TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
FOKUS

Harga BBM Diturunkan

Mulai berlaku 5 Januari 2016.
Harga BBM Diturunkan
 (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id - Pemerintah akhirnya mengumumkan harga baru bahan bakar minyak (BBM) yang dijualnya ke masyarakat. BBM non subsidi jenis premium diturunkan menjadi Rp7.150 dari sebelumnya Rp7.300 per liter, Sedangkan solar yang masih disubsidi pemerintah, turun menjadi Rp5.950 dari sebelumnya Rp6.700 per liter. 

Penurunan tersebut jauh dari ekspektasi banyak pihak, mengingat harga minyak mentah dunia pada tahun ini terus mengalami penurunan signifikan. Bahkan sempat menyentuh level terendah sejak 11 tahun terakhir.

Baca juga: Harga Premium Turun Jadi Rp7.150, Solar Rp5.950 Per Liter

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menjelaskan secara gamblang pertimbangan pemerintah tidak signifikan menurunkan harga kedua jenis BBM tersebut. Pemerintah sebenarnya bisa menurunkan BBM lebih rendah, sebab diakuinya, harga keekonomian premium dan solar masih di bawah harga yang ditetapkan. 

Harga keekonomian premium saat ini sebesar Rp6.950 per liter, sementara itu solar subsidi seharga Rp5.650 per liter. 

Namun, karena mengacu pada Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, yang mengharuskan ada keseimbangan antara pengembangan energi fosil dan energi terbarukan. Pemerintah harus memiliki dana ketahanan energi yang cukup.

Atas dasar tersebutlah pemerintah memutuskan memasukan komponen dana ketahanan energi dalam setiap liter BBM yang dijual. Untuk premium dipatok sebesar Rp200 per liter, dan solar subsidi sebesar Rp300 per liter. 

Baca juga: Persediaan BBM Dijamin Aman Selama Natal dan Tahun Baru

Kemudian, untuk memastikan tidak ada yang dirugikan dengan penurunan harga ini, pemberlakuan harga baru ini ditetapkan pada 5 Januari 2016. Dengan pertimbangan para pelaku usaha masih memiliki waktu untuk menghabiskan stok BBM yang dijual dengan harga lama. 

Dalam penetapan harga, pemerintah juga telah memutuskan ke depannya akan melanjutkan skema evaluasi harga tiap tiga bulan sekali, sesuai dengan kesepakatan dengan DPR, yang mulai diterapkan mulai Oktober lalu. 

Pertimbangannya, kebijakan sebelumnya yang menerapkan evaluasi harga setiap satu bulan sekali terlalu sering menimbulkan gejolak di masyarakat. Sebab, setiap bulannya harga-harga khususnya kebutuhan pangan terus mengalami perubahan, dan tidak memberikan kepastian bisnis bagi dunia usaha. 

Baca juga: Pasokan Berlebih, Harga Minyak Masih Terendah Dalam 11 Tahun

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio menilai, kebijakan tersebut tidak akan terlalu dirasakan oleh masyarakat. Sebab, selain masyarakat masih dianggap mampu menanggung harga eceran kedua jenis BBM tersebut, kebijakan ini dinilai hanya menguntungkan bagi para pengguna kendaraan semata.

"Tidak ada gunanya itu. Tidak ada manfaatnya. Tidak akan ada yang turun (harga-harga)," ujar Agus saat berbincang dengan VIVA.co.id di Jakarta, Rabu 23 Desember 2015.

Akankah tarif angkutan diturunkan?

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP