TUTUP
TUTUP
FOKUS

Ada Apa di Balik Status 'Tersangka' Risma

Status disandang menjelang Pilkada serentak. Penuh tanda tanya.
Ada Apa di Balik Status 'Tersangka' Risma
Mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini atau Risma, meminum es jeruk dalam sebuah kegiatan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada Selasa, 27 Oktober 2015. (VIVA.co.id/Januar Adi Sagita)

VIVA.co.id - Kabar Wali Kota Surabaya yang akan maju lagi untuk merengkuh jabatan periode keduanya, Tri Rismaharini, menyandang status tersangka menghebohkan publik. Perbincangan mengenai kabar itu menghiasi berbagai ruang publik. Tak hanya media massa, ranah jejaring media sosial juga dibikin heboh.

Risma meradang mendengar kabar jadi tersangka itu. Tentu saja, dia tak terima dan menganggap tuduhan itu sebuah fitnah. Hebohnya kasus itu sampai membetot perhatian Presiden Joko Widodo.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan, Jokowi sempat menyinggung permasalahan itu saat bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada 24 Oktober lalu.

Pram menuturkan, Jokowi kemudian menghimpun informasi dari otoritas terkait, yakni Kapolri, Kapolda Jatim, dan Kejaksaan. Hasilnya didapatkan fakta bahwa tidak ada kasus hukum yang tengah diproses.

Hari ini, Selasa 27 Oktober 2015, Risma mendapatkan kepastian bahwa dia tetap bisa mengikuti Pemilihan Kepala Daerah yang pemungutan suaranya digelar serentak pada 9 Desember 2015.

Clear, tidak ada masalah. Risma masih bisa ikut (Pilkada Kota Surabaya),” ungkap Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Gedung PTIK Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2015.

Sebab kasus itu, Risma justru menuai berkah. Menurut Ketua Tim sukses Tri Rismaharini sekaligus pasangannya dalam Pilkada serentak itu, Whisnu Sakti Buana, Risma justru mendapatkan tambahan popularitas. Menurutnya, warga  tambah respek kepada Risma karena dianggap telah didzolimi.

"Lihat saja, kan semakin banyak masyarakat yang bersimpati kepada Bu Risma pasca munculnya polemik itu," kata Ketua Tim Sukses Risma, Whisnu Sakti Buana, usai menandatangani Deklarasi Pemilu Damai di Hotel Singgasana Surabaya.

Baca: Popularitas Risma Terus Naik Sejak Disebut Tersangka

Kabar mengejutkan itu berasal dari kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada Jumat, 23 September 2015. Risma ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan wewenang renovasi Pasar Turi di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Romy Arizyanto, yang mengumumkan status tersangka hari itu, penetapan status tersangka Risma dilakukan oleh Polda Jawa Timur. Menurut Romy, Kejati Jawa Timur menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikirim penyidik Polda Jatim, pada Kamis 30 September 2015.

"Melanggar Pasal 421, kami terima SPDP pada 30 September 2015," ujarnya Romy. Pasal ini mengatur ketentuan jeratan hukuman terhadap pejabat yang menyalahgunakan kewenangan.

Pengumuman status tersangka itu terkesan tidak matang. Sebab, Kejati Jawa Timur belum menerima berkas perkara dari Polda Jawa Timur. Karena itu, tidak dijelaskan detail mengenai kasus yang menimpa Risma.

Simpang siur

Risma dituding telah melanggar Pasal 421 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, karena telah menyalahgunakan wewenang terkait relokasi kios pedagang Pasar Timur, Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Hatim, Romy Arizyanto, Kejati Jawa Timur belum menerima berkas perkara dari Polda Jawa Timur. Karena itu, dia belum mengetahui secara detail mengenai kasus yang menimpa Risma.

"Itu penyidik Polda Jatim yang lebih tahu, karena kita belum menerima berkas perkara dari penyidik," katanya.

Setelah menerima SPDP dari Polda Jatim, Kejati Jatim akan memerintahkan jaksa penuntut umum melakukan penelitian berkas atau P16. 

Dikonfirmasi, Kepolisian justru menegasikan keterangan jaksa. Kepolisian memastikan belum pernah mengeluarkan penyataan terkait status tersangka mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Kepolsian mengakui pernah memproses kasus Risma. Tapi, dari hasil gelar perkara, Polda Jatim justru menghentikan kasus ini.

"Jadi tidak benar itu kalau ada SPDP tertanggal 30 September seperti yang saudara-saudara ketahui," kata Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jatim, Kombes (Pol) Wibowo.

Menurutnya, kasus Risma memang sempat diputus untuk masuk tahap penyidikan. Ini bermula dari laporan Ade Prasetyo pada Kamis, 21 Mei 2015 lalu. "Dengan pihak terlapor adalah Tri Rismaharini," katanya.

Baca: Meski SP3, Polisi Selalu Siap Lanjutkan Kasus Risma

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP