TUTUP
TUTUP
FOKUS

Akhir Damai Pilkada DKI

Anies-Sandi unggul versi hitung cepat, Ahok-Djarot ucapkan selamat.
Akhir Damai Pilkada DKI
Pilkada Jakarta 2017 Putaran Ke-2  (VIVA.co.id/M Ali Wafa)

 
Seizin Tuhan

Pada petang yang sama, pasangan Ahok-Djarot dan para pendukungnya juga berkumpul di Hotel Pullman, Jakarta. Djarot pada saat itu diberikan kesempatan pertama untuk memberikan pernyataan. Wajah Ahok dan Djarot saat itu terlihat berusaha tegar.

“Nanti kita juga akan menunggu hasil penghitungan real count yang akan diumumkan KPU Jakarta. Berdasarkan quick count pasangan Anies-Sandi unggul jadi saya ucapkan selamat sambil kita menunggu hasil dari KPU,” kata Djarot.

Dia meminta semua pihak bisa menahan diri dan kembali membangun kebersamaan. Djarot melanjutkan, selama ini dia telah melihat kerja keras pendukungnya dan tim sukses juga warga Jakarta yang memberikan suara kepada pasangan nomor urut dua.

“Di dalam hidup ini yang perlu kita pupuk adalah ketenangan jiwa. Jiwa yang tenang akan mampu menghilangkan seluruh dendam. Ketenangan jiwa ini dibutuhkan bagaimana di proses demokrasi ini semua pihak yang harus meningkatkan ketenangan jiwa,” lanjut Politikus PDIP  tersebut.

Pada sisa masa tugas nanti, Ahok dan Djarot akan menuntaskan program yang berjalan selama ini. Djarot mengingatkan, sistem di Jakarta sudah menerapkan open government sehingga tinggal bisa dilanjutkan oleh Anies-Sandi.

Ahok pada kesempatan tersebut juga memberi pernyataan dengan gamblang mengapresiasi penyelenggaraan pilkada.

“Semua lupakan persoalan pilkada karena Jakarta ini adalah rumah kita bersama,” kata Ahok.

Dia mengatakan, dalam enam bulan ke depan, akan menuntaskan pekerjaan rumah di Jakarta hingga tampuk pimpinan beralih kepada Anies-Sandi.

Ahok juga meminta agar para pendukungnya tidak perlu bersedih atas hasil pilkada kerena kekalahan di pemilihan gubernur juga pernah dialaminya pada saat pilkada pemilihan gubernur di Bangka Belitung pada tahun 20017.  Ahok lalu menutup pernyataannya dengan prinsip yang dia yakini selama ini.

“Kekuasaan itu Tuhan yang kasih dan Tuhan yang ambil. Tidak ada seorang pun yang bisa menjabat tanpa seizin Tuhan,” katanya. (ren)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP