TUTUP
TUTUP
FOKUS

Serba Serbi Seru Pilkada DKI Jakarta

Pilkada serentak tinggal berlangsung dalam hitungan hari.
Serba Serbi Seru Pilkada DKI Jakarta
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Slyviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam debat kandida (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

VIVA.co.id –  Pemilihan kepala daerah (Pilkada, atau Pemilukada) serentak tinggal berlangsung dalam hitungan hari. Makin dekat menjelang hari pemungutan suara, ragam upaya untuk mendorong partisipasi pemilih, termasuk DKI Jakarta, untuk menyuarakan hak pilihnya. 

Selain Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta yang terus menggelar sosialisasi melalui debat publik, ternyata ada inisiatif di Jakarta, yang mendorong pemilih untuk menyuarakan hak pilihnya. 

Pekan ini, beberapa restoran di Ibu kota menawarkan diskon untuk makanan dan menu mereka bagi pemilih DKI Jakarta yang menyuarakan hak pilihnya. Cukup dengan menunjukkan jari yang bertinta, bukti telah menyuarakan hak pilih, maka pemilih berpeluang mendapatkan penawaran khusus. 

Promo Pilkada ini disediakan oleh restoran The Duck King Group. Dalam promonya yang diposting pada akun Twitternya, rumah makam ini menawarkan cashback voucher 100 persen kepada pemilih yang bertransaksi pada hari pemilihan. 

"Sukseskan Pilkada DKI 2017! Dapatkan Cashback Voucher 100% bagi pemilih yang transaksi di @TheDuckKingID," tulis akun @TheDuckKingID. 

Restoran itu menjelaskan, promo edisi Pilkada ini akan berlangsung pada 15, 16, dan 17 Februari 2017. 

Restoran Food Colony juga merilis penawaran khusus untuk pemilih yang menyuarakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI. Sedikit berbeda, Food Colony menawarkan extra top up 20 persen pada hari pencoblosan. 

Restoran lain malah memberikan diskon unik kepada konsumen. Restoran cepat saji burger, Carls Jr menawarkan promo bertajuk Election Week Special. Mereka yang memiliki nama seperti nama Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada 2017, bisa menikmati harga spesial untuk pembelian Classic Burgers, yakni hanya seharga Rp25 ribu.

Nama-nama yang beruntung mendapatkan promo khusus ini antara lain Agus, Ari, Sylvi, Ana, Bas, Pur, Jarot, Aya, Ani, Dan, Andi, dan Aga. Promo berlaku mulai dari 9-15 Februari 2017.

Masih dari grup yang sama, Anda yang memiliki nama-nama tadi juga bisa membeli 12 crunchy wings hanya dengan harga Rp60 ribu. Berlaku untuk dine in dan takeaway pada 9-15 Februari 2017.

Cukup dengan menunjukkan kartu identitas (KTP, SIM, Kartu Mahasiswa, atau Paspor), Anda bisa menikmati promo Election Week Special.

Selain soal promo diskon kuliner, ada inisiatif lain untuk mendorong partisipasi pemilih, yaitu melalui media aplikasi dan game. 

Di pusat aplikasi Play Store, bisa ditemukan ragam aplikasi bertema Pilkada DKI Jakarta. Game bertema Pilkada rata-rata, menempatkan calon dalam sebuah petualangan dengan disertai data diri para calon. Game juga mendorong pemain game untuk menyuarakan hak pilihnya pada pekan depan. 

Bisa dilihat, game Go Pilkada Go! Jakarta 2017, mengajak pengguna untuk memilih kandidat favorit Pilkada DKI dan memainkan karakter kandidat itu dalam game berlari.

Pada game ini, saat berlari kandidat akan menemui petunjuk jalan, surat suara dan pembatas jalan atau lubang di jalur pencarian. 

Surat suara bisa diambil kandidat untuk menambah jarak tempuh kandidat. Sedangkan pembatas jalan, atau lubang harus dilompati, agar terhindar dari rintangan.

Game Pilkada lain yang menarik, yaitu Balap Karung DKI-1. Game bertema racing ini menampilkan perlombaan balap karung tiga kandidat Pilkada DKI Jakarta. Dalam game ini, tiga kandidat dihadirkan secara imajinatif dalam game Balap Karung Cagub DKI. 

Ada dua level dalam game ini. Pertama, level tanpa rintangan, yang mana para kandidat berpacu sekencang-kencangnya untuk mencapai finis. Kedua, level dengan tiga rintangan, yang bisa membuat kandidat terpeleset atau susah melompat jika tidak hati-hati. 

"Walaupun hanya sebuah permainan, game ini diharapkan bisa sedikit mencairkan situasi panas yang biasanya selalu menyertai perhelatan Pilkada, terutama Pilkada DKI 2017," tulis pengembang game Flashbimo Studio. 

Keseruan menyambut Pilkada DKI Jakarta disajikan game Pilgub DKI Jakarta 2017. 

Game bertema Pilkada DKI Jakarta 2017 di Play Store

Game ini bertema puzzle jewel yang sederhana. Pengguna tinggal mencocokkan  satu karakter kandidat Pilkada DKI dalam pola yang berurutan, bisa vertikal dan horisontal. Game ini dirilis oleh pengembang Aplikasi Bagus sejak November 2016. Aplikasi game Pilkada ini telah dipasang seribu sampai 5 ribu pengguna. Dalam deskripsi game ini, pengembang mengajak pemain game untuk kalem dalam memainkan Pilkada DKI Jakarta. 

"Mari kita jadikan Pilgub DKI Jakarta 2017 lebih seru dan No SARA," tulis pengembang game tersebut. 

Ragam inisiatif itu mendapat respons dari pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro.

Dia mengakui, selama kampanye memang, tim sukses semua pasangan calon berusaha menampilkan inovasi untuk menarik minat pemilih. Namun, hasil inovasi tim sukses tersebut akan bisa dilihat pada hari pencoblosan, seberapa jauh peningkatan partisipasinya. 

"Masalahnya, apakah itu akan berpengaruh positif terhadap meningkatnya animo pemilih? Itu perlu dilihat tanggal 15 Februari nanti. Bila meningkat seberapa besar jumlahnya dan bila tak berpengaruh signifikan mengapa?" kata dia. 

Siti mengatakan, gambaran pemilih dalam Pilkada DKI tergolong susah ditebak, dan masih terbuka peluang dinamis sampai hari pencoblosan. 

"Tak tertutup kemungkinan, jumlah pemilih yang sudah menentukan pilihannya jauh lebih banyak ketimbang jumlah massa cair, atau undecided voters," kata Siti. 

Sementara itu, ke mana jumlah massa cair nantinya akan menyuarakan hak pilihnya juga masih susah diperkirakan. 

"Sementara, jumlah undecided voters tersebut apakah akan memilih, atau golput alias tidak memilih, ini masih di wilayah abu-abu agak sulit ditebak," jelasnya. 

Siti mengakui isu SARA dalam Pilkada DKI Jakarta memang telah menguras energi. Fenomena itu, menurutnya, relatif mengubah cara pandang masyarakat di Jakarta. Fenomena itu membuat perilaku pemilih Jakarta yang variatif mau tak mau berubah dan menunjukkan kritis terhadap para calon. 

"Mereka juga lebih demanding (menuntut sesuai dengan harapannya)" kata dia.

Berikutnya, sasar pemilih muda>>>

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP