TUTUP
TUTUP
FOKUS

Miliarder Indonesia Semakin Kaya

Peningkatan kekayaan, berkat naiknya nilai saham perusahaan.
Miliarder Indonesia Semakin Kaya
R. Budi & Michael Hartono (http://suarapengusaha.com)

VIVA.co.id – Majalah ekonomi Forbes kembali mengeluarkan daftar orang-orang terkaya di Indonesia. Forbes melaporkan, jumlah kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia, meningkat dalam setahun ini, meski ekonomi dunia mengalami perlambatan.

Forbes, dalam laporannya Kamis 1 Desember 2016, menyebut nilai kekayaan bersih 50 miliarder super kaya Indonesia, naik menjadi US$99 miliar, atau Rp1.336,5 triliun, dibanding tahun lalu, yang tercatat senilai US$92 miliar. Peningkatan kekayaan ini, berkat naiknya nilai saham perusahaan-perusahaan di bursa efek Indonesia.

Kinerja bursa saham Indonesia, merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Hal itu ditopang oleh kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Forbes menyatakan, reformasi yang dilakukan oleh Jokowi telah menghasilkan buah. Jokowi telah menciptakan iklim ramah investasi, memangkas birokrasi, dan membangun banyak infrastruktur.

Ekonomi Indonesia diharapkan tumbuh lebih dari lima persen pada tahun ini, setelah tumbuh 4,7 persen di 2015. Semua ini, telah mendongkrak pasar saham Indonesia dan kepercayaan investor.   

Bursa saham Indonesia naik 18 persen dalam 12 bulan terakhir hingga November 2016. Peningkatan harga saham telah membuat kekayaan 36 miliarder dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia naik di 2016.

"Meningkatnya kekayaan dari orang-orang terkaya tahun ini, juga menunjukkan bagaimana Indonesia dan para pemimpin bisnis telah mengatasi tantangan," kata Kepala Penasihat Editorial Forbes Indonesia, Justin Doebele.

Sepuluh orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes masih dikuasai oleh nama-nama lama. Posisi orang terkaya Indonesia nomor satu sampai empat, tidak ada perubahan dibanding tahun lalu.

Namun, untuk peringkat lima hingga sepuluh besar, terjadi pergeseran posisi para miliarder. Meski demikian, tidak ada orang baru dalam peringkat tersebut.
 
Di posisi nomor satu, masih diduduki oleh Budi dan Michael Hartono, pemilik Djarum Group dengan nilai kekayaan bersama US$17,1 miliar, atau setara Rp230,85 triliun (kurs Rp13.500). Mereka berhasil mempertahankan posisi sebagai orang paling kaya di Indonesia selama delapan tahun berturut-turut.  

Dua bersaudara Hartono ini menghasilkan banyak dolar pada tahun ini. Kekayaan mereka bertambah US$1,7 miliar, atau Rp22,95 triliun, berkat meningkatnya nilai investasi mereka di PT Bank Central Asia Tbk.

Kedua bersaudara dilaporkan mentransfer hartanya senilai US$13 miliar setara saham di BCA, dari perusahaan offshore ke dalam negeri. Aksi ini diduga, merupakan bagian dari program pengampunan pajak, atau tax amnesty.

Keluarga Hartono berhasil membangun kerajaan bisnisnya dari industri rokok kretek Djarum di Kudus, Jawa Tengah, sejak 1951. Budi dan Michael, kemudian melebarkan sayap bisnisnya ke banyak sektor, antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik, dan multimedia.

Di posisi nomor dua, juga dipegang oleh pengusaha rokok, yaitu bos Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo. Kekayaannya hanya sedikit, US$10 miliar dibanding Hartono bersaudara, yakni US$7,1 miliar, atau setara Rp95,85 triliun. Meski demikian, kekayaan Susilo naik hampir US$2 miliar dibanding tahun lalu dari US$5,5 miliar.

Posisi nomor tiga terkaya di Indonesia ,diduduki Anthoni Salim, pemilik Salim Group. Nilai kekayaan Anthoni Salim, juga naik dibanding tahun lalu dari US$5,3 miliar menjadi US$5,6 miliar, atau setara Rp76,95 triliun pada tahun ini.

Baru-baru ini, Anthoni mengakuisisi perusahaan tambang batu bara di Australia, senilai US$224 juta, lalu membeli saham di perusahaan penjual kopi Korea Selatan, yaitu Caffebene, serta membuka pabrik mi instan di Serbia. Baru-baru ini, pihaknya berkeinginan membeli perusahaan makanan Tiongkok, China Minzhong Food.

Sedangkan di nomor empat, ada Eka Tjipta Widjaja. Ia memiliki perusahaan kelapa sawit bernama Golden Agri-Resources dan properti Sinar Mas Land, yang dikelola oleh anak-anaknya.

Di posisi nomor lima, ada Sri Prakash Lohia, pemilik perusahaan petrokimia, Indorama. Dia berhasil menggeser posisi bos Trans Corp, Chairul Tanjung. Kekayaan Sri naik dari US$4,8 miliar di tahun lalu menjadi US$5 miliar, atau Rp67,5 triliun pada tahun ini.

Sementara itu, Chairul harus turun satu peringkat dari tahun lalu menjadi nomor enam terkaya di Indonesia. Kekayaannya lebih rendah US$1 miliar dibanding Sri, yakni US$4,9 miliar, atau Rp66,15 triliun.

Chairul berhasil membangun perusahaan konglomerasi CT Corp, yang memiliki banyak unit usaha di bidang perbankan, media, properti dan ritel. Di antaranya, Bank Mega, Trans Corp, PT Trans Property, dan mengontrol lisensi ritel seperti Carrefour, dan Versace.  

Kenaikan posisi tertinggi dialami oleh Tahir, pendiri Mayapada Group. Nilai kekayaannya melonjak US$1,1 miliar tahun ini, dari US$2 miliar menjadi US$3,1 miliar, atau Rp41,85 triliun. Untuk itu, posisinya naik dua peringkat dari nomor sepuluh tahun lalu, menjadi nomor delapan tahun ini.

Mayapada Group memiliki unit bisnis di bidang perbankan, jaringan rumah sakit dan real estate. Dia memiliki lisensi Forbes Indonesia, dan seorang filantropi yang telah mendonasikan uangnya US$14 juta, atau Rp189 miliar di 2016, untuk para pengungsi di dunia.

Berikutnya, jumlah miliarder RI tumbuh pesat...

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP