TUTUP
TUTUP
FOKUS

Tol Jakarta-Palimanan Terintegrasi, Benarkah Kurangi Macet?

Setiap tahun, kepadatan ruas jalan tol telah menjadi momok menakutkan.
Tol Jakarta-Palimanan Terintegrasi, Benarkah Kurangi Macet?
Antrean Tol Cipali (ANTARA/Sigid Kurniawan)

VIVA.co.id – Setiap tahun, kepadatan ruas jalan tol Jakarta-Cikampek telah menjadi momok menakutkan saat libur panjang hingga musim Lebaran. 

Kemacetan di jalan tol tersebut terjadi, akibat lonjakan volume kendaraan yang tidak diiringi dengan peningkatan kapasitas tampung jalan.

Pemerintah pun melakukan berbagai langkah. Salah satunya, pengintegrasian pembayaran jalan tol Trans Jawa Cikopo-Palimanan.

Tujuannya, mengurangi kemacetan panjang di jalur mudik Lebaran. Sistem yang kemarin, Senin 13 Juni 2016, mulai diujicobakan ini, menjadi langkah untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan saat arus mudik.

Pengintegrasian pembayaran jalan tol Trans Jawa dilakukan di dua cluster. Cluster pertama meliputi jalan tol Jakarta-Cikampek, Cikopo-Palimanan, Cipularang, dan Padaleunyi. 

Sementara itu, cluster kedua adalah mulai dari Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, dan Pejagan-Brebes Timur.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan, pembayaran di jalan tol nantinya akan dilakukan hanya pada saat ke luar di gerbang tol tujuan.

Misalnya, pembayaran cluster pertama akan mulai diawali dengan pengambilan kartu di Cikarang Utama dan pembayaran dilakukan ujung perjalanan, seperti di gerbang tol Palimanan, atau gerbang tol sebelumnya jika pengemudi ingin keluar.  

Sementara itu, cluster kedua pembayaran terakhir dapat dilakukan di gerbang tol Brebes Timur.

"Integrasi jalan terus jadi fokus kami sampai sebelum Lebaran. Integrasinya sampai Brebes Timur," kata Herry, kepada VIVA.co.id, Minggu 12 Juni 2016.

Menurutnya, uji coba tidak dibatasi waktu, apabila ada yang kurang akan dilakukan evaluasi.

Dia menuturkan, empat gerbang tol dalam dua cluster tersebut, transaksinya akan dihapuskan. Gerbang tersebut di antaranya gerbang Tol Cikopo, gerbang Tol Plumbon, gerbang Tol Ciperna, dan gerbang Tol Mertapada.

Lalu, bagaimana dengan tarif tol yang akan diberlakukan?

Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Hudaya Arryanto mengungkapkan bahwa tarif pembayaran tol yang diberlakukan adalah seperti tarif sebelumnya. 

Untuk golongan I dari Jakarta-Palimanan dipatok Rp109.500, yang merupakan akumulasi dari pembayaran gerbang tol sebelumnya.

"Dengan rincian Jakarta-Cikampek Rp13.500 dan Cikampek-Palimanan Rp96 ribu," kata dia. 

Sementara itu, Direktur Operasi Waskita Toll Road, selaku pengelola tol Pejagan-Brebes Timur, Muhammad Sadali mengatakan, jika pembayaran tol diintegrasikan dari Palimanan hingga Brebes Timur, pengguna membayar Rp55.500. 

Jumlah tersebut, merupakan akumulasi dari pembayaran tiga ruas tol yang dipangkas menjadi satu gerbang tol.  

"Jad, tarifnya dari Palimanan-Kanci Rp11.500, Kanci-Pejagan sebesar Rp24 ribu, Pejagan-Brebes Timur Rp20 ribu, totalnya Rp55.500, bayarnya nanti di sini (Brebes Timur)," kata Sadali, di gerbang tol Brebes Timur, Brebes, Senin 13 Juni 2016. 

Dia menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dalam mengantisipasi kemacetan di jalan tol. Diprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3.

"Kami persiapan puncak kepadatan itu mulai H-10, dan diprediksi puncaknya di H-3," kata Sadali. 

Berikutnya, gunakan e-money...

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP