TUTUP
TUTUP
FOKUS

Menuntut Si Perusak Surga Raja Ampat

Pemilik kapal siap ganti rugi, tapi bagaimana unsur pidananya?
Menuntut Si Perusak Surga Raja Ampat
Kepulauan Raja Ampat Papua Barat (crossingindonesia.com)

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Sumber Daya Kelautan Pasifik Universitas Negeri Papua Ricardo Tapilatu menyebutkan bahwa kerusakan terumbu karang itu seharusnya bisa tak terjadi, jika kapal mewah tersebut mengetahui fenomena pasang surut di Raja Ampat.

Sebab, meski kapal canggih ini memiliki GPS dan radar serta ecosounder, pasang surut adalah fenomena alam yang harus menjadi perhatian penting kapal yang akan melintas di Raja Ampat.

Tak cuma itu, Tapilatu juga mengisyaratkan ada unsur kelalaian dari sejumlah petugas di kawasan Raja Ampat. Sebab, ketika MV Caledonian Sky melaporkan kapal mereka kandas, kapal tunda bernama Audrey Bob Tanjung Priok justru membantu proses evakuasi dengan menarik kapal tersebut agar bisa mengapung lagi.

"Seharusnya itu tidak dilakukan karena akan merusak terumbu lebih parah. Mereka (kapal tunda) seharusnya menunggu laut pasang," kata Tapitalu.

Atas itu, maka ada dua kemungkinan kesalahan manusia dalam kejadian itu. Pertama lalainya Nakhoda MV Caledonian memperhatikan fenomena pasang surut Raja Ampat, dan kedua lalainya pemerintah setempat yang justru membantu menarik kapal secara paksa tanpa ikut memperhatikan pasang surut air.

Cukup ganti kerugian?
Terlepas itu, kini proses investigasi atas hancurnya karang di Raja Ampat sedang dilakukan pemerintah Indonesia.

Sementara itu, kerugian terhitung diperkirakan mencapai US$1,28 juta atau US$1,92 juta atau lebih dari Rp25 miliar yang harus menjadi kompensasi MV Caledonian Sky kepada Indonesia atas kerusakan itu.

Namun, hal ini masih tetap perlu didalami, baik itu penghitungan valuasi ekonomi kerusakan karang, kelengkapan dokumen kapal MV Caledonia Sky, dan siapa yang bertanggung jawab penuh di balik insiden yang disayangkan itu.

"Juga akan dicari pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan hingga kapal tersebut dilepas. Memastikan pemilik/agen kapal serta kelengkapan dokumen kapal," tulis akun twitter resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI usai rapat koordinasi menindaklanjuti kasus MV Caledonia Sky, Rabu, 15 Maret 2017.

Tim peneliti mendata kerusakan karang yang disebabkan kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat, Papua Barat.

FOTO: Tim peneliti mendata kerusakan karang yang disebabkan kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu, 4 Maret 2017.

Dalam rapat koordinasi itu, diketahui tim akan melibatkan Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Hukum dan HAM.

Selanjutnya, Ancaman pidana

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP