TUTUP
TUTUP
FOKUS

Kecelakaan Maut dan Darurat Etika Mengemudi

Korban tewas jumlahnya hingga belasan.
Kecelakaan Maut dan Darurat Etika Mengemudi
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (edorusyanto.wordpress.com)
VIVA.co.id - Beberapa pekan terakhir, kecelakaan maut melibatkan transportasi umum ataupun kendaraan pribadi, yang memakan banyak korban jiwa, terus terjadi. Ironisnya peristiwa terjadi dikala pemerintah dan otoritas terkait sedang gencar-gencarnya melakukan perbaikan dari sisi regulasi dan infrastruktur penunjang. 

Kejadian terakhir, Minggu 6 Desember 2015. Kecelakaan pertama terjadi di perlintasan kereta di Angke, Tambora, Jakarta Barat. Dalam kecelakaan tersebut, sebuah Metro Mini jurusan Kota-Kalideres ditabrak Kereta Rel Listrik (KRL) sekitar pukul 08.30 WIB pagi. 

Akibat kecelakaan maut ini 18 orang meninggal dunia termasuk sopir dan kenek Metro Mini, beberapa orang juga mengalami luka berat. Saat ini korban selamat masih dalam penanganan di beberapa rumah sakit di sekitar lokasi kejadian.

Menurut saksi mata, tragedi tersebut terjadi karena sang sopir yang tidak mengindahkan palang perlintasan kereta api. Akibat kelalaian tersebut, Metro Mini terseret sejauh kurang lebih 200 meter.

Tak lama berselang, kasus kecelakaan kembali terjadi di ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Kali ini, kecelakaan menimpa minibus bernomor polisi D 1227 ZJ yang menabrak truk di kilometer 128, Indramayu, Jawa Barat.

Enam dari 11 orang korban kecelakaan tersebut tewas di lokasi kejadian. Namun, baru empat orang korban jiwa yang berhasil diidentifikasi. Kecelakaan tersebut terjadi diduga karena sang sopir mengantuk. 

Menurut saksi mata yang berhasil selamat, keenam orang tewas itu merupakan kuli bangunan yang ingin pulang kampung untuk merayakan tahun baru di Majalengka. Mobil yang digunakan pun diketahui  mobil carteran. 

Masih di hari yang sama, kecelakaan terjadi di bilangan Jalan Sudirman, sebuah Kopaja menabrak seorang pejalan kaki hingga tewas di tempat. Menurut pengakuan saksi, sang sopir memang tidak mengebut, tetapi sedang sibuk dengan alat komunikasi sehingga Kopaja oleng dan menabrak pejalan kaki.


Usai kecelakaan, sang sopir dan kenek bus melarikan diri. Saat ini keduanya sedang diburu dan bus Kopaja sudah diamankan di Polda Metro Jaya.

Beberapa hari sebelum sejumlah kecelakaan maut di hari Minggu, kemarin, sebelas orang tewas dan delapan orang terluka dalam kecelakaan lalu lintas di kilometer 137 Jalur A, Jalan Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) pada Kamis pagi, 3 Desember 2015. Kecelakan itu terjadi, setelah mobil Isuzu Elf bernomor polisi B 8378 OU menabrak sebuah truk pada sekira pukul 4.30 WIB dini hari. 

Meskipun belum jelas penyebab pastinya, namun pengemudi diduga berkendara dengan kecepatan tinggi, dan mengaku dalam keadaan mengantuk. Pihak Kepolisian masih mendalami kasus ini. 

Aksi ugal-ugalan pengendara juga terjadi di Surabaya, Minggu 29 November 2015. Kala itu dua mobil sport yaitu Lamborghini dan Ferari diduga melakukan balap liar hingga berujung maut, Lamborghini hilang kendali menabrak warung susu dan merengut nyawa satu orang. 

Wiyang Lautner, pengemudi Lamborghini yang mengalami kecelakaan maut itu mengaku kehilangan fokus sehingga tidak bisa mengendalikan mobil balapnya itu. Saat ini Kepolisian juga masih mendalami kasus itu. 

Satu hari sebelumnya pada Sabtu 28 November, KRL menabrak bus TransJakarta di perlintasan kereta Kedoya, Jakarta Barat. Kecelakaan tersebut terjadi karena sang pengemudi nekat menerobos perlintasan, karena mengira KRL sudah tidak ada lagi KRL yang melintas. Padahal, ada Kereta lain melewati jalur berlawanan dengan KRL pertama. 


Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Sang sopir TransJakarta ditetapkan sebagai tersangka karena lalai saat berkendaraaan dan mengakui sedang menggunakan telepon genggam saat berkendaraan. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP