TUTUP
TUTUP
FOKUS

Mewujudkan Ruang Publik Aman bagi Anak

Pengawasan di ruang publik dilengkapi CCTV yang terhubung ke ponsel.
Mewujudkan Ruang Publik Aman bagi Anak
Sejumlah anak menghabiskan waktu dengan bermain di Taman Kota Waduk Pluit, Jakarta (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id - Tindak kekerasan terhadap anak kian mengkhawatirkan. Kini, seolah tak ada lagi tempat aman bagi anak untuk lepas dari jerat pelaku tindak kekerasan dan kejahatan.

Baik itu di rumah, lingkungan bermain, taman bermain bahkan sekolah sekalipun. Anak-anak seakan dipaksa untuk bisa menjaga diri dengan tangan kecilnya, guna melawan besarnya genggaman pelaku kekerasan dan kejahatan.

Pemerintah sudah saatnya mengambil sikap dan tindakan yang akurat untuk mengantisipasi serta meminimalisasi ancaman kekerasan dan kejahatan pada anak.

Seperti dilansir patch.com, negara maju seperti Amerika pernah mengalami cerita kekerasan anak seperti di Indonesia. Namun, sejak District Attorney (Jaksa) bagian Brooklyn, Charles Hynes, mencanangkan program Safe Stop pada 2011, tingkat perlindungan anak di negara Paman Sam itu meningkat cukup pesat.

Program Safe Stop ini dilaksanakan dengan memasang stiker bertuliskan Safe Stop di depan toko-toko daerah Brooklyn, yang artinya toko tersebut aman bagi anak-anak yang tersesat dan membutuhkan tempat untuk berlindung.

Teknologi melindungi anak

Kasus pembunuhan terhadap Putri NF, seorang siswi kelas II SD Negeri 05 pagi Kalideres, Jakarta Barat yang dibunuh usai diculik sepulang dari sekolah, seakan menjadi penabuh genderang bagi pemegang kekuasaan di Ibu Kota Jakarta untuk berpacu dengan pelaku kekerasan pada anak agar tidak jatuh korban berikutnya.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah merancang sistem perlindungan anak yang mumpuni dengan memanfaatkan teknologi kekinian.

Menurut Ahok, Pemprov DKI berusaha mengembangkan sebuah sistem perlindungan bagi anak, di mana, orangtua dapat mengawasi setiap aktivitas anak melalui perangkat telepon genggam.

Memang, Ahok tidak bisa langsung mewujudkan sistem perlindungan anak mutakhir itu dalam waktu cepat dan meluas. Dalam awal konsepnya itu, Pemprov DKI akan memulainya dari taman bermain anak atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP