TUTUP
TUTUP
FOKUS

Keamanan Mobil-mobil di Indonesia Dipertanyakan

Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia tertinggi kelima di dunia
Keamanan Mobil-mobil di Indonesia Dipertanyakan
Ilustrasi. Uji tabrak Toyota Agya. (ASEAN NCAP)

VIVA.co.id - Populasi kendaraan bermotor di Indonesia terus meningkat tajam. Meski penjualan otomotif kini tengah lesu, namun laju penambahan jumlah kendaraan di jalan raya tak sedikit, baik kendaraan baru dan bekas.

Selain faktor kemudahan memiliki kendaraan bermotor, pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi membuat kebutuhan akan moda transportasi semakin meningkat. Salah satu kendaraan yang kini mulai mengalami peningkatan populasi adalah mobil penumpang.

Namun, meningkatnya populasi kendaraan melahirkan masalah baru, yakni soal kecelakaan lalu lintas yang juga meningkat. Bahkan, Mabes Polri sempat merilis jika Indonesia menempati peringkat kelima di
dunia sebagai negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi.

Melihat kasus maraknya angka kecelakaan lalu lintas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) angkat suara. Kecelakaan dikatakan terjadi lantaran beberapa faktor, di antaranya jalan, lingkungan, manusianya itu sendiri, dan kendaraan.

Dari berbagai faktor yang disampaikan, faktor kendaraan rupanya menjadi hal yang paling dicermati KNKT, utamanya mobil.

Menurut Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan KNKT, Leksmono Suryo Putranto, sejumlah mobil di Indonesia masih banyak yang mengabaikan unsur keselamatan dan memberi rasa aman kepada penumpangnya. Sehingga, risiko fatalitas dari sebuah kecelakaan cukup tinggi.

"Fitur keselamatan pada mobil-mobil di Indonesia jauh dari cukup. Ini memang masih sebatas dugaan, tetapi memang harus dicermati agar korban berjatuhan dari sebuah kecelakaan dapat dihindari," kata Leksmono kepada VIVA.co.id.

Leksmono mengakui, untuk menjajakkan mobil dengan berbagai unsur keamanan, ada baiknya berbagai pihak seperti produsen mobil, atau Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), beserta asosiasi dan pemerintah ikut andil dalam menentukan aturan ketat pada sebuah mobil yang akan dipasarkan.

“Seharusnya dicari solusi, bukan hanya menghitung mengenai tingginya penjualan, pajak tinggi, tetapi harus menentukan regulasi yang lebih ketat,” kata Leksmono.

Selanjutnya>>>Analisa KNKT...

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP