TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
FOKUS

Menguak Praktik Curang Raksasa Otomotif Jepang

Mitsubishi melakukan kecurangan dalam pengujian konsumsi bahan bakar.
Menguak Praktik Curang Raksasa Otomotif Jepang
Pimpinan Mitsubishi Motors Corp ramai-ramai minta maaf di depan media massa. (REUTERS/Toru Hanai)

VIVA.co.id – Saat menggeluti dunia bisnis, semakin besar usaha berkembang, maka risiko yang harus ditanggung juga semakin tinggi.Tidak hanya itu, masalah yang timbul juga semakin pelik dan membutuhkan penyelesaian yang jauh lebih kompleks.

Setiap masalah yang muncul biasanya harus diselesaikan dengan cara yang berbeda.

Solusi yang diambil juga akan memiliki dampak positif dan negatif. Efeknya bisa sebentar atau lama, tergantung dari seberapa besar perusahaan itu.

Dalam semua lini bisnis, sebuah pilihan yang berisiko terkadang harus diambil, meski efeknya bisa saja membuat pudar kepercayaan publik pada perusahaan tersebut.

Hal ini juga dilakukan beberapa pejabat di perusahaan otomotif multi nasional. Praktik menutupi cacat produk kerap dilakukan, demi menghindari kerugian perusahaan.

Namun, jika ketahuan, maka tidak mudah untuk bisa mendapatkan kembali dukungan dari konsumen mereka.

Masih segar di ingatan, terkuaknya kasus skandal yang dilakukan pabrikan mobil asal Jerman, Volkswagen (VW). Perusahaan yang menaungi beberapa merek kendaraan ini terlibat kasus penipuan emisi gas buang.

Akibatnya, pimpinan perusahaan Martin Winterkorn mengundurkan diri, karena menghadapi tekanan dari berbagai pihak.

Menurut kabar terbaru yang dilansir Augusta Chronicle, Kamis, 21 April 2016, pihak VW bersama pemerintah AS dan perwakilan pengacara konsumen telah menemukan kesepakatan, di mana VW diminta membeli kembali beberapa mobil diesel yang telah dibeli konsumen.

Belum selesai masalah VW, kini muncul lagi kasus penipuan yang dilakukan salah satu raksasa otomotif asal Jepang, Mitsubishi Motors Corporation (MMC).

Dilansir dari Paultan, Kamis 21 April 2016, MMC mengeluarkan pernyataan, mereka telah melakukan kecurangan dalam hal pengujian konsumsi bahan bakar.

Menurut pengakuan pabrikan asal Jepang itu, pihaknya dengan sengaja memanipulasi pengujian konsumsi BBM pada produk mobil mungil buatan mereka, eK Wagon dan eK Space, agar tercatat lebih irit dari yang seharusnya.

Menurut berita yang dilansir dari BBC, cara yang dilakukan Mitsubishi untuk mendapatkan angka konsumsi bahan bakar lebih tinggi itu cukup sederhana.

Mereka hanya mengisi udara pada keempat ban dengan tekanan yang berbeda dari standar Jepang. Alhasil, konsumsi bahan bakar mobil tersebut menjadi lebih irit.

Uniknya, perbedaan hasil konsumsi bahan bakar ini ditemukan pabrikan mobil asal Jepang lainnya, yaitu Nissan Motors Corporation (NMC).

Kebetulan, MMC memang membuat dua mobil dengan desain yang sama seperti eK, namun untuk dijual dengan merek Nissan. Dua mobil yang dimaksud yaitu Nissan Dayz dan Dayz Roox.

Oleh Nissan, mobil pesanan mereka diuji dengan spesifikasi sesuai aturan. Hasilnya, konsumsi bahan bakar dua mobil tersebut lebih boros.

Konsumsi BBM mobil berkapasitas 657cc itu mencapai satu liter untuk jarak 30 kilometer. Namun, saat diuji oleh Nissan, hasilnya tujuh persen lebih boros.

President and Chief Operating Officer MMC Tetsuro Aikawa menyesalkan apa yang terjadi saat ini. Dia mengakui, kasus tersebut merupakan kesalahan yang disengaja.

"Kesalahan itu memang disengaja. Hal ini jelas pemalsuan, dilakukan untuk membuat jarak tempuh terlihat lebih baik. Tapi, mengapa mereka melakukan penipuan, hal ini masih belum jelas," kata Tetsuro Aikawa seperti dilansir BBC.

Meski tidak menyadari perusahaan yang ia pimpin melakukan penyimpangan, Aikawa mengaku merasa bertanggung jawab atas insiden tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen dan seluruh pihak terkait.

Selanjutnya... Saham Anjlok, Kantor Digerebek.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP