TUTUP
TUTUP
FOKUS

Peluru Polisi Bicara, Siapa Salah?

Aksi koboi terhadap keluarga Wawan ini, memang terbilang mengejutkan.
Peluru Polisi Bicara, Siapa Salah?
Seorang korban tembak polisi saat razia kendaraan di Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017) (Arwin ZA/Rudi Rediansyah/tvOne)

VIVA.co.id – Raut sedih dan kesal Wawan memuncak di wajahnya, ketika mendapati kabar seluruh anggota keluarganya tengah berada di rumah sakit.

Istrinya, Novianti (30) terbaring lemah dengan luka tembak di bahu kanan. Sedangkan mertuanya Surini (50), terbujur kaku di kamar jenazah. Perut, dada, dan pahanya berlubang akibat diterjang peluru.

Begitu pun anaknya, Genta. Balita yang masih berusia dua tahun itu harus mendapatkan tiga jahitan di kepala. Kata dokter, kepalanya terserempet peluru tajam. Bersyukur putra pertamanya, Galih (8), tidak terluka sedikit pun.

Panik dan kalut mengelabut di kepala lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu. Kondisi itu diperparah, oleh kabar awal dari polisi yang menjemputnya di kediaman Wawan di Desa Blitar Muka, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

"Saya baru tahu itu peluru, setelah dikasih tahu dokter," kata Wawan di RS Sobirin Lubuk Linggau. "Yang bikin kesal, kenapa polisi harus bilang keluarga saya korban tabrakan. Padahal, jelas-jelas ditembak."

Ya, Wawan cuma dikabari, jika keluarganya itu tabrakan, dan itu terjadi ketika mereka hendak berangkat memenuhi undangan perkawinan kerabat mereka di Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan pada Selasa siang, 18 April 2017.

Aksi penembakan terhadap keluarga Wawan ini, memang terbilang mengejutkan. Maklum, tak cuma korbannya warga sipil, namun ini menurut sebagian orang ditengarai oleh masalah sepele.

Mengapa ini disebut sepele? Sebabnya, aksi umbar tembakan tak perlu itu, justru terjadi ketika mobil berisi delapan orang yang merupakan keluarga Wawan, menghindar dari razia kendaraan.

"Kalau dari penjelasannya (Diki, sopir), SIM Diki tidak ada. Terus, mobilnya sudah mati pajak, jadi dia takut terkena razia," kata Wawan.

Ketakutan konyol Diki itu, memang diakui akhirnya berbuah masalah. Ulahnya menghindar ketika polisi hendak memberhentikan kendaraannya, dengan cara menginjak gas, memantik respons polisi.

Mobil sedan itu pun dikira bermasalah. Tak ayal, aksi kejar-kejaran pun terjadi. Dengan berkendara motor dan mobil patroli, polisi pun melakukan pengejaran terhadap sedan berkaca hitam tersebut.

Novianti (30), istri dari Wawan yang merasakan langsung kejadian itu mengaku awalnya mobil yang mereka tumpangi itu sudah berhenti. Karena, ketika itu, di dalam mobil, mertuanya Surini (54) sudah bersimbah darah.

Novianti, satu di antara delapan korban penembakan polisi di Lubuk Linggau, dirawat Rumah Sakit Sobirin, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Rabu, 19 April 2017.

FOTO: Novianti, korban tembakan polisi saat razia kendaraan di Kota Lubuk Linggau, Rabu (19/4/2017)

Saat itu, Novianti memang sudah menyadari, jika itu sebagai dampak tembakan polisi di bagian belakang mobil. Dan, suasana makin histeris, ketika putranya, Genta juga terkena peluru di kepalanya.

Mobil yang disopiri Diki (30) itu pun menepi. Namun sial, dua polisi bersepeda motor tetap menembaki mereka dari kaca samping.

Novianti, Diki, dan Dewi Alina (40), Indra (33) dan putranya Genta pun jadi bulan-bulanan. Peluru masing-masing mengenai mereka.

"Ada dua polisi lagi yang mendekati pakai motor dan kembali menembak," kata Novianti yang terbaring lemah di rumah sakit.

Ya, umbar peluru ala koboi itu memang tidak sedikit. Pemeriksaan menunjukkan ada 10 selonsong muntahan peluru di lokasi. "Kurang lebih 10 kali tembakan," kata Kepala Biro Penerangan masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Jakarta.

Alhasil, razia berdarah itu pun akhirnya memakan korban. Dari delapan penumpang, enam orang tertembak, dan seorang di antaranya tewas dengan tiga peluru.

Berikutnya, cuma diancam pecat>>>

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP