TUTUP
TUTUP
FOKUS

Kasus 'Lift Jatuh' Bikin Jakarta Terhenyak Lagi

Korban lebih banyak. Tampaknya faktor keselamatan lagi-lagi diabaikan.
Kasus 'Lift Jatuh' Bikin Jakarta Terhenyak Lagi
Petugas evakuasi penumpang lift jatuh di Gedung BRI II. (Repro Twitter)
 

 

Sadar dan peduli keselamatan?

FOTO:Lift jatuh di Blok M Square, Jakarta  Selatan, Jumat, 17 Maret 2017.

Jadi, dari penyebab terbanyak itu, bisa disimpulkan, faktor manusia yang tak sadar dan tak peduli pada keselamatan diri, menjadi hal penting yang harus dibenahi pemerintah. 

Menyadarkan masyarakat agar patuh pada aturan keselamatan yang telah ditetapkan melalui Permen Ketenagakerjaan nomor 32 tahun 2015.

Dengan adanya serangkaian kasus ini, masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri masuk ke dalam lift, yang sudah dalam kondisi kelebihan jumlah penumpang.

"Jadi lift itu dibuat ada beban tertentu. Jadi saya minta kepada masyarakat Jakarta, kalau liftnya sudah bunyi (tanda kelebihan beban), tolong jangan paksa lagi, karena melebihi kekuatan kabel," ujar Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Jakarta Pusat, Sabtu, 18 Maret 2017.

Selain itu, pemerintah daerah setempat memiliki tanggungjawab untuk melakukan audit standar keselamatan lift orang dan barang. Sebab, tidak menutup kemungkinan juga ada kelalaian pihak pemilik gedung dan operator lift dalam kecelakaan tersebut.

Seharusnya, audit terhadap kondisi lift di Blok M Square sudah dilakukan Pemprov DKI. Sebab, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, tahun lalu pernah memerintahkan Dinas Tata Kota DKI Jakarta untuk mengaudit sistem keselamatan gedung.

"Kalau di Blok M kan sebetulnya sudah harus diaudit, memang semua gedung itu harus ketat disertakan sertifikat layak fungsi. Jadi memang harus ketat pengawasannya," kata Djarot di Jakarta, Minggu, 19 Maret 2017.

Djarot mengatakan, jika terbukti ada kelalaian dari pihak pengelola gedung. Maka Pemprov DKI akan menjatuhkan sanksi.

"Ini Pemda bisa kasih sanksi kalau terbukti lalai. Tapi mesti dicek ini kesalahan siapa, atau bisa saja lift itu harusnya 10 orang tapi dinaikin 30 orang, ya ambruk. Makanya kita harus lihat dahulu kronologinya seperti apa," kata dia.

Sudah saatnya pemerintah benar-benar menerapkan peraturan yang telah dibuat, untuk melindungi masyarakat dari petaka-petaka yang menanti di lift gedung Jakarta. (ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP