TUTUP
TUTUP
FOKUS

Babak Baru Kasus Siti Aisyah

Kasus pembunuhan Kim Jong-nam memasuki babak baru. SIti Aisyah diadili
Babak Baru Kasus Siti Aisyah
Siti Aisyah dalam pengawalan polisi di pengadilan Sepang, Malaysia. (Reuters)

VIVA.co.id – Kasus pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un terus bergulir.  Hari ini, Rabu, 1 Februari 2017, sidang pengadilan perdana dengan terdakwa Siti Aisyah digelar.  Tak sampai satu bulan, aparat penegak hukum Malaysia sudah menyelesaikan berkas penyelidikan atas kasus pembunuhan Kim Jong-nam.

Kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un itu tewas dibunuh saat menunggu penerbangan  menuju Macau di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin, 13 Februari 2017. Pemerintah Malaysia baru mengumumkan kematiannya pada Rabu, 15 Februari 2017.

Sehari kemudian Polisi Diraja Malaysia menangkap Duan Thi Huong, seorang perempuan berkewarganegaraan Vietnam. Hari berikutnya polisi menangkap Siti Aisyah, seorang perempuan Warga Negara Indonesia.  Keduanya diduga menjadi pelaku yang menewaskan Jong-nam. Hari  berikutnya pemerintah Malaysia juga menangkap Ri Jong-Chol, seorang warga Korea Utara.

Berdasarkan rekaman cctv bandara yang beredar, Siti Aisyah dan Duan Thi Huong tampak seperti mengapit Jong-nam, dari kejauhan keduanya terlihat mengusapkan sesuatu ke wajah Jong-nam. Pria berusia 47  tahun tersebut sempat melapor ke klinik bandara, namun kondisinya memburuk. Ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sejak Siti Aisyah ditangkap, pemerintah Indonesia tak segera bisa memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Siti. Meski sudah beberapa kali mendesak agar akses kekonsuleran segera dibuka, tapi Polisi Diraja Malaysia tegas menolak. Mereka beralasan, menurut hukum yang berlaku di Malaysia, selama proses investigasi dilakukan maka Siti Aisyah belum bisa ditemui.

Sembilan hari setelah Siti ditahan, pemerintah Indonesia akhirnya mendapat ijin. Pada Sabtu, 25 Februari 2017, KBRI Kuala Lumpur mengirim utusan untuk menemui Siti. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, paspor dan sidik jari Siti Aisyah cocok. ""Kami sudah memindai data sidik jari dan paspor Aisyah. Ternyata benar dan cocok," ujar Retno.  Kepada perwakilan Indonesia, Siti mengaku dibayar untuk menjahili orang di bandara, seperti yang biasa dilakukan di acara reality show di televisi. Ia mengaku tak tahu bahwa apa yang dia bawa adalah barang beracun.

Racun yang menewaskan Jong-nam adalah VX. Racun ini adalah zat kimia terlarang yang diklasifikasikan PBB sebagai senjata pemusnah massa. Racun ini mampu membunuh mereka yang terpapar hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit setelah terkena. "Zat VX hanya membutuhkan 10 miligram untuk mematikan sistem tubuh. Saya kira dosis yang dimasukkan lebih dari itu. Dosisnya begitu tinggi sehingga mempengaruhi organ dalam tubuh korban," kata Menteri Kesehatan Malaysia,  Subramaniam Sathasivam, seperti dikutip The Guardian.

KOMENTARI ARTIKEL INI
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP