TUTUP
TUTUP
FOKUS

Akhir Damai Pilkada DKI

Anies-Sandi unggul versi hitung cepat, Ahok-Djarot ucapkan selamat.
Akhir Damai Pilkada DKI
Pilkada Jakarta 2017 Putaran Ke-2  (VIVA.co.id/M Ali Wafa)

Sempat bukan Favorit Survei

Pascalengser dari jabatan Menteri Pendidikan di Kabinet Kerja Presiden Jokowi, Anies hitungan bulan “dipinang” oleh Partai Gerindra dan PKS dipasangkan dengan Sandiaga Uno yang awalnya ingin maju menjadi calon Gubernur.

Yang menarik, pada awal maju ke pilkada putaran pertama, popularitas baik elektabilitas Anies Baswedan pada saat itu relatif tertinggal dibanding dua calon lainnya, Ahok dan Agus Yudhoyono. Pula Sandiaga Uno tampaknya tak membuat elektabilitas pasangan itu terdongkrak naik.

Namun belakangan menjelang pilkada putaran pertama, elektabilitas Anies mulai naik dengan adanya sejumlah blunder yang dinilai dilakukan pasangan Agus-Sylvi dan para pendukungnya. Hingga akhirnya pada pilkada 15 Februari 2017, yang lolos hanya dua pasangan, Ahok-Djarot dengan suara 42,99 persen dan Anies-Sandi dengan perolehan suara 39,95 persen. Itu jumah perolehan versi KPU.

Namun pada survei-survei menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, justru prediksi survei untuk Anies-Sandi, terdongkrak naik.

Pengamat politik dari Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menilai, bisa dipahami jika pada akhirnya Ahok-Djarot tumbang di putaran kedua. Burhanuddin mengatakan, jelas kasus Al Maidah yang kini tengah menjerat Ahok menjadi terdakwa dugaan penodaan agama menyumbang degradasi suara terhadap Ahok.

Apalagi kata dia merujuk pada angka perolehan suara pada putaran pertama, Ahok dan Djarot sebenarnya belum pada tingkat atau level aman rasa suka atau kesukaan warga Jakarta atau calon pemilih untuk tidak menggeser pilihannya.

“Kasus Al Maidah punya sumbangan besar tingkat ketidaksukaan terhadap Ahok,” kata Burhanuddin Muhtadi.

Menurutnya, pascaputaran pertama, Indikator juga tidak memprediksi Ahok-Djarot menang lantaran jumlah undecided voters juga masih relatif tinggi. Selain itu Burhanuddin  memprediksi bahwa kekalahan pasangan nomor urut dua ini tak lain karena adanya isu bagi-bagi sembako pada masa tenang yang dituding dilakukan tim sukses Ahok-Djarot.

“Kasus Al Maidah membuat orang yang mengakui kinerja Ahok tetap hatinya masih terganggu,” lanjut Burhan soal faktor kekalahan Ahok-Djarot tersebut.

Sementara tim sukses Anies-Sandi yang juga pemimpin lembaga survei Polmark, Eep Saefullah Fatah mengatakan, fenomena warga Jakarta puas dengan kinerja Ahok namun tak memilihnya tersebut, sudah terlihat bahkan sebelum adanya kasus Al Maidah.

“Di atas 70 persen orang Jakarta merasa puas dengan kinerja Ahok namun di bawah 50 persen mengatakan akan memilih,” kata Eep.

Menurut Eep yang menjadi soal selama ini adalah adanya problem komunikasi antara pemimpin dan masyarakat Ibu Kota.

“Sikap pemimpin dengan gaya tertentu membuat orang merasa bisa terpisah-pisah, ini yang menjadi catatan kami,” lanjutnya.

Selanjutnya...Seizin Tuhan

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP