TUTUP
TUTUP
FOKUS

Angin Segar Alutsista dari Rusia

Jokowi bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Angin Segar Alutsista dari Rusia
Presiden Joko Widodo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kota Sochi, 18 Mei 2016.  (REUTERS/Sergei Karpukhin )

VIVA.co.id –  Menjelang KTT Rusia-ASEAN, Presiden RI Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Indonesia dikabarkan akan kembali membeli senjata dari Rusia.

Usai kunjungan ke Korea Selatan, Presiden RI Joko Widodo langsung bertolak ke Rusia. Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh jam, Presiden RI dan rombongan mendarat di bandara Adler, Sochi, pada Rabu sore, 17 Mei 2016, sekitar pukul 15.00 waktu setempat atau sekitar pukul 19.00 WIB.

Jokowi tiba di Rusia untuk mengikuti KTT ASEAN-Rusia, yang resminya akan berlangsung di Black Sea Resort, Sochi, selama dua hari, 19-20 Mei 2016. Namun Rabu malam, Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan bilateral. Seperti banyak diduga, pembicaraan soal alat utama sistem pertahanan (Alutsista) langsung menjadi isu hangat.

"Kami sepakat untuk meluaskan kerja sama antara Kementerian Pertahanan dan Keamanan," ujar Putin, seperti dikutip dari Reuters, Rabu, 18 Mei 2016. Putin mengatakan, selain soal alutsista, Indonesia juga sepakat untuk melakukan pertukaran informasi intelijen.

Sebelumnya, Kepala Badan Ekspor Senjata Rusia Alexander Formin mengatakan, bahwa Rusia ingin memproduksi amunisi militer untuk Indonesia, termasuk granat. Formin juga menegaskan ketertarikan Indonesia pada alutsista buatan Rusia.  Ia mengatakan Indonesia tertarik pada kapal selam dan jet Rusia. "Namun, Rusia memiliki saingan, seperti Amerika Serikat dan China,” ujarnya seperti dikutip dari Euronews, Selasa, 17 Mei 2016.

Pernyataan Formin juga dipertegas oleh salah ajudan Kremlin, Yuri Ushakov. Sebelum pertemuan bilateral dua presiden dilakukan, Ushakov mengatakan Rusia akan menandatangani kesepakatan dengan Indonesia untuk memasok senjata dalam jumlah yang tidak ditentukan. Selain itu, Rusia juga ingin memberikan kesempatan pada Indonesia untuk memproduksi senjata di bawah lisensi Rusia.  

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP