TUTUP
TUTUP
FOKUS

Equinox, Mitos Telur dan Hari Tanpa Bayangan

Benarkah telur bisa berdiri tegak dan suhu mencapai 40 derajat?
Equinox, Mitos Telur dan Hari Tanpa Bayangan
Tugu Khatulistiwa

Telur dan Bayangan

Ada beberapa tradisi menarik yang biasa dilakukan saat fenomena equinox terjadi. Ini berhubungan dengan bayangan dan telur. Keduanya merupakan tradisi yang berbeda karena yang satu mitos, dan lainnya adalah ilmu pengetahuan.

Mitos yang berkembang. Saat equinox terjadi, beberapa masyarakat percaya jika telur mentah bisa berdiri tegak. Selama ini kenyataannya, telur mentah memang sulit untuk ditegakkan di atas permukaan datar. Kondisi dalam telur yang cair membuatnya sulit untuk berdiri tegak dan kerap terjatuh saat dicoba.

Sejatinya, kata Andy Eka, telur yang matang, kapan pun bisa ditegakkan. Sedangkan untuk telur mentah memang sulit  ditegakkan. Namun mitos mengenai telur itu pun tidak ada hubungannya dengan equinox.

Meskipun begitu, Tri Handoko tidak membantah jika hal itu bisa dilakukan di lintang nol Pontianak. Menegakkan telur, kata dia, bisa dilakukan setiap hari di wilayah itu. Namun tetap saja, dia menyebutnya, tidak ada hubungan dengan equinox.

“Bentuk bumi itu kan elips. Bisa setiap hari dilakukan di garis khatulistiwa itu, di tengah-tengah garis yang membagi dua bumi menjadi utara dan selatan. Lebih mudah menempatkan telur secara seimbang, jadi bisa berdiri,” ujar Tri.

Secara ilmiah, Thomas juga membantah mitos tentang telur dan equinox itu. Menurut dia tidak benar jika fenomena equinox mampu membuat telur mentah berdiri tegak. Semua itu hanya berkaitan dengan gravitas bumi.

“Itu kaitannya dengan gravitasi. Gravitasi lebih banyak karena bulan, bukan matahari. Terlalu jahat,” kata Thomas.

Sedangkan peristiwa menarik lainnya adalah ketika bayangan benda di bumi hilang saat equinox terjadi. Fenomena aneh ini hanya terjadi di posisi tengah bumi, atau khatulistiwa. Di Indonesia, tepatnya di lintang nol, Pontianak. Thomas mengungkap jika pada hari equinox terjadi, disebut juga dengan hari tanpa bayangan.

“Matahari itu melintasi ekuator, maka di daerah ekuator itu, ketika tengah hari, matahari diatas kepala, misal Kita mempunyai benda tegak, spt gedung, matahari di atas, jadi bayangan di kaki,” ujar Thomas.

Berniat mengunjungi Pontianak hari ini dan membuktikannya? Jika tak sempat, masih ada kesempatan pada 23 September nanti.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP