TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
FOKUS

Suku Bunga The Fed Naik, Kado Manis atau Pahit?

Untuk pertamakali sejak 2006, Bank Sentral AS akhirnya menaikkan FFR.
Suku Bunga The Fed Naik, Kado Manis atau Pahit?
Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen. (REUTERS/William West)
VIVA.co.id - Untuk kali pertama sejak 2006, Federal Reserve (The Fed), atau Bank Sentral Amerika Serikat, akhirnya mengumumkan bahwa mereka menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. 

Ini berarti, kenaikan target suku bunga jangka pendek naik dari 0,25 persen menjadi 0,50 persen.

Keputusan tersebut, akhirnya mengakhiri perdebatan panjang tentang apakah ekonomi AS cukup kuat untuk pembiayaan pinjaman yang lebih tinggi. 

"Dengan kinerja ekonomi yang baik dan diperkirakan terus membaik, hakim komite telah menetapkan kenaikan FFR (fed fund rate) dalam porsi yang tepat," ujar Gubernur The Fed, Janet Yellen, dalam konferensi pers pengumuman suku bunga itu Rabu waktu New York.

Kenaikan tersebut mempertimbangkan peningkatan yang cukup di pasar tenaga kerja AS, di mana tingkat pengangguran jatuh ke lima persen. Hal itu pula yang menimbulkan optimistis pembuat kebijakan bahwa inflasi akan meningkat dalam jangka menengah sebesar dua persen sesuai dengan proyeksi Fed. 

The Fed menjelaskan, waktu kenaikannya masih tentatif, tetapi akan dilakukan secara bertahap. Sambil mencari langkah selanjutnya untuk memonitor inflasi, agar sesuai dengan target. Namun, ditegaskan langkah ini merupakan siklus dari pengetatan moneter yang akan dilakukan. 

Kenaikan FFR yang secara bertahap merupakan kompromi antara pembuat kebijakan yang siap untuk menaikkan suku bunga untuk bulan ini. Meskipun mereka merasa ekonomi masih berisiko tertekan inflasi yang lemah dan pertumbuhan global yang melambat.

Yellen mengatakan, Fed tidak punya keinginan untuk mengekang konsumen dari belanja, atau bisnis dan investasi. Dia menekankan, suku bunga tetap rendah, bahkan setelah kenaikan suku bunga. "Kebijakan tetap akomodatif, ekonomi AS telah menunjukkan kekuatan yang cukup besar. Belanja domestik terus naik," kata Yellen.

Sementara itu, kenaikkan suku bunga The Fed bak angin segar. Bahkan, indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia Pasifik, berada dalam teritori positif pada sesi pembukaan transaksi Kamis 17 Desember 2015.

Bursa Asia merangkak naik, setelah Wall Street juga ditutup naik saat merespons keputusan The Fed tersebut. Seperti diketahui, indeks bursa saham Dow Jones ditutup naik 224 poin, atau 1,28 persen menjadi 17.749. Kenaikkan indeks dipimpin oleh saham Galdman Sachs. Lengkapnya, buka tautan ini.

"Kenaikan Fed fund rate membuat ketenangan di pasar. Kalau The Fed menaikkan lagi, investor akan lebih tenang," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio di Gedung BEI Jakarta, Kamis 17 Desember 2015.

Tito mengungkapkan, kenaikan FFR memberi katalis positif ke pasar saham domestik yang tercermin dari kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menembus satu persen di sesi pertama perdagangan.

"Kenaikan suku bunga The Fed sudah diprediksi sebelumnya. Jadi, ini justru menjadi bagus, karena ketidakpastian sudah tidak ada lagi," ujarnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP