TUTUP
TUTUP
FOKUS

Mimpi Pemotor Melaju di Tol

Konvoi itu tanpa ada seorang pun anggota kepolisian yang menindak.
Mimpi Pemotor Melaju di Tol
Pengendara sepeda motor memasuki gerbang pintu Tol Lenteng Agung Dua, Jakarta (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id - Ratusan pengendara sepeda motor nekat menerobos masuk ke ruas Jalan Tol Ancol Tanjung Priok, Jakarta Utara. Aksi itu terjadi pada Minggu dini hari, 13 Desember 2015. Mereka masuk melalui Gerbang I Tol Tanjung Priok.

Tak hanya masuk ke jalan yang seharusnya diperuntukkan bagi kendaraan beroda empat hingga lebih, pemotor yang jumlahnya diperkirakan mencapai 500 motor itu juga menyerang petugas jalan tol yang berusaha menghalangi mereka.

Bagai sebuah negara tak aturan dan hukum, pemotor yang belum diketahui identitasnya itu, melakukan konvoi di jalur bebas hambatan tanpa ada seorang pun anggota kepolisian yang menindak.

Bahkan, saat melaju di jalan tol, pemotor nekat itu sengaja memblokir ruas jalan tol dengan cara mengemudikan motor bergerombol di tengah jalan.

"Motor-motor itu jenis biasalah, seperti bebek dan sejenisnya, bukan motor gede. Usia (biker)-nya kebanyakan remaja. Tetapi, mereka nekat memaksa masuk untuk konvoi di dalam tol," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro, Muhammad Iqbal beberapa jam, usai penerebosan tol terjadi.

Apa yang terjadi di ruas Jalan Tol Tanjung Priok itu mengingatkan kembali pada kasus penerobosan jalan tol yang terjadi di Kota Bogor, Jawa Barat.

Saat itu, ratusan pengendara motor gede nekat menerobos Jalan tol Bogor Outer Ring Road, untuk menghadiri acara Bogor Bike Week (BBW) 2015, di Bogor, Jawa Barat.

Namun, bedanya saat itu, rombongan pengedara motor gede mengklaim mendapatkan izin resmi untuk melintas. Sedangkan ratusan pemotor penerobos Tol Tanjung Priok tidak memiliki izin apa pun.

Ketua Panitia Festival BBW 2015, Teuku Badruddin, menyatakan konvoi, atau rolling thunder di ruas tol itu dilakukan penuh alasan. Langkah itu ditempuh, agar iring-iringan tak menimbulkan kemacetan di dalam kota. Bagi moge yang melintas di tol pun tak sembarangan, hanya moge-moge dengan kubikasi mesin di atas 600cc.

"Semua bayar full (tarif tol), Rp5.500 setiap orang. Kalau yang tidak ikut konvoi masuk tol (saat itu) lebih besar, yaitu Rp20 ribu. Pembayaran dilakukan secara kolektif dan diatur sebelumnya. Kami juga telah mengantongi izin, jadi resmi," kata Teuku.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Marga Sarana Jabar sebagai pengelola tol BORR, Ferry Siregar, mengaku pihaknya mempersilahkan moge melintas di jalan tol, karena telah mendapatkan surat permohonan izin dari panitia BBW yang diajukan sejak sebulan sebelumnya.
 
"Mereka pun sudah mendapat rekomendasi dari Korlantas Mabes Polri dan Wali Kota Bogor," katanya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP