TUTUP
TUTUP
FOKUS

Ketika Pertamina Dipimpin Mantan Bos Perkebunan

Pucuk pimpinan perusahaan pelat merah migas itu, kini telah terisi.
Ketika Pertamina Dipimpin Mantan Bos Perkebunan
Dirut PT Pertamina, Elia Massa Manik (VIVA.co.id/Fikri Halim)

Tamparan untuk Pertamina

Pemilihan Elia sebagai Dirut Pertamina di luar ekspektasi banyak pihak. Sebagian besar publik berpendapat, sosok yang paling tepat untuk menggantikan Dwi Soetjipto berasal dari internal Pertamina di masa kepemimpinan Dwi. 

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara, ketika berbincang dengan VIVA.co.id berpendapat, meskipun pernah menjabat di Elnusa beberapa tahun lalu, dipilihnya Elia yang notabennya berasal dari eksternal Pertamina, menandakan ada yang tidak beres pada manajemen Pertamina yang dipimpin Dwi Soetjipto. 

"Saya kira, ini tamparan keras bagi orang-orang yang ada di Pertamina. Bagaimana bisa dia orang-orang yang lebih ahli dari sisi kapasitas di Pertamina, justru dipimpin dari luar dan bakcground-nya juga tidak sama dengan bisnis yang digeluti," ungkapnya, Kamis 16 Maret 2017. 

Terlebih lagi, menurutnya, prestasi Elia di Holding Perkebunan tidak sebagus yang disampaikan ke publik. Sebab, meskipun dengan pembenahan manajerial perusahaan yang baik, sehingga bisa kembali dipercaya perbankan, Elia meninggalkan Holding Perkebunan dengan utang yang tidak sedikit.

"Sebetulnya, beliau ini memimpin Holding PTPN III, perusahaan dia itu punya kerugian Rp800 miliar, lalu ditinggalkan ngutang Rp33 triliun. Bagaimana bisa, ini kok orang yang track record bermasalah seperti ini bisa menjadi pemimpin perusahaan tebesar BUMN di Indonesia," tambahnya. 

Selain itu, menurutnya, modal pengalaman Elia yang pernah menjabat sebagai Bos Elnusa tidak cukup banyak untuk bisa membenahi permasalahan yang ada di Pertamina saat ini. 

"Kelas El Nusa itu mungkin, sama seperti cicit perusahaan PT Pertamina. Jadi, saya kira yang ambil keputusan tersebut, yang punya masalah. Kecuali, dia ada kepentingan dibanding harus mencari sosok tepat untuk memimpin Pertamina," tegasnya. 

Misi terselubung

Dalam konferensi pers yang digelar Pertamina usai pelaksanaan RUPS, Kamis16 Maret 2017 di kantor Pertamina. Elia mengaku masih memiliki pengetahuan yang minim di bidang energi industri migas. 

Namun, amanat ini merupakan tantangan yang harus dipenuhinya sebagai seorang profesional. Sebab, bidang ini dinilai merupakan salah satu kunci perkembangan ekonomi Indonesia. 

"Karena energi ini, menurut saya sangat krusial dan menantang. Kalau bicara secara makro, energi ini adalah sesuatu yang paling utama. Kalau energi ini enggak beres, pengembangan industri kita tertahan," kata dia.

Dia pun menyampaikan, langkah pertama yang akan dilakukan di masa kepemimpinannya adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

"Bagaimana kita menata yang namanya SDM kita, tak hanya sistem, struktur, tetapi juga bagaimana menumbuhkan yang namanya kondisi SDM yang lebih holistik, sehingga kita bisa lebih bersaing ke depan dengan kemampuan manajerial yang jauh lebih baik," tutur Elia.

Karena, menurut dia, di dalam dunia yang bergerak lebih cepat, dibutuhkan SDM yang tahan banting dan berkualitas. Jika hal tersebut bisa terwujud, pencapaian kinerja dapat sesuai dengan yang ditargetkan.

"Intinya. Pertamina yang harus bisa menghadapi volatile environment yang mungkin akan lebih dahsyat ke depan. Jawabannya itu hanya satu, yaitu manusianya yang andal," kata Elia. 

Untuk membenahi SDM, dia mengatakan, segala konsekuensi akan diterimanya dengan lapang dada jika permasalahan tersebut tidak bisa diselesaikan di masa kepemimpinannya. 

"Jadi, kan ini perusahaan sudah bagus, kalau saya melenceng, tentu saya ditegur saja. Kalau perlu saya dipecat, pecat saja jika melenceng," tegasnya. 

Lebih lanjut, dia menegaskan, tidak terafiliasi dengan partai politik manapun dalam menjalankan tugasnya di Pertamina.

"Saya hanya dari kalangan profesional. Jadi, saya kira komitmen itu akan saya pegang," terangnya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP