. Saat itu dia mengatakan AS akan melakukan serangan terbatas. "Saya yakin bahwa kami dapat menahan rezim Assad dan membuatnya bertanggung jawab dalam penggunaan senjata kimia".

Namun dia tidak menyebut serangan terbatas macam apa yang akan dilakukan. Para analis menduga serangan terbatas yang dirujuk Obama adalah dengan menembakkan rudal jelajah dan membidik langsung tentara Pemerintah Suriah.

Hingga kini belum diketahui kapan Obama akan bertemu dengan anggota Kongres untuk membahas masalah ini. Namun rapat diduga akan dilakukan pada tanggal 9 September mendatang, karena para anggota Kongres baru akan kembali setelah reses pada tanggal tersebut.

Dalam perdebatan dengan Kongres pekan depan, Obama harus berhadapan dengan dua orang yang secara terang-terangan menentang rencananya tersebut. Mereka adalah Senator John McCain dan Lindsey Graham.

"Kami tidak akan mendukung aksi militer di Suriah. Apalagi jika itu merupakan bagian dari strategi yang tidak dapat membuat perbaikan di medan perang," kata kedua senator itu.

Main Golf

Di tengah upaya ngotot 'harus' menyerang Suriah, Obama justru mendapat kritikan. Dia dan Wakil Presiden Joe Biden dilaporkan Fox News, dengan santai langsung bermain Golf di dekat Fort Belvoir, bersama mitra golf Obama, direktur perjalanan Gedung Putih Marvin Nicholson dan saudaranya, Walter Nicholson.

Itu dilakukan usai berpidato di Taman Mawar Gedung Putih, di mana ia meminta Kongres segera untuk menyetujui tindakan tersebut. "Hari ini saya minta Kongres untuk mengirim pesan kepada dunia bahwa kita bersatu sebagai satu bangsa," demikian bunyi pidatonya.

Obama adalah penggemar golf, hal yang kerap menuai kritik tajam dari lawan-lawan politiknya. Sejumlah kritikus menyatakan dia bersenang-senang sementara sebagian besar rakyat AS kehilangan pekerjaan, atau mengalami penderitaan karena krisis ekonomi.

Pernyataan Obama datang tak lama setelah inspektur PBB meninggalkan Suriah, membawa bukti yang akan menentukan apakah senjata kimia digunakan dalam serangan awal pekan lalu di pinggiran kota Damaskus.

Rusia Bela Assad

Konflik Suriah rupanya membuat hubungan Amerika Serikat dan Rusia ikut memanas. Presiden Rusia, Vladimir Putin tak ketinggalan angkat bicara menanggapi pernyataan Presiden Obama.

Dia menuntut pemerintah Amerika Serikat untuk menunjukkan bukti nyata bahwa rezim berkuasa di Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri.

Bukti itu, kata Putin, harus ditunjukkan kepada Dewan Keamanan PBB dan membiarkan mereka yang menentukan apakah benar Presiden Bashar al-Assad telah menggunakan senjata kimia untuk membunuh rakyatnya.

Apabila hingga kini Presiden Barack Obama tidak dapat menunjukkan bukti itu, berarti memang serangan itu tidak dilakukan oleh Assad.

"Pasukan Pemerintah Suriah memang menyerang dan mengepung kelompok opisisi di beberapa daerah. Dalam situasi seperti ini, memberikan kartu truf kepada pihak yang kerap menyerukan adanya intervensi militer merupakan omong kosong," ucap Putin kepada media di kota Vladivostok yang berbatasan dengan China.

Menurut Putin, tuduhan yang dialamatkan Obama kepada Assad tidak dapat diterima dan berdasar. Dia juga tidak habis pikir dengan ide Presiden ke-45 AS yang berniat melakukan serangan militer ke Suriah.

Putin beranggapan apabila AS berani menyerah Suriah tanpa mendapat persetujuan Dewan Keamanan PBB terlebih dahulu, maka itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap hukum internasional.

"Serangan secara sepihak tanpa persetujuan DK PBB, tidak peduli seberapa terbatasnya aksi militer itu, tetap secara jelas melanggar hukum internasional. Selain itu juga akan meremehkan prospek sebuah resolusi diplomatik dan politik bagi konflik di Suriah," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Aleksandr Lukashevich, seperti dilansir laman Russian Today.

Lukashevich menambahkan apabila serangan militer tetap dilakukan AS, maka malah akan membuka konfrontasi baru dan ujung-ujungnya rakyat yang kembali menjadi korban.

Sementara Kementerian Luar Negeri Suriah menepis semua tuduhan yang dialamatkan oleh AS. Mereka mengatakan tuduhan itu dibuat berdasarkan bukti dibuat-buat dan ngotot menyatakan bahwa pejuang Suriah lah yang kali pertama melakukan serangan mematikan itu.

Menurut laporan kantor berita pemerintah, SANA, pernyataan Menlu AS, John Kerry, yang disebut berdasarkan laporan badan intelijen, menggunakan cerita lama yang diedarkan kelompok teroris lebih dari sepekan lalu. Namun Pemerintah Suriah mengaku siap apabila skenario penyerangan oleh barat akan benar-benar dilakukan.

"Tentara militer Suriah telah siap menarik pelatuk senjata untuk menghadapi tantangan apa pun atau skenario yang akan mereka realisasikan," ungkap Perdana Menteri Suriah, Wael al-Halqi, dalam sebuah pernyataan tertulis pada Sabtu kemarin dan disiarkan di televisi.

Amerika Serikat juga tak mau kalah, mereka sudah memarkirkan kapal perangnya di sejumlah wilayah dekat Suriah. Baca juga; Perairan Mediterania akan dipadati kapal-kapal perang berbagai negara.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id