TUTUP
TUTUP
FOKUS

Menuju Transformasi Tren Busana 2017

"Fesyen adalah bahasa instan," Miuccia Prada.
Menuju Transformasi Tren Busana 2017
ilustrasi fesyen show (Viva.co.id/Putri Firdaus)

VIVA.co.id – Fesyen adalah bahasa instan. Penggalan kalimat dari seorang desainer ternama dunia asal Italia, Miuccia Prada, bisa diartikan bahwa fesyen, termasuk busana yang dikenakan akan menunjukkan siapa Anda.

Karena itu, banyak orang yang ingin selalu tampil menarik dan tidak ingin ketinggalan dengan tren busana atau fesyen terbaru demi menunjukkan dirinya, karakternya atau bahkan statusnya. Untungnya, sebelum musim berganti, prediksi busana dengan liar memainkan perannya dalam menciptakan tren baru.

Seiring dengan keinginan untuk tampil lebih menarik dan berbeda, fesyen pun terus berevolusi. Dan pameran fesyen atau pekan mode sering dijadikan tolok ukur tren busana selanjutnya.

Salah satu gelaran fesyen prestisius yang paling ditunggu untuk mendapatkan bocoran tren busana tahun depan adalah Indonesia Fashion Week (IFW). Pekan mode selama lima hari itu siap dihelat pada 1-5 Februari 2017.

Sejumlah desainer Tanah Air dipastikan tak akan membuang kesempatan untuk unjuk gigi pamer koleksi mereka dalam ajang fesyen, yang mengusung tema Celebration of Couture itu. IFW 2017 akan menampilkan sekitar 20 peragaan busana, dan ratusan merek busana lokal.

Gelaran fesyen yang dihelat di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut akan mengangkat budaya Nusantara, seperti Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Bromo-Tengger, Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai.

"IFW 2017 akan menampilkan tema Celebration of Culture dengan seluruh rangkaiannya dikemas sedemikian rupa hingga mewakili kekayaan khasanah budaya Indonesia," ujar Presiden Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono, belum lama ini.

Tak hanya IFW, Jakarta Fashion Week (JFW) yang telah digelar pada Oktober lalu pun menampilkan koleksi yang bisa dijadikan referensi untuk tahun depan. Begitu juga dengan pekan mode dunia sekelas New York Fashion Week (NYFW) 2017 menjadi salah satu ajang fesyen yang menampilkan koleksi-koleksi terbaru untuk musim gugur dan panas.

Busana muslim

Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menjadikan tren busana muslim pada tahun depan diprediksi bakal mendominasi. Bahkan, desainer busana muslim Indonesia, Anniesa Hasibuan, di NYFW menjadi soroton publik dunia dan pujian dari media serta kritikus fesyen karena koleksinya bertajuk D'Jakarta dinilai indah dan sangat apik.

Sementara di JFW 2017, desainer busana muslim juga mencuri perhatian, dengan kuantitasnya yang terus bertambah dibanding tahun sebelumnya. Beberapa desainer yang berpartisipasi, di antaranya Anniesa Hasibuan, Itang Yunasz, dan Ria Miranda.
 
Dari IFW 2017, Naniek Rachmat selaku Director Project IFW 2017 mengatakan bahwa pihaknya telah  menerima banyak pesanan untuk booth busana muslim atau modest wear. Berdasarkan data yang diterima, 90 persen booth didominasi oleh busana muslim.

"Terakhir yang saya cek, jumlah booth sebanyak 90 persen masih busana muslim dan ini artinya (busana muslim) lebih mendominasi," ujar Naniek kepada VIVA.co.id.

Tren busana muslim tahun depan lebih menampilkan keindahan alam dan budaya. Ini seiring dengan tema yang diusung IFW 2017.

Koleksi Anniesa Hasibuan di New York Fashion Week

Minimalis

Model busana muslim maupun nonmuslim yang akan menjadi tren 2017, diprediksi akan lebih kasual dan minimalis. Anniesa mengatakan bahwa busana muslim yang akan menjadi tren 2017 memiliki potongan yang lebih sederhana.

Sedangkan warnanya lebih lembut dan kalem, namun memiliki unsur berkilau seperti silver. Selain itu, busana dari wastra Nusantara, seperti batik, tenun dan ikat masih memiliki tempat sendiri karena tak lekang oleh waktu.  

"Sementara hijabnya yang jadi tren, model instan dan pashmina yang sederhana," kata dia kepada VIVA.co.id, Jumat, 11 November 2016.  

Desainer Ivan Gunawan menambahkan, jika fesyen tahun ini lebih senang dengan busana yang serbaketat dan seksi, maka tahun depan akan bertransformasi menjadi longgar dan panjang. Selain itu, padu padan busana juga akan menjadi tren baru di 2017.

Imelda Like Wahyu, Fashion Director Matahari Department Store (MDS), mengatakan hal yang sama. Menurut dia, busana tahun depan lebih kasual, modern, namun minimalis. Karena itu, pihaknya merilis koleksi bertema Pause, yang menampilkan busana dengan gaya modern dan minimalis.

MDS menerapkan warna putih dan pastel yang lembut, seperti baby blue, grey dan nude. Sementara bahan yang digunakan lebih menyasar light dan flowing, seperti sifon, katun crepe, spandex viscose, dengan detail pleats.

Perpaduan siluet simple dan loose bervolume pun tampak jelas terlihat. Seluruh bentuk badan tidak begitu ditonjolkan dalam potongan celana kulot, wide leg palazzo pants, boxy top dan long vest.  

Senada dengan Ivan, desainer Rudy Chandra kepada VIVA.co.id menuturkan bahwa tren busana tahun depan akan lebih banyak padu padan. Misal, busana dua potong yang bisa dipadukan dengan busana lainnya.

Sementara gayanya akan cenderung dipengaruhi Jepang. "Jika tahun ini Korea, tahun depan dipengaruhi Jepang, seperti harajuku dan kimono," ujarnya.

Namun karena Indonesia hanya memiliki dua musim, maka warna yang menjadi tren adalah warna-warna sejuk, seperti biru muda, abu-abu dan champagne untuk musim panas. Sedangkan untuk musim hujan, lebih gelap dan hangat, seperti, hitam dan biru yang bisa dikombinasi dengan warna fuschia.

Dan dengan mengetahui tren fesyen tahun depan, Anda tidak perlu khawatir ketinggalan mode. Tak pernah salah mengikuti mode jika busana yang dikenakan sesuai dengan kepribadian, nyaman dan tak berlebihan maka akan sedap dipandang.

Itu karena seperti yang dikatakan desainer asal Amerika, Michael Kors, busana seperti makanan yang lezat, film yang bagus, dan penggalan musik yang hebat.  

 

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP