TUTUP
TUTUP
FOKUS

Jakmania Vs Bobotoh, Bara yang Tak Kunjung Padam

Jika ditarik dari sejarah tidak ada rivalitas yang kuat di keduanya.
Jakmania Vs Bobotoh, Bara yang Tak Kunjung Padam
Suporter Persija Jakarta dalam laga melawan Persib Bandung (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
VIVA.co.id - Minggu 18 Oktober 2015, situasi tak biasa menyelimuti Jakarta. Polisi serta TNI berjaga-jaga di sepanjang jalan Gatot Subroto hingga kawasan Senayan. Tak cuma itu, mereka juga bersiaga di beberapa ruas tol dalam kota. Ada apa gerangan?

Bukan karena ada tamu negara yang datang, bukan juga Jakarta akan mendapat serangan dari pihak luar. Melainkan, Jakarta bakal menjadi venue pertandingan final Piala Presiden yang mempertemukan Persib Bandung versus Sriwijaya FC.

Laga ini memang menyita banyak perhatian. Tak cuma hasilnya yang ditunggu oleh masyarakat, tapi juga bagaimana kondisi di Jakarta jelang, saat, dan setelah pertandingan berlangsung.

Ya, hadirnya Persib di final Piala Presiden memang menghadirkan kekhawatiran untuk masyarakat Jakarta. Mereka takut akan terjadi kerusuhan besar karena kedatangan Persib ke Stadion Utama Gelora Bung Karno diikuti oleh Bobotoh.

Seperti diketahui, selama ini Bobotoh punya hubungan yang tak baik dengan suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Bentrokan kerap terjadi jika keduanya bertatap muka secara langsung.

Demi mengamankan situasi di Jakarta, berbagai tindakan diambil oleh pihak keamanan gabungan kepolisian dan TNI. Salah satunya adalah menyisir daerah-daerah yang dianggap rawan kerusuhan.

Dan hasilnya, pihak kepolisian menemukan 5 bom molotov siap pakai dengan sumbunya dan sebungkur paku dengan berat setengah kilogram. Kelima bom ini ditemukan di Tol Bekasi Timur dan dekat pos polisi Jatiwaringin.

"Diperkirakan diletakkannya pas Subuh," kata Kapolres Bekasi Kota Komisaris Besar Polisi, Daniel Bolly. Tifaona.

Tak cuma melakukan penyisiran di beberapa daerah, kepolisian juga mengecek aktivitas di media sosial. Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengungkapkan sudah mengerahkan tim cyber crime demi melacak provokator yang mencoba memperkeruh suasana jelang final Piala Presiden.

"Sudah saya perintahkan tim cyber crime untuk menangkap orang provokatif penyebar broadcast, sudah diketahui dua orang dan akan kami ditangkap," ujar Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu 18 Oktober 2015.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, menyatakan sudah mengantongi identitas keduanya dan akan segera melakukan penangkapan.

"Kami yakini ke publik, kami akan tindak dan tangkap otak dari semua aksi tersebut, kami sudah punya identitasnya, tim sedang mengejar," kata Krishna.

Selanjutnya: Tetap Terjadi Kerusuhan

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP