TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
FOKUS

Peluru Mati di Nusakambangan Meletup Lagi

Di bawah kepemimpinan Jokowi telah ada 14 orang yang dieksekusi mati.
Peluru Mati di Nusakambangan Meletup Lagi
Petugas kepolisian meninggalkan pelabuhan feri setelah mengawal terpidana mati Bali Nine ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Rabu (04/03/2015). (REUTERS/Darren Whiteside)

VIVA.co.id – "Eksekusi jalan terus," ujar Jaksa Agung Prasetyo bulan lalu menjawab rencana eksekusi terpidana mati narkoba di Indonesia. Ya, tahun ini Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo tak surut menggelar eksekusi mati untuk para bandar narkoba.

Setidaknya, di bawah kepemimpinan Jokowi telah ada 14 orang yang dieksekusi mati setelah terakhir diselenggarakan pada tahun 2013 di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

Di Indonesia, eksekusi mati memang sudah menjadi ketentuan hukum formil. Setidaknya hingga 2006, ada 11 peraturan perundangan yang mencantumkan ancaman eksekusi mati mulai dari KUHP, UU Antikorupsi, UU narkotika, UU Antiterorisme, UU Darurat Nomor 12 tahun 1951, UU Nomor 11 tahun 1963 tentang kegiatan subversif, dan UU Pengadilan Hak Asasi Manusia.

Indonesia memang menjadi satu dari 55 negara yang saat ini masih menerapkan eksekusi mati bagi pelaku kejahatan di negaranya. Sebab itu, mahfum adanya eksekusi mati bak sudah menjadi hukuman wajib di Indonesia.

Dan salah satunya adalah kepada para gembong narkoba yang tertangkap di Indonesia. Tak pandang bulu, warga asing atau bukan harus siap di eksekusi mati.

"Eksekusi mati tak bisa tawar-tawar. Kita harus keras ke bandar dan pengedar. Jadi tetap Indonesia perang terhadap narkoba," kata Prasetyo.

Berikut daftar terpidana mati yang telah di eksekusi mati sejak kurun 2004-2015:

Tahun 2004

  1. Ayodya Prasad-India (narkoba)
  2. Saelow Prasad-India (narkoba)
  3. Namsong Sirilak-Thailand (narkoba)

Tahun 2005

  1. Astini-Indonesia (pembunuhan)
  2. Turmudi-Indonesia (pembunuhan)

Tahun 2006

  1. Fabianus Tibo-Indonesia (kerusuhan)
  2. Domingus da Silva-Indonesia (kerusuhan)
  3. Marinus Riwu-Indonesia (kerusuhan)

Tahun 2007

  1. Ayub Bulubili-Indonesia (pembunuhan)

Tahun 2008

  1. Amrozi-Indonesia (terorisme)
  2. Imam Samudera-Indonesia (terorisme)
  3. Muklas-Indonesia (terorisme)
  4. Rio Alex Bullo-Indonesia (pembunuhan)
  5. TB Yusuf Maulana-Indonesia (pembunuhan)
  6. Sumiarsih-Indonesia (pembunuhan)
  7. Sugeng-Indonesia (pembunuhan)
  8. Ahmad Suraji-Indonesia (pembunuhan)
  9. Samuel Iwuchukuwu-Nigeria (narkoba)
  10. Hansen Anthony (Nigeria) Narkoba

Tahun 2009
* Tidak ada

Tahun 2010

* Tidak ada

Tahun 2011
* Tidak ada

Tahun 2012
* Tidak ada

Tahun 2013

  1. Abdul Hafeez-Pakistan (narkoba)
  2. Suryadi Swabuana-Indonesia (pembunuhan)
  3. Jurit-Indonesia (pembunuhan)
  4. Ibrahim-Indonesia (pembunuhan)
  5. Daniel Enemo-Nigeria (narkoba)

Tahun 2014

* Tidak ada

Tahun 2015

  1. Andrew Chan-Australia (narkoba)
  2. Myuran Sukumaran-Australia (narkoba)
  3. Rodrigo Gularte-Brasil (narkoba)
  4. Silvester Obiekwe-Nigeria (narkoba)
  5. Okwudii Oyatanze-Nigeria (narkoba)
  6. Stephanus Jamio-Nigeria (narkoba)
  7. Martin Anderson-Nigeria (narkoba)
  8. Zainal Abidin-Indonesia (narkoba)
  9. Rani Andriani-Indonesia (narkoba)
  10. Namaona Denis-Malawi (narkoba)
  11. Ang Kim Soe-Belanda (narkoba)
  12. Marco Archer-Brazil (narkoba)
  13. M Adami Wilson-Malawi (narkoba)
  14. Tran Thi Bich-Vietnam (narkoba)

Sumber: KontraS

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP