TUTUP
TUTUP
FOKUS

Pajak Berganda Dihapus, Gairahkan Pasar Keuangan?

Pemerintah kembali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi, kini jilid V.
Pajak Berganda Dihapus, Gairahkan Pasar Keuangan?
Aktivitas di Bursa Efek Indonesia (REUTERS/Beawiharta)
VIVA.co.id - Pekan lalu, pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid V. Salah satunya mengenai penghapusan pajak berganda pada real estate investment trust (REIT), atau atas kontrak investasi kolektif–dana investasi real estate (KIK DIRE).

Kebijakan di sektor real estate ini diberikan, karena produk pasar modal Indonesia masih relatif terbatas, sehingga kapitalisasi Bursa Efek Indonesia relatif kecil dibanding negara-negara tetangga. 

Menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, untuk itu perlu dikembangkan produk, seperti KIK DIRE yang sejalan dengan upaya pendalaman pasar keuangan.

"Menurut perhitungan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), aset di Indonesia yang dijual dalam bentuk KIK DIRE di Singapura mencapai Rp30 triliun," kata Bambang.

Rencananya akan diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang dirilis pekan ini.

“Jadi, cukup single tax. Jadi, kalau saya sampaikan, untuk kepentingan PPh (pajak penghasilan), maka KIK DIRE ini merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, tidak ada double tax," katanya. 

Apabila ada penjualan aset atas tanah dan bangunan, tuturnya, tidak dikenakan final Pasal 4 ayat 2 dari PPh. Bahkan, diberikan pengembalian pendahuluan, apabila ada kelebihan PPh. 

Dia berharap, kebijakan ini bisa menarik dana yang selama ini diinvestasikan di luar negeri (tax-heaven country) ke pasar sektor keuangan dalam negeri. Selain itu, bisa mendorong pertumbuhan investasi di bidang infrastruktur dan real estate.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP