TUTUP
TUTUP
FOKUS

Sambut Natal dengan Damai

Pengamanan diperketat. Ancaman teroris menyeruak belakangan ini.
Sambut Natal dengan Damai
Perayaan Misa Malam Natal di Katedral (VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi)

VIVA.co.id - "Damai di Langit, Damai di Bumi," adalah kalimat yang selalu terdengar setiap menjelang perayaan Natal, 25 Desember. Kalimat itu adalah semacam harapan, agar Bumi selalu penuh dengan damai dan cinta kasih, sebagaimana Tuhan selalu mengajarkan.

Namun, dari tahun ke tahun, damai di Bumi sepertinya menjauh dari harapan. Makin hari makin lazim terdengar, menjelang Natal, maka pengamanan justru makin ditingkatkan.

Pada 2015, perayaan Natal juga dilewati dengan kewaspadaan. Konflik sektarian yang terjadi di berbagai belahan dunia menimbulkan kekhawatiran di kawasan yang berseberangan.

Sepanjang 2015, perang di Suriah, lautan pengungsi, kekerasan yang dilakukan oleh kelompok militan ISIS, aksi terorisme, penembakan, pemboman, hingga pemenggalan, menjadi santapan harian yang bertebaran di media internasional, juga lokal.

Dua aksi teror terakhir, serangan di Paris, yang menewaskan 129 orang, dan serangan di San Bernardino, California, yang menewaskan 14 orang menjadi aksi yang menimbulkan ketakutan massal. Apalagi, aksi itu kemudian diikuti dengan ancaman terhadap penerbangan, sekolah, juga wilayah publik di Eropa, meski beberapa ancaman ternyata hoax.

Sejak akhir November, berbagai negara, terutama Barat dan Eropa mengumumkan sikap mereka untuk meningkatkan keamanan dan memerangi terorisme. Berbagai kerja sama dalam bidang keamanan, termasuk berbagi informasi intelijen disepakati. Kelompok militan Muslim, yang saat ini direpresentasikan oleh ISIS, terus menjadi kelompok yang tetap diawasi.

Indonesia, negara dengan penduduk mayoritas Muslim juga ikut terbawa. Informasi intelijen yang disampaikan FBI, pemerintah Australia, dan pemerintah Singapura berbuah perburuan terhadap terduga pelaku teror.

Senin, 21 Desember 2015, Kepala Divisi Hubungan Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan mengumumkan penangkapan sembilan orang di Jawa Timur. Mereka diduga terlibat jaringan teroris dan kelompok militan ISIS.

"Mereka mau ledakin tempat-tempat tertentu. Mereka mau mengadakan 'konser' (pengeboman) besar di Indonesia agar menjadi salah satu berita internasional," kata Anton, di Jakarta.

Respons Kapolri

Kapolri pun merespons cepat. Menjelang Natal dan pergantian tahun, status keamanan di Indonesia ditingkatkan menjadi Siaga I. "Ada informasi (ancaman) pada Desember yang dikuatkan oleh laporan FBI (Federal Bureau of Investigation), Australian Federal Police (AFP), dan dari Singapura. Maka kami melakukan langkah-langkah dan upaya pencegahan," kata Badrodin di Jakarta, Senin, 21 Desember 2015.

Penangkapan terduga teroris kembali terjadi pada Rabu, 23 Desember 2015. Seorang terduga teroris ditangkap di Bekasi, hanya dua hari menjelang perayaan Natal. 

Sehari menjelang natal, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti dalam wawancara dengan tvOne, Kamis, 24 Desember 2015, mengakui pengamanan Natal tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, Polri menerjunkan 150.000 personel keamanan di seluruh Indonesia.

Tim pengamanan ini adalah gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dephub, Damkar, tenaga kesehatan, Pramuka, hingga Pam Swakarsa.

Namun, Badrodin menjamin, pengamanan maksimal dan masyarakat tak perlu cemas. Ia meminta masyarakat beraktivitas seperti biasa, dan tak perlu menghindari tempat keramaian. 

"Tak perlu dihindari. tempat yang jadi sasaran aksi teror seperti mal dan tempat rekreasi sudah ditingkatkan pengamanannya," katanya. Ia menjamin bahwa perayaan Natal dan tahun baru bisa berjalan dengan aman dan lancar.

Ucapan Badrodin ada benarnya. Sejumlah daerah melaporkan penjagaan yang serius. Polresta Depok menurunkan anjing pelacak, tim khusus Jaguar, bahkan penembak jitu.

Personel keamanan diturunkan untuk memeriksa dan mengamankan gereja dan pusat belanja di kota Depok. Di Jakarta, gereja Katedral dijaga 400 personel. Mereka juga memberlakukan pemindaian barang bawaan milik seluruh jemaah yang akan menghadiri misa Natal.

Di Nusa Tenggara Barat, 2.350 anggota personel keamanan diturunkan untuk menjaga 76 gereja yang berada di wilayah tersebut. Kapolda NTB, Brigjen Pol Umar Septono mengatakan, tak ada atensi khusus, namun polisi menjaga penuh. Di Bali, menjelang Misa Natal, petugas keamanan melakukan penyisiran di gereja Katedral. Hampir satu jam gereja tersebut diperiksa secara teliti oleh petugas dan anjing pelacak.

Aksi teror dan isu keamanan mungkin masih terus membayangi. Namun, jaminan keamanan yang disampaikan oleh Kapolri Badrodin Haiti semoga bisa memberikan ketenangan bagi umat Kristiani yang ingin merayakan kelahiran Kristus dengan ketenangan yang syahdu.

Seperti salam yang selalu disampaikan setiap Natal, “Damai di Langit, Damai di Bumi,” seperti itu lah harapan yang tersimpan. Semoga harapan menjadi nyata, dan ketenangan Natal membawa damai untuk semua.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP