TUTUP
TUTUP
FOKUS

Menelisik Manfaat Kunjungan Jokowi ke Amerika

Kunjungan perdana. Diharapkan tidak sekadar promosi Indonesia.
Menelisik Manfaat Kunjungan Jokowi ke Amerika
Presiden AS Barack Obama mngadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Indonesia Joko Widodo di Beijing, Senin (10/11/2014).
VIVA.co.id - Presiden Joko Widodo bertolak ke Amerika Serikat pada akhir pekan ini. Kunjungan mantan Gubernur DKI Jakarta terhitung penting, karena ini kali perdana ia menjejakkan kaki sebagai Presiden di Negeri Abang Sam.

Selain itu, Jokowi berharap bisa meraih manfaat yang besar dari kunjungan tersebut. Saking istimewanya kunjungan ke Negeri Paman Sam, persiapannya telah dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Didahului dengan pertemuan Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi dengan Menlu John Kerry pada 21 September 2015 lalu.

Saat itu, kedua Menlu membahas mengenai finalisasi kunjungan Jokowi dan agenda yang akan dibawa ke AS.

"Presiden Jokowi dan Obama akan mendiskusikan masalah kerja sama dan tantangan global, termasuk menggaungkan toleransi beragama dan Islam moderat untuk melawan radikalisme dan kekerasan ekstrimisme," demikian kutipan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri mengenai pertemuan kedua Menlu di Washington DC yang diterima VIVA.co.id

Retno dan Kerry juga membahas mengenai strategi menjadikan Indonesia sebagai pilihan utama investasi AS. Dari hasil pertemuan itu, ditetapkan jadwal kunjungan kenegaraan Jokowi ke AS dilakukan pada 26-28 Oktober 2015. 

Dalam kunjungan ini, Jokowi turut mengajak beberapa Menteri. Selain Menlu, Jokowi diketahui mengajak Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong. Ini belum termasuk rombongan Menteri yang ikut berangkat ke AS, namun tidak menumpang pesawat kepresidenan. Tercatat, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri PertahananR yamizard Ryacudu berangkat secara terpisah.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan, terpaksa absen mendampingi Jokowi karena harus fokus untuk melakukan penanganan bencana kabut asap di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Dalam pemaparannya di kantor Kementerian Luar Negeri RI di kawasan Pejambon pada Rabu kemarin, Retno membagi kunjungan Jokowi menjadi dua area yakni West Coast untuk ke Silicon Valley dan East Coast untuk di Washington DC.

"Untuk kunjungan ke East Coast, kami akan membawa tema membangun kemitraan strategis untuk perdamaian dan kesejahteraan. Ini menunjukkan kolaborasi antara kedua negara sangat penting. Posisi AS sebagai negara maju sudah diketahui, sedangkan RI yang menjadi anggota G-20 dan negara terbesar di kawasan ASEAN bisa berkolaborasi dengan AS," papar Retno. 

Jokowi tercatat akan berada di Washington DC hingga tanggal 27 Oktober 2015. Begitu tiba di sana, Jokowi akan bertemu dengan masyarakat Indonesia yang bermukim di Washington dan area sekitarnya di hari Minggu. 

Kunjungan kenegaraan resmi baru dimulai pada Senin, 26 Oktober 2015. Fokus utama dari kunjungan Jokowi di Washington sudah tentu bertemu dengan Presiden Barack Obama selaku pihak yang mengundang. Undangan disampaikan Obama saat menggelar pertemuan bilateral di sela KTT APEC di Beijing pada Oktober tahun 2014. 

Sebagai tuan rumah, Obama memperlakukan Jokowi sangat istimewa. Selain menyambut kedatangan Jokowi di Gedung Putih dan berbincang di ruang Oval, Obama menyiapkan Gedung Blair House sebagai tempat peristirahatan Jokowi.

Selain bertemu Obama, Jokowi juga akan menggelar pertemuan dengan 19 petinggi perusahaan yang dilakukan dalam konsep round table.

"Malamnya, Kamar Dagang AS menggelar makan malam yang dihadiri oleh sekitar 200 pengusaha," kata mantan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda itu.

Jokowi dijadwalkan juga akan memberikan pidato di Gedung Capitol Hill. Selanjutnya, Jokowi bergerak untuk menyambangi kawasan Silicon Valley, California pada tanggal 27 Oktober malam. 

Kemlu membawa tema "mengenalkan Indonesia sebagai perekonomian digital di kawasan Asia Tenggara". Selama berada di West Coast, Retno menjelaskan, Jokowi memiliki 7 kegiatan. Salah satunya bertemu dengan para pemimpin perusahaan raksasa teknologi seperti Microsoft, Apple, Google dan Facebook. 

Terdapat beberapa CEO perusahaan start up yang tengah naik daun dan ikut dalam rombongan Jokowi ke Lembah Silicon. Salah satu di antaranya adalah CEO PT Go-jek Indonesia, Nadiem Makarim. Banyak harapan besar tertumpu di kepala para pendiri perusahaan rintisan itu, karena mereka menginginkan ada investor global membenamkan dana di Indonesia.

Retno menekankan, saat melakukan kunjungan kenegaraan, akan diikuti oleh hasil-hasil yang sifatnya konkrit. Oleh sebab itu, dalam kunjungan Jokowi ke AS, akan ada penandatanganan empat nota kesepahaman (MoU). 

"Untuk kesepakatan antar pengusaha, sifatnya masih cukup dinamis. Tetapi, paling tidak sudah ada 15 kontrak bisnis yang dilakukan antara sektor swasta. Semuanya masih bersifat cair, digarap dari menit ke menit, sehingga komunikasi antara Jakarta dengan Washington akan terus dilakukan hingga mengkristal dan jelas," kata mantan Dubes RI untuk Kerajaan Norwegia itu. 

Selanjutnya fokus Amerika...

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP