TUTUP
TUTUP
FOKUS

'Meratakan' Kalijodo

Kawasan ini dikenal sebagai tempat hiburan malam, judi, & prostitusi.
'Meratakan' Kalijodo
Foto udara hasil screenshot kawasan Kalijodo di Jakarta, Jumat (12/2/2016) (ANTARA/Muhammad Adimaja)

VIVA.co.id - Wacana menertibkan kawasan Kalijodo semakin serius digulirkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Awal pekan ini, Polda Metro Jaya bersama Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama bertemu, guna mematangkan rencana penggusuran Kalijodo.

Nama Kalijodo kembali mencuat di pemberitaan media massa, adalah setelah Riki Agung Prasetyo (24) pengendara mobil Fortuner B 201 RFD menabrak pengendara motor hingga menyebabkan empat orang tewas, di Jalan Daan Mogot km 15, Kalideres, Jakarta Barat, Senin pagi, 8 Februari 2016.

Setelah diusut, Riki mengaku sebelum insiden maut itu terjadi, sempat minum-minuman alkohol di tempat hiburan malam yang ada di kawasan Kalijodo. Atas perbuatannya itu, polisi menetapkan Riki sebagai tersangka.

Bukan rahasia lagi, kawasan Kalijodo selama ini memang dikenal sebagai tempat hiburan malam, judi, dan prostitusi. Lokasinya yang berada di salah satu sudut bagian utara Kota Jakarta, diapit oleh Kali Angke, dan Sungai Banjir Kanal menjadikan wilayah tersebut semakin legendaris.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan rencana DKI menertibkan kawasan Kalijodo akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Rencana itu menunggu rapat koordinasi dengan Polda Metro Jaya dan TNI yang akan digelar Senin 15 Januari 2016.

"Tunggu Polda Metro Jaya, untuk membicarakan dulu, gimana caranya, pasti kita akan bongkar memang," kata Ahok, usai mengantarkan Presiden Joko Widodo dalam lawatan kerja ke AS di Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Minggu 14 Februari 2016.

Ahok menegaskan, kawasan Kalijodo yang selama ini dijadikan warga sekitar sebagai tempat hiburan malam sejatinya adalah jalur hijau, karena lokasinya persis berada di bantaran sungai. Sebab itu, penertiban itu akan mengembalikan fungsi Kalijodo sebagai ruang terbuka hijau.

"Itu memang jalur hijau," katanya.

Kekhawatiran lain yang muncul terkait keberadaan Kalijodo juga diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Menurutnya, keberadaan Kalijodo bukan hanya permasalahan lokalisasi semata, tetapi tempat tersebut juga digunakan sebagai lahan perjudian.
 
"Kita tahu semua di Kalijodo, ada tiga masalah lagi yang menonjol di samping prostitusi. Ada kriminalitas, narkoba, lalu perjudian. Sekalian kita ubah fungsinya kembali menjadi jalur hijau," ujar Djarot di Halim Perdanakusuma.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian menyatakan, jajarannya akan mendukung dan mengawal rencana Pemprov DKI untuk menertibkan lokalisasi Kalijodo. Namun, sebelum itu, Polda bersama TNI dan Gubernur DKI akan merapatkan terlebih dahulu mengenai rencana tersebut.
 
"Kami melibatkan beberapa stakeholder (pemangku kepentingan). Prinsipnya kita mendukung kebijakan," kata Irjen Tito Karnavian.

Koordinasi dengan sejumlah stakeholder dalam penertiban Kalijodo dinilai Tito, sangat penting, sekali pun Polda Metro Jaya sebenarnya sudah mengetahui peta kekuatan kelompok-kelompok yang selama ini membekingi lokalisasi Kalijodo. Tito pastikan TNI-Polri tak gentar dengan siapa pun.

"Kita sudah memetakan. Dan, kita sangat tahu petanya seperti apa," tegas mantan Kepala Densus 88 Antiteror Polri ini.

Tito memastikan, Polda Metro Jaya dan TNI siap mengawal kebijakan Ahok untuk menertibkan Kalijodo. Menurut dia, tak ada tempat bagi aksi premanisme maupun tindak kekerasan yang boleh langgeng di negeri ini.

"Tak ada tempat yang enggak bisa disentuh TNI dan Polri. Saya sendiri, saat jadi Kapolda Papua dua tahun di sana, ada tempat yang katanya ada kelompok bersenjata di sana, kami datangi," ujar jenderal bintang dua Polri ini.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP