TUTUP
TUTUP
FOKUS

Berebut Kursi Pemimpin Kadin

Posisi yang sangat strategis. Bahkan mantan menteri pun ikut bersaing.
Berebut Kursi Pemimpin Kadin
Logo Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia (Istimewa)

VIVA.co.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan memilih Ketua Umum baru untuk periode 2015-2020, mengganti Suryo Bambang Sulisto yang akan habis masa jabatannya.

Kadin akan menggelar musyawarah nasional (Munas) VII, dengan salah satu agendanya memilih ketua umum Kadin baru, pada 22-24 November 2015. Munas ini mengambil tema, "Memperkuat Daya Saing Ekonomi Nasional dan Daerah melalui Pembangunan Industri yang Kuat, Inovatif, dan Berkelanjutan".

Munas VII Kadin direncanakan dibuka Presiden RI Joko Widodo. Sedikitnya, 2.000 orang terdiri dari peserta dan peninjau akan hadir di dalam acara.

Ada dua kandidat yang resmi mendaftarkan diri mencalonkan diri dalam perlombaan memperebutkan kursi Ketua Umum Kadin Indonesia, pada Senin 16 November 2015. Mereka mantan menteri perdagangan RI dan juga pimpinan kelompok usaha Panasonic Gobel, Rachmat Gobel, dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan Roeslani.

Rachmat Gobel mempunyai tiga tujuan khusus dalam pencalonan dirinya sebagai calon Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia. Yaitu, ingin mempersatukan Kadin, menjadikan pelaku-pelaku usaha nasional yang tangguh dan inovatif dalam menghadapi persaingan di pasar global, dan menjadikan Kadin sebagai mitra setara pemerintah yang disegani.

Rachmat menambahkan, keikutsertaannya dalam pemilihan ini karena ingin memperkuat posisi Kadin di Indonesia serta merealisasikan peta jalan 2020-2030 Kadin yang disusunnya dulu. Peta jalan ini berisi tentang penguatan sektor industri dalam negeri.

"Keinginan saya, ingin membangun DNA pengusaha-pengusaha dan memperkuat posisi Kadin ke depan. Saya pernah memprakarsai untuk membuat peta jalan 2020-2030. peta jalan itu menjadikan Indonesia sebagai negara industri di era globalisasi, kita bisa harus bisa jadi negara industri," kata Rachmat setelah resmi mendaftarkan diri di kantor Kadin.

Rachmat Gobel merupakan orang lama Kadin. Dia pernah menjadi pengurus Kadin sejak zaman Ketua Kadin Aburizal Bakrie, MS Hidayat, dan Suryo Bambang Sulisto, di mana ia sempat menjabat sebagai wakil ketua umum Kadin bidang infrastruktur. Sebelumnya menjabat sebagai wakil Kadin bidang industri, dan wakil kadin bidang kelautan.

Rachmat ingin Kadin menjadi mitra setara pemerintah yang disegani, dan menjadikan pelaku-pelaku usaha nasional yang tangguh dan inovatif dalam menghadapi persaingan di pasar global.

"Kadin harus memiliki akar yang kuat dan kokoh, dan mampu berdiri tegak dalam menghadapi segala macam rintangan bisnis dan ekonomi, baik dalam negeri, maupun secara global," ujar dia.

Rachmat menyadari, dalam merealisasikan itu semua, yakni kokoh, kuat, dan tegaknya, Kadin banyak tergantung dari kadin di daerah-daerah, termasuk asosisasi-asosiasi. Oleh sebab itu, bila terpilih, dirinya akan menunjuk dan membentuk beberapa ketua Kadin daerah dan Asosiasi, masuk dalam kepengurusan Kadin Indonesia di Jakarta.

Rachmat mengaku dirinya mendapatkan banyak dukungan dari internal Kadin. Hal itu dikarenakan dirinya merupakan orang lama dalam kepengurusan Kadin Pusat.

"Mudah-mudahan dan Insya Allah (dapat dukungan) besar," ujarnya.

Rosan Perkasa Roeslani

Selain Rachmat Gobel, salah satu pengurus Kadin yang memantapkan maju sebagai kandidat ketua umum Kadin Kadin periode 2015-2020, yaitu Rosan Perkasa Roeslani.

Rosan yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial ini. 

"Kita ingin dekat dengan pemerintah, independen, dan  tetap suarakan kepentingan pengusaha," ujar Rosan.

Dia juga menjelaskan, alasan dirinya menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum Kadin Indonesia. Dirinya berharap, Kadin kedepannya bisa lebih memberikan manfaat untuk kepentingan pengusaha dan masyarakat. Sehingga, kedepannya Kadin harus lebih kredibel dan independen.

Diutarakannya, jika dirinya menjadi ketua Kadin, ia ingin fokus kedepannya untuk membangun perekonomian Indonesia, terutama di sektor riil, dan memberikan dampak yang signifikan bagi pengusaha.

Saat mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum Kadin, dirinya ditemani oleh sedikitnya 11 Ketua Kadin Daerah dan 22 Asosiasi datang ke Menara Kadin dalam memberikan dukungan kepada Rosan. Selain itu, tampak hadir pula Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia juga memberikan dukungannya kepada Rosan.

Rosan menyatakan, sembilan tugas pokok Kadin yang tertuang dalam UU No 1 Tahun 1987 tentang Kadin sebenarnya bermuara pada tujuan untuk mendukung perekonomian nasional yang stabil dan bertumbuh positif.

Menurutnya, fundamental ekonomi nasional yang labil karena ketergantungan pada faktor eksternal harus mulai dipikirkan bersama oleh pemerintah bersama Kadin.

"Kami ingin mendorong agar sektor industri perlu dibangun untuk menjadi fondasi ekonomi nasional. Sebab kami yakin, bila sektor industri dalam negeri kokoh, maka ketergantungan pada faktor eksternal akan menurun yang berimbas pada stabilitas ekonomi kita," ujarnya.

Banyak pekerjaan rumah

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto mempunyai wejangan tersendiri bagi para calon Ketua Umum Kadin Periode 2015-2020. Dia menilai, sebagai organisasi yang besar, Kadin dipastikan butuh Figur yang berpengalaman untuk mengatasi tantangan dalam dunia usaha.

"Saya kira yang paling penting yaitu bagaimana meningkatkan daya saing kemampuan dunia usaha kita. Itu PR (pekerjaan rumah) bagi para calon," ujar Bambang kepada VIVA.co.id, di menara Kadin, Jakarta, Senin 16 November 2015.

Hal itu dikarenakan, menurutnya, persaingan di dunia usaha semakin ketat, terutama di tengah kondisi labilnya perekonomian Indonesia.

Tak hanya itu, tantangan Kadin semakin berat seiring ditetapkannya perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 1 Januari mendatang. Apalagi tantangan internal dan eksternal sangat banyak seperti, turunnya harga komoditas, pasar Tiongkok yang melemah, dan kurs mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menguat.

"Karena persaingan dunia usaha semakin ketat. Ini sangat berat," katanya

Terkait sosok yang pada hari ini telah resmi mendaftar dalam pencalonan Ketua Umum Kadin 2015-2020, yakni Rachmat Gobel dan Rosan Perkasa Roeslani. Bambang mengakui keduanya mempunyai kapabilitas yang sepadan dan figur yang mampu memimpin Kadin kedepannya.

"Rosan selama ini menjadi salah satu wakil ketua umum kita, sangat aktif terutama dalam sektornya. Dia banyak bergerak dalam bidang pengusaha-pengusaha daerah dan pembiayan usahanya. Kemudian Gobel juga sama dia mampu, mantan wakil ketua umum kita. Ini persaingan program kerja," ujarnya.

Sementara, wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin sekaligus Ketua penyelenggara, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan, sangat banyak peluang dan tantangan ke depan yang harus dihadapi oleh siapapun yang terpilih sebagai ketua Kadin selanjutnya.

"Pekerjaan rumahnya banyak sekali, mereka harus bisa memposisikan sebagai mitra pemerintah agar bisa baik dari berbgai sektor, bagaimana bisa menjembatani, mendengarkan masukan dari kabupaten kota, maupun asosiasi. Karena bagaimanapun juga pemerintah akan melihat yang di atas dan jaringannya yang di bawah," ujarnya.

Untuk PR yang kedua, kata Anindya, adalah bagaimana calon ketua dapat merangkul semua anggota Kadin di 34 provinsi di Indonesia. Mengajak agar mereka semua dapat bekerjasama mengembangkan perekonomian Indonesia.

"Yang penting sekali adalah perkembangan ini bukan hanya di Jakarta saja tapi sampai ke pelosoknya. ini saya yakin akan tercapai di kabupaten kota, lima tahun lagi," kata dia.

Menurutnya, Kadin harus menyamakan tujuan, karena persaingan dunia usaha di Indonesia pada tahun depan akan semakin berat mengingat masuknya era MEA yang tinggal menghitung minggu. Indonesia harus siap dan kuat menghadapi MEA, apalagi free trade agreement sudah dekat.

Lebih lanjut, ia mengatakan,  siapapun yang menang nanti tantangan ke depannya banyak. Ia yakin kedua kandidat sama-sama mempunyai kapabilitas mengembangkan usaha dan menggerakkan perekonomian Indonesia.

"Di Asean kita tidak boleh menjadi posisi yang lemah. Mereka berdua memang ingin setiap asosiasi maju dan provinsi menjadi tulang punggung, tapi ujungnya yang memilih itu adalah Kadin provinsi dan asosiasi, jadi merekalah yang menentukan siapa, baik siapa yang lebih dekat dengan asosiasi dan daerah," kata dia. (ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP