TUTUP
TUTUP
FOKUS

EgyptAir Ditemukan, Penumpang dan Kotak Hitam Masih Misteri

Pencarian belum usai, bala bantuan dikerahkan.
EgyptAir Ditemukan, Penumpang dan Kotak Hitam Masih Misteri
Bendera Mesir dan Bendera Maskapai EgyptAir tengah berkibar di kantor pusat maskapai asal negeri Piramida ini. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)

VIVA.co.id – Tanda-tanda soal keberadaan pesawat EgyptAir jenis Airbus A320 dengan nomor penerbangan MS804 menemui titik terang. Adalah Lembaga Investigasi Kecelakaan Udara Prancis, (BEA/Bureau d'Enquêtes et d'Analyses) yang mengungkap keberadaan pesawat nahas itu.

Mereka mengonfirmasikan bahwa sebelum jatuh ke perairan Mediterania, serangkaian peringatan menunjukkan adanya asap yang terdeteksi di dalam pesawat EgyptAir. Asap tersebut, terdeteksi sesaat sebelum menghilang dari radar.

Menurut situs Reuters, Minggu, 22 Mei 2016, salah seorang juru bicara BEA menjelaskan, sinyal peringatan itu tidak menunjukkan faktor penyebab timbulnya asap, atau api di dalam pesawat yang terjun ke laut.

Namun, sinyal itu bisa menjadi petunjuk pertama untuk mencari tahu penyebab kecelakaan. Aviation Herald, situs Austria yang mengkhususkan diri dalam kecelakaan udara, mempublikasikan tujuh pesan darurat dari pesawat selama tiga menit.

Beberapa di antaranya, termasuk alarm tentang asap yang muncul dari dalam toilet dan sistem avionik (peralatan elektronik penerbangan) pesawat yang terletak di bawah kokpit.

Seorang pakar keselamatan penerbangan mengatakan, sekuens data peringatan tersebut tidak menunjukkan apakah pesawat telah hancur di udara, atau hanya meledak di satu bagian.

Ahli Keselamatan Penerbangan, David Learmont, dalam blognya mengatakan, kebakaran itu menyebar dengan cepat, sehingga awak pesawat tidak sempat melakukan panggilan darurat (emergency call).

"Pertanyaannya sekarang adalah apakah kebakaran yang menyebabkan asap itu berasal dari kesalahan listrik, misalnya arus pendek yang disebabkan oleh kabel yang rusak, atau berupa alat peledak yang dibawa oleh sebuah kelompok teroris di dalam pesawat," kata Learmont.

Bahkan, Badan Antariksa Eropa menyebutkan kalau satelitnya melihat tumpahan minyak sepanjang dua kilometer di Mediterania, sekitar 40 kilometer tenggara dari posisi terakhir keberadaan pesawat diketahui.

Baca: Belum Ada Kejelasan Nasib Penumpang dan Kru EgyptAir

Kedalaman 3.000 meter

Selain itu, BEA, yang membantu penyelidikan resmi Mesir atas jatuhnya EgyptAir juga mengatakan, prioritas yang saat ini dilakukan adalah menemukan dua rekaman penerbangan yang dikenal sebagai black box (kotak hitam).

Kotak yang berisi rekaman suara kokpit dan pembacaan data Airbus A320 yang menghilang Kamis lalu, hingga saat ini belum ditemukan. Laporan awal penyebab kecelakaan kemungkinan akan disajikan dalam waktu satu bulan.

Menurut Menteri Penerbangan Sipil Mesir, Sherif Fathi, mengutip Reuters, tantangan yang akan dihadapi dalam perburuan kotak hitam adalah kedalaman laut Mediterania di daerah pencarian.

"Yang saya ketahui, kedalaman di area pencarian black box bisa mencapai 3.000 meter. Hingga saat ini, belum ada perangkat penting dari pesawat yang ditemukan," ujar dia.

Sampai-sampai, kapal patroli AL Perancis, EV Jacoubet, meninggalkan Pelabuhan Toulon di Laut Tengah untuk ambil bagian dalam pencarian kotak hitam EgyptAir MS804 yang jatuh.

Kapal sepanjang 80 meter itu dilengkapi sonar yang bisa mengidentifikasi suara di bawah laut yang berasal dari kotak hitam yang berisi rekaman data penerbangan dan percakapan pilot itu.

Juru bicara AL Perancis mengatakan, dibutuhkan waktu setidaknya dua atau tiga hari bagi kapal dengan awak 90 orang itu tiba di lokasi pencarian berada di antara kota Aleksandria, Mesir dan Pulau Kreta, Yunani.

Selain itu dibutuhkan waktu untuk mencari kotak hitam tersebut karena kedalaman laut di lokasi pesawat itu diduga jatuh memiliki kedalaman 2.400-3.050 meter.

Sedangkan, Direktur Utama EgyptAir, Safwat Moslem, melalui  siaran di stasiun televisi pemerintah Mesir menyebutkan, saat ini radius pencarian bangkai pesawat melebar hingga 64 kilometer. Pencarian tersebut mencakup area seluas 13 ribu kilometer persegi.

"Cakupan itu pun masih mungkin diperluas jika diperlukan," ungkap Moslem. Tak cuma kotak hitam. Nasib 66 penumpang yang terdiri atas 56 penumpang dan 10 awak pesawat pun belum jelas.

Baca juga: Jatuhnya EgyptAir, Maskapai Atau Militan Bermasalah

Setengah dari jumlah penumpang pesawat yang terbang dari Paris tersebut adalah warga negara Mesir, yakni 30 orang. Sedangkan 15 orang lain berasal dari Prancis dan sisanya dari setidaknya delapan negara lain, termasuk Aljazair, Belgia, Inggris, dan beberapa negara Teluk Persia.

Jangan berspekulasi

Menurut situs Mirror, beberapa sumber mengatakan telah menangkap sinyal black box, yang memungkinkan mereka untuk mencari posisi kota tersebut di dalam air. Namun, pihak militer membantah.

"Kami belum memiliki informasi mengenai keberadaan kotak hitam. Jika sudah diketahui, kami akan segera mengonfirmasikannya," kata seorang pejabat Kementerian Penerbangan Sipil Mesir. Laporan keberadaan black box tersebut mulanya muncul melalui surat kabar pemerintah, Al-Ahram.

Upaya pencarian yang dilakukan pihak militer dan lembaga investigasi telah menemukan beberapa barang milik penumpang, di sebelah utara Alexandria.

Beberapa di antaranya pelampung keselamatan, masker oksigen, kursi pesawat yang sudah hancur, potongan-potongan kecil dari badan pesawat dan satu buah sepatu.

Terkait upaya penyelidikan, semua pihak staf bandara di Prancis, termasuk petugas pembersihan, petugas bagasi, pihak katering dan pekerja truk bahan bakar akan diinterogasi. Siapa saja yang diperkirakan memiliki akses ke atas pesawat akan diinterogasi oleh pihak otoritas Prancis.

Bahkan, Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi mendesak media agar tidak berspekulasi soal penyebab jatuhnya EgyptAir. Menurutnya, saat ini semua skenario sangat terbuka.

Saat menyampaikan pernyataannya, Minggu, 22 Mei 2016, Sisi mengatakan, penyelidikan soal penyebab jatuhnya Egypt Air bisa jadi akan memakan waktu lama, "namun tak ada seorang pun yang bisa menyembunyikan fakta”.

"Sampai saat ini semua skenario sangat mungkin. Jadi saya mohon, sangat penting bagi kami untuk tak membicarakan apapun bahwa ada skenario khusus dalam kasus ini," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Pernyataan Sisi disampaikan di tengah dugaan yang menguat bahwa EgyptAir jatuh akibat aksi terorisme. Seorang ahli intelijen Rusia dengan tegas mengatakan, kemungkinan terjadinya aksi terorisme atas jatuhnya pesawat EgyptAir pada Kamis, sangat kuat.

Namun, informasi itu tak segera diamini oleh Mesir dan Prancis yang terlibat dalam proses penyelidikan. Kedua negara selalu mengatakan, semua skenario masih terbuka, termasuk kemungkinan adanya aksi terorisme. (umi)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP