TUTUP
TUTUP
FOKUS

Reshuffle Kabinet Jilid II, Seberapa Mendesak?

Masuknya PAN dan implementasi Nawacita jadi alasan.
Reshuffle Kabinet Jilid II, Seberapa Mendesak?
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

VIVA.co.id - Presiden Joko Widodo sudah melakukan reshuffle atau perombakan kabinet pada 12 Agustus 2015 lalu. Lima menteri dan satu jabatan setingkat menteri (sekretaris kabinet) dia ganti.

Namun, perombakan tersebut ternyata bukanlah yang pertama dan terakhir. Sebab kini, isu reshuffle kabinet jilid II kembali mengemuka ke publik.

Masuknya Partai Amanat Nasional ke kabinet, kondisi ekonomi yang masih terpuruk dan ketidaksinkronan Jokowi dengan para menterinya di kabinet menjadi alasan. Bahkan, kasus hukum yang menimpa petinggi Partai Nasdem semakin mengencangkan rumor soal pergantian sejumlah jabatan tertentu.

Kabar mengenai reshuffle jilid II sebenarnya sudah mengemuka jauh-jauh hari. Beberapa waktu setelah reshuffle jilid pertama, politisi Partai Nasional Demokrat, Akbar Faisal, meyakini Jokowi akan melakukan reshuffle lagi.

"Katanya tahun ini (reshuffle jilid II)," ujar Akbar usai sebuah acara diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2015.

Meski demikian, Akbar yang merupakan bagian dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) belum tahu Menteri apa saja yang akan di-reshuffle oleh Jokowi di jilid ke-2. Namun, dia tahu bahwa Jokowi sudah mulai tegas soal Nawacita.

"(Menteri yang diganti) yang kira-kira tidak sejalan dengan Nawacita dan segala macam," kata anggota Komisi III DPR ini.

Akbar yang sempat masuk di Tim Transisi Jokowi-JK, mengaku sudah membaca turunan dari Nawacita tersebut.

Dia mengakui, Nawacita bukan saja milik PDI Perjuangan. Tapi Nawacita sudah harus lintas partai, dan dilaksanakan oleh seluruh Menteri dari partai manapun.

"Saya baca turunannya Nawacita. Bagus banget, (fokus ke) pemberdayaan pribumi," katanya.

Dengan tugas berat itu, Akbar menilai menteri kabinet harus bekerja keras mensukseskan Nawacita.

"Menteri-menteri yang gelisah, angkat tangan saja saya jika tidak bisa menerima tanggung jawab itu," dia menyarankan.

Pengamat Politik Universitas Indonesia, Tjipta Lesmana, turut menguatkan kemungkinan adanya reshuffle jilid II. Tjipta mendasarkan analisanya pada fakta bahwa PAN yang merupakan salah satu anggota Koalisi Merah Putih (KMP) justru memilih mendukung pemerintah.

Dengan bergabungnya PAN, dia menilai peta komposisi kabinet Jokowi-JK tentu saja akan berubah. Tak lama-lama, reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK yang kedua akan terjadi.

"Dalam waktu dekat, dengan masuknya PAN, 1.000 persen sudah pasti akan ada reshuffle jilid II, Jokowi akan merombak kabinetnya kembali," ujar Tjipta dalam diskusi di Restoran Nyonya Dua, Cikini, Jakarta, Minggu, 13 September 2015.

Meski saat bergabung, PAN yang saat itu menyatakan tak menargetkan apa-apa, terutama jatah menteri, menurut Tjipta, hal tersebut hanya sebagai strategi politik saja. Karena, dengan bergabungnya PAN, nantinya akan mengubah peta kekuatan politik, baik di DPR, MPR maupun pemerintahan Jokowi-JK.

"PAN setidaknya nanti akan dapat jatah dua sampai tiga kursi. Reshuffle itu akan terjadi, kalau tidak, potong kuping saya," ujarnya.

Salah satu lingkar dalam kabinet, Sofyan Djalil, pun mengaku telah mendengar adanya wacana perombakan kabinet atau reshuffle dalam tubuh internal pemerintahan Jokowi yang baru memasuki umur satu tahun kerja.

Meski demikian, untuk saat ini Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas itu masih enggan untuk membeberkan lebih dalam mengenai isu perombakan tersebut. Sebab, hanya Presiden Jokowi sendiri yang berwenang untuk menyampaikan.

"Saya tidak tahu. Saya dengar ada. Tapi, itu hak prerogatif Presiden," ujar Sofyan, saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2015.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP