TUTUP
TUTUP
FOKUS

'Pledoi' Setya Novanto dan Kemarahan Jokowi

Beredar dokumen nota pembelaan setebal 12 halaman.
'Pledoi' Setya Novanto dan Kemarahan Jokowi
Ketua DPR Setya Novanto usai menjalani sidang etik di Mahkamah Kehormatan Dewan. (Rizki Anhar)

VIVA.co.id - Presiden Joko Widodo terusik dengan skandal pencatutan namanya untuk meminta saham PT Freeport Indonesia. Jokowi menyatakan kekecewaanya itu melalui sebuah konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin 7 Desember 2015, tak lama setelah Ketua DPR Setya Novanto memberikan keterangan di Mahkamah Kehormatan Dewan.

Setya Novanto diproses MKD berdasarkan laporan Menteri ESDM Sudirman Said. Sudirman menduga Novanto melanggar etik. Bukti yang disodorkannya, rekaman pembicaraan dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan seorang pengusaha bernama Mohammad Reza Chalid.

Berbeda saat Sudirman dan Maroef memberikan kesaksian di MKD, sidang Novanto itu berlangsung tertutup. Novanto memberikan keterangan sekitar empat jam, dari pukul 14.50 hingga 18.10 WIB.

Sidang dilaksanakan tertutup atas permintaan Novanto. Ada sejumlah alasan yang diajukannya. Permintaan sidang tertutup mengacu pada Undang-undang MD3 "Pasal 132 yang menyatakan, Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan berlangsung tertutup. MKD wajib menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dalam sidang MKD.

Menurut Novanto, atas dasar itu dia meminta persidangan MKD terkait dirinya dilaksanakan secara tertutup. "Saya akan menyampaikan hal-hal yang yang bersifat rahasia yang harus dijamin kerahasiaannya oleh MKD demi kepentingan negara dan kedaulatan bangsa Indonesia," ujarnya.

Di forum itu, Novanto menyampaikan pembelaan. Dia tidak merasa bersalah. Sebab itu, MKD diminta menolak atau setidaknya menyatakan tidak menerima aduan Sudirman Said karena tidak memiliki legal standing.

Usai memberikan keterangan tertutup itu, Setya Novanto terlihat meninggalkan ruang sidang dengan dikawal sejumlah polisi dan petugas pengaman dalam (Pamdal). “Sudah saya sampaikan sejelas-jelasnya. Saya terima kasih kepada MKD, saya sudah sampaikan secara detail dan saya tidak bersalah," katanya.

Setelah sidang itu, beredar dokumen nota pembelaan setebal 12 halaman bertanda tangan Setya Novanto dan bermaterai. Pada pokoknya, Novanto minta MKD menolak pengaduan Sudirman Said.

"Saya mohon kepada Yang Mulia berkenan memberikan putusan sebagai berikut: Menyatakan pengaduan yang diajukan oleh Saudara pengadu, Sudirman Said selaku Menteri ESDM tidak mempunyai legal standing, dan karenanya pengaduan Menteri ESDM, Saudara Sudirman Said harus dinyatakan ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima," kata Novanto.

MKD kemudian menggelar rapat internal pada Senin malam. Menurut Wakil Ketua MKD Junimart Girsang, rapat membahas hasil pemeriksaan terhadap pengadu, saksi, dan teradu tersebut serta membahas langkah mereka selanjutnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP