TUTUP
TUTUP
FOKUS

Melumpuhkan Industri Demi Hidup Layak?

Buruh melakukan mogok. Mereka menolak PP Pengupahan.
Melumpuhkan Industri Demi Hidup Layak?
Ilustrasi (REUTERS/Beawiharta)

VIVA.co.id - Serikat buruh Indonesia sepakat untuk melakukan mogok kerja nasional selama empat hari terhitung dari Selasa 24 November 2015 hingga Jumat 27 November 2015.

Di hari pertama pelaksanaan mogok kerja nasional, berbagai aliansi dan serikat buruh dari seluruh kota di Indonesia mulai menggelar aksi. Mereka turun ke jalan dan memilih meninggalkan aktivitas pekerjaan yang selama ini rutin dilakukan sebagai penopang ekonomi keluarganya.

Geliat aktivitas mogok nasional paling menonjol di Jakarta terpantau berada di dua lokasi konsentrasi buruh, yakni di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung dan Kawasan Industri Pulogadung (KIP) Jakarta Timur.

Di dua pusat industri itu, dengan mengenakan berbagai atribut serikat pekerja lengkap dengan bendera dan pengeras suara, ribuan buruh turun ke jalan.

Bahkan, di KBN Cakung, ribuan buruh mulai melakukan aksi pemblokiran gerbang masuk kawasan itu. Tak hanya itu, mereka juga melakukan sweeping ke pabrik-pabrik yang beroperasi untuk mengajak buruh yang bekerja agar mau menghentikan aktivitas.

Namun sangat disayangkan, aksi buruh di KBN Cakung terlalu berlebihan, karena, para buruh nekat menghadang kendaraan yang keluar dari kawasan dan memaksa penumpang kendaraan untuk ikut bersama mereka menyuarakan tuntutan di hari mogok kerja nasional.

Padahal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal meminta para buruh yang akan melakukan aksi mogok nasional untuk tidak anarki.

"Aksi kali ini ya perintah organisasi, jadi jelas buruh harus taat aturan. Tidak anarki," ujar Said.

Kalau dilakukan aksi sweeping untuk mengajak buruh lainnya berunjuk rasa, menurut Said, wajar-wajar saja. Sebab, sesama anggota KSPI wajar untuk mengikuti aksi unjuk rasa.

Selanjutnya... Lumpuhkan produksi industri...

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP