TUTUP
TUTUP
FOKUS

Kasus 'Lift Jatuh' Bikin Jakarta Terhenyak Lagi

Korban lebih banyak. Tampaknya faktor keselamatan lagi-lagi diabaikan.
Kasus 'Lift Jatuh' Bikin Jakarta Terhenyak Lagi
Petugas evakuasi penumpang lift jatuh di Gedung BRI II. (Repro Twitter)
 

Langgar Aturan

FOTO: Polisi memasang garis kuning di lift yang jatuh di RS Fatmawati

Dari kejadian-kejadian itu, dapat diketahui, penyebab terbanyak jatuhnya lift di gedung-gedung Jakarta, selama beberapa tahun belakangan. Karena dipaksa beroperasi dengan melampaui batas maksimum daya angkut.

Terutama di jam-jam sibuk, seperti yang terjadi di kasus jatuhnya lift di Gedung BRI II, lift RSUP Fatmawati dan lift Blok M Square.

Padahal, seharusnya penyebab ini tak akan terjadi, jika sistem pengamanan dan peringatan pada lift tersebut, telah sesuai standar yang diterapkan pemerintah. 

Seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI, nomor 32 tahun 2015. Tentang syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja lift untuk pengangkutan orang dan barang.

Untuk kasus jatuhnya lift di Blok M Square, ada saksi dan korban yang menceritakan, memang sensor peringatan tanda bahaya telah berbunyi, ketika pintu lift akan tertutup. 

Sebab, saat itu jumlah orang di dalam lift melebihi daya angkut. Tapi, dalam kondisi darurat itu, lift tetap beroperasi turun dari lantai tujuh menuju lantai bawah. 

Salah satu korban terluka bernama Widya Ningrum menceritakan, dia sempat masuk ke dalam lift dari lantai lima ke lantai tujuh. Tetapi, saat berada di lantai tujuh, tak ada penumpang yang mau keluar dari lift. Semuanya memilih ikut turun bersama lift.

"Kemudian pada saat turun, lift berasa berbeda di lantai lima, kemudian sempat berhenti di lantai satu dan kemudian lift jatuh ke ground (basement)," ujarnya setelah kejadian.

Dan, ternyata sejalan dengan dimulai penyelidikan atas kasus ini, tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri  juga menyoroti tentang sensor peringatan tanda bahaya itu.

"Memang dari hasil yang sementara ini didapat akan melihat, apakah sensor yang ada pada lift tersebut berfungsi kepada sistem pengamanan. Ini yang masih butuh waktu untuk dilakukan peninjauan kembali," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto di Blok M Square, Sabtu, 18 Maret 2017.

Sadar dan peduli keselamatan

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP