TUTUP
TUTUP
FOKUS

Mencegah Massa Geruduk Pilkada Jakarta

Polisi, Bawaslu dan KPU mengeluarkan maklumat khusus.
Mencegah Massa Geruduk Pilkada Jakarta
Ilustrasi Logistik Pilkada DKI Jakarta  (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

Pola Pengamanan

Pola pengamanan Jakarta pada hari pemungutan suara, 19 April 2017 berbeda dengan pengamanan saat pemilihan di putaran pertama, 15 Februari 2017.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, pada Pilkada putaran kedua ini, pengamanan akan dilakukan mulai dari TPS. Setiap TPS yang ada di Jakarta akan ditempatkan dua personel keamanan dari TNI dan kepolisian, serta dibantu petugas Linmas.

Selain pengamanan langsung di TPS, kepolisian dan TNI akan melakukan patroli ke seluruh wilayah di Jakarta, mulai dari wilayah kelurahan hingga ke kecamatan. Satu tim patroli beranggotakan satu regu atau sebanyak 10 personel. "Jadi, masyarakat enggak usah khawatir. Masyarakat lain yang ingin melakukan hal-hal seperti petugas hendaknya jangan dilakukan,” ujarnya. 

Tak hanya itu, pola pengamanan juga diterapkan secara berlapis. Bahkan, pengamanan akan dilakukan hingga ke lingkar luar Jakarta atau ke wilayah-wilayah di perbatasan DKI, seperti Depok, Bekasi dan Tangerang.

Presiden Joko Widodo meminta Polri dan TNI untuk menjaga keamanan sehingga tidak ada pihak mana pun yang bisa mengintimidasi warga pemilih. "Semua warga harus dapat melaksanakan hak [pilih] tanpa gangguan, tanpa intimidasi dari pihak mana pun," kata Jokowi di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 April 2017.

Kemarin, Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumpulkan empat pejabat senior keamanan untuk membicarakan kondisi menjelang Pilkada putaran kedua. Mereka, antara lain, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, dan Menkopolhukam Jenderal (Purn) Wiranto.

Jokowi juga mengundang para ulama dan tokoh ormas Islam. Mereka di antaranya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amin, Mahfud MD, Dahnil Anzar Simanjuntak (Pemuda Muhammadiyah), Yusuf Mansyur, Arifin Ilham, Jimly Asshiddiqie, dan sejumlah tokoh lainnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP