TUTUP
TUTUP
FOKUS

Kenali Bahaya Sinar Biru

Anak-anak tak bisa dipisahkan dari barang elektronik.
Kenali Bahaya Sinar Biru
Anak anak bermain gadget

VIVA.co.id - Pesatnya pertumbuhan teknologi yang disediakan para produsen gadget membuat banyak penggunanya semakin termanjakan. Tak hanya orang dewasa atau remaja yang saat ini sudah sangat tergantung dengan gadget atau peranti teknologi, anak-anak pun mulai hobi menikmatinya.

Bahkan jam mereka memainkan gadget terbilang cukup lama ketimbang jam belajarnya. Hal ini disadari atau tidak oleh orangtua mereka, justru akan membuat dampak buruk bagi sang anak.

Tak hanya kecanduan bermain gadget lewat fasilitas game atau menu lainnya, tanpa disadari atau tidak juga radiasi sinar biru yang dipancarkan oleh gadget tersebut, dapat merusak penglihatan sang anak. Imbasnya sang anak akan merasakan pusing atau penglihatan yang terganggu.

Budhi Santoso, Managing Director Polycore, mengungkapkan bahwa peranti digital tersebut seperti android dan gadget akan memancarkan sinar biru gelombang pendek (panjang gelombang 400-450nm) yang dalam paparan berlebihan membawa akibat yang kurang baik untuk mata.

Budhi melanjutkan, gejala yang timbul akibat penggunaan gadget tersebut yakni munculnya ketegangan dan kelelahan mata atau yang lebih dikenal sebagai stres mata digital.

"Penggunaan teknologi digital sudah menjadi bagian hidup saat ini. Saat ini jumlah perangkat mobile 300 juta unit. Ini menunjukkan besarnya kecenderungan pengguna terpapar sinar biru," ucap Budhi.

Budhi menambahkan sinar biru gelombang pendek kurang berguna bagi ketajaman penglihatan. Sinar biru merupakan sinar proses pembelajaran melalui mata yang bersifat paling merusak dan dapat mencapai retina.

Risiko terbesar kerusakan akibat sinar biru yaitu sekitar 70-80 persen sinar biru dapat mencapai retina pada usia 0-2 tahun dan 60-70 persen pada usia 2 hingga 10 tahun. Adapun sinar biru yang mencapai retina pada usia 60 hingga 90 tahun hanya mencapai 20 persen.

"Sinar biru yang ditahan adalah sinar biru gelombang pendek yang kurang bermanfaat untuk ketajaman penglihatan dan bahkan cenderung menyebar, sehingga silau serta mengurangi kontras," ucap Budhi.

Dilansir dari Daily Mail, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Profesor Jim Horne, mantan kepala penelitian di Loughborough University mengungkapkan, beberapa orang sangat sensitif terhadap cahaya buatan salah satunya cahaya (sinar) biru.

Dan perlu diketahui, bahaya cahaya buatan di malam hari pada akhirnya menyebabkan seseorang menderita kurang tidur hingga berefek pada masalah kesehatan serius.

Berulang kali waktu tidur rusak karena cahaya buatan, hal ini pun ditemukan bisa meningkatkan risiko serangan jantung hingga 50 persen dan stroke sebesar 15 persen. Bukan hanya ini efek buruknya, masih banyak lagi efek buruk lainnya. Apa sajakah itu?

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP