TUTUP
TUTUP
FOKUS

Kisah Wanita Serang Pembunuh Kakak Tiri Kim Jong-un

Kisahnya seperti drama Korea. Tentang pembunuhan.
Kisah Wanita Serang Pembunuh Kakak Tiri Kim Jong-un
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (REUTERS/KCNA)

VIVA.co.id – Drama Korea biasanya berisi kisah cinta yang menghanyutkan. Tapi kali ini, dunia disuguhkan kisah drama Korea tentang pembunuhan.

Pekan ini, jagad dunia digegerkan dengan tewasnya Kim Jong-nam. Ia adalah kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Ia tewas dalam perjalanan dari bandara internasional Kuala Lumpur menuju rumah sakit. Diberitakan oleh Independent, 15 Februari 2017, insiden tewasnya Jong-nam terjadi pada Senin, 13 Februari 2017.

Saat itu Jong-nam sedang menunggu penerbangan ke Makau. Ia tiba-tiba disergap dari belakang oleh dua perempuan. Wajahnya ditutup oleh sebuah tangan. Setelah Jong-nam terjatuh, ia sempat berteriak minta tolong, sedangkan dua perempuan tersebut berlalu meninggalkannya. Pria berusia 46 tahun itu sempat mendapatkan pertolongan di klinik bandara, namun nyawanya tak bisa diselamatkan ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kematian Jong-nam, yang akhirnya diketahui publik sebagai kakak tiri Kim Jong-un baru disebarluaskan oleh pemerintah Malaysia pada Selasa, 14 Februari 2017. Rekaman CCTV bandara yang beredar luas di sejumlah media Malaysia memperlihatkan, dua perempuan yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terlihat keluar bandara dan pergi menggunakan taksi. Melalui rekaman CCTV itu digambarkan kedua perempuan terlihat berada di sebelah Jong-nam sebelum pria tersebut ambruk.

Menurut Bernama, 15 Februari 2017, korban dibunuh menggunakan jarum beracun.Sementara Reuters, 16 Februari 2017, mengatakan, kemungkinan korban dibekap dari belakang dan langsung menghirup sesuatu yang beracun.

Hanya sehari setelah mengumumkan insiden pembunuhan Jong-nam, pada Rabu, 14 Februari 2017, pemerintah Malaysia mengumumkan penangkapan atas salah satu perempuan yang ada dalam rekaman CCTV. Polisi mengatakan perempuan itu sendirian saat ditangkap. Ia membawa dokumen perjalanan dengan nama Doan Thi Huong, yang lahir pada Mai 1988 di Nam Dinh, Vietnam. "Polisi masih mencari beberapa tersangka lain, dan semuanya warga negara asing," ujar Wakil Inspektur Jenderal Polisi Noor Rashid Ibrahim kepada Reuters, 16 Februari 2017.

Hanya hitungan jam, Kepolisian Diraja Malaysia berhasil menangkap tersangka kedua dan ketiga. Tersangka kedua disebut bernama Siti Aisyah, berusia 25 tahun, dan berasal dari Serang, Banten, Indonesia. Inspektur Jenderal Polisi Diraja Malaysia Tan Sri Dato' Sri Khalid Bin Abu Bakar mengatakan, saat ditangkap Siti sedang sendirian.

Kementerian Luar Negeri Indonesia sudah melakukan verifikasi dan membenarkan penangkapan tersebut. Juru bicara Kemlu RI Arrmanatah Nasir juga mengatakan pihaknya sudah minta agar dibukakan akses konsuler untuk menyiapkan pendampingan hukum bagi Siti Aisyah. Namun keberadaan Aisyah yang disebut berasal dari Serang, Banteng, dibantah pihak imigrasi. Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian dari Kantor Imigrasi Kelas I Serang Muhammad Sungeb, mengatakan kepada wartawan, "Siti Aisyah, sesuai tanggal lahir yang ditunjukkan, tidak membikin di kantor imigrasi kelas I Serang."

Tersangka ketiga yang berhasil dibekuk adalah seorang laki-laki. Belum disebutkan asal negara korban, namun kepolisian Malaysia mengatakan tersangka adalah pacar dari tersangka ke dua.

Meski sudah menetapkan dan menangkap tiga orang tersangka. Polisi Diraja Malaysia masih belum memberikan pernyataan resmi, bagaimana dan dengan cara apa Kim Jong-nam tewas, dan mengapa ia dibunuh.  Biro intelijen Korea Selatan dan Amerika Serikat meyakini, pemerintah Korea Utara bertanggung jawab penuh atas kematian Kim Jong-nam. Dua perempuan yang berada di sisi Jong-nam saat di bandara di sebut sebagai intel Korea Utara yang ditugaskan melakukan pembunuhan tersebut.

Sulit mendapatkan keterangan dari pemerintah Korea Utara yang dikenal tertutup dan otoriter. Apalagi hingga hari ini, atau empat hari setelah kematiannya, negara tempat asal Kim Jong-nam itu  juga belum memberikan pernyataan apapun terkait kematiannya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP